Seminar Anti Bullying & Merawat Bumi Serta Membuat Eco-Bricks

Seminar Anti Bullying & Merawat Bumi Serta Membuat Eco-Bricks

: Selasa, 04 Agustus 2026 : Bojong Renged

Latar belakang kegiatan

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan karakter yang baik, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak usia dini. Sekolah menjadi salah satu tempat yang memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai tersebut melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan peserta didik secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang mampu menanamkan pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan sebagai bekal bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Di Kelurahan Bojong Renged, masih dijumpai beberapa permasalahan yang memerlukan perhatian bersama. Dari sisi sosial, masih terdapat perilaku saling mengejek, mengolok, maupun bentuk perundungan (bullying) yang sering dianggap sebagai candaan di lingkungan anak-anak. Apabila tidak diberikan pemahaman sejak dini, perilaku tersebut dapat berdampak pada menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, serta terciptanya lingkungan belajar yang kurang aman dan nyaman. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memberikan edukasi kepada siswa mengenai arti menghargai perbedaan, membangun empati, dan menciptakan hubungan yang saling menghormati.

Di sisi lain, persoalan lingkungan juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai menghasilkan limbah yang sulit terurai apabila tidak dikelola dengan baik. Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali limbah plastik menyebabkan banyak sampah yang berakhir di tempat pembuangan atau mencemari lingkungan sekitar. Padahal, apabila dikelola secara kreatif, limbah plastik dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat dan peserta didik mengenai pentingnya menerapkan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah (3R).

Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan Seminar Anti Bullying bagi siswa kelas V SD sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang dampak perundungan serta pentingnya membangun sikap saling menghargai, peduli, dan berempati terhadap sesama. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan inklusif sehingga setiap siswa dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut maupun tekanan dari teman sebaya.

Selain itu, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan seminar bertema "Merawat Bumi" yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan Eco Bricks, yaitu memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi padat dengan potongan limbah plastik hingga dapat disusun menjadi sebuah bangku. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mengajak peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Melalui praktik tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa setiap orang dapat berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan menggabungkan edukasi mengenai pencegahan bullying dan pelestarian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN berupaya menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, siswa tidak hanya tumbuh menjadi individu yang saling menghormati dan peduli terhadap sesama, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi menciptakan masa depan yang lebih baik.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini perlu dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalahan sosial dan lingkungan yang masih dijumpai di kalangan anak-anak usia sekolah. Perilaku perundungan (bullying) yang sering dianggap sebagai candaan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, serta kenyamanan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan edukasi sejak dini agar siswa memahami pentingnya menghargai sesama, memiliki empati, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.

Di sisi lain, meningkatnya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi tantangan bagi kelestarian lingkungan. Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan sampah menyebabkan limbah plastik sering kali dibuang begitu saja dan berpotensi mencemari lingkungan. Melalui seminar tentang merawat bumi dan praktik pembuatan Eco Bricks, siswa diperkenalkan pada cara sederhana namun bermanfaat dalam mengurangi sampah plastik dengan mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Dengan menggabungkan pendidikan karakter melalui Seminar Anti Bullying dan pendidikan lingkungan melalui pembuatan Eco Bricks, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, rasa tanggung jawab, serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih harmonis, tumbuh budaya saling menghormati antarwarga sekolah, serta meningkatnya kepedulian siswa terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan selama pelaksanaannya, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN 6 Bojong Renged mengenai pengertian, dampak, serta cara mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menanamkan nilai-nilai karakter positif seperti saling menghargai, menghormati perbedaan, peduli terhadap sesama, dan membangun sikap empati sejak usia dini.
  3. Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, ramah, dan bebas dari tindakan perundungan sehingga mendukung proses belajar yang kondusif.
  4. Meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah plastik yang bertanggung jawab.
  5. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa tentang pemanfaatan limbah plastik menjadi Eco Bricks yang memiliki nilai guna sebagai alternatif pengurangan sampah.
  6. Menumbuhkan kebiasaan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

1. Rizki Nurilhan (23742010054)

2. Nabila Ardenia (23932020002)
3. ⁠Dewi Rara Amyati (23862080051)
4. Nusrotul Maula (23862060094)
5. Isaura khalda Syakira (23612010352)
6. Syahara (23612010024)
7. ⁠Risma Dwi Riyanti (23742010036)
8. ⁠Yuliana Nurfajryanti (23702010288)
9. ⁠Pitriya (23142010008)
10. ⁠Reni Anggraeni putri (23862060112)
11. ⁠Ainun mardiah (23862060085)
12. ⁠Muhamad Ramdani (23702010221)
13. ⁠Fahira Khoirotunnisa (23622010067)
14. ⁠Siti Aryani (236221010055)
15. ⁠Sri rahayu (2286206016)
16. ⁠Hapipah (23702010131)
17. ⁠Hazza Nur Lael (23612010130)
18. ⁠Yossi Anjani Putri (23612010017)
19. ⁠Rido Salesia F (23932020058)
20. ⁠Akmal Farizy (23932020030)
21. ⁠M. Reyhan (23932020001)
22. ⁠Achmad Radiet M (23552010062)
23. ⁠Zacky Al Buchory (23552010231)
24. ⁠Muhammad Ardiyan (23262080005)
25. ⁠Destiyana sartika fitri (23612010046)


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Pelaksanaan Seminar Anti Bullying dan Seminar Merawat Bumi yang dilanjutkan dengan pembuatan Eco Bricks memberikan dampak positif bagi peserta didik, masyarakat, maupun lingkungan sekitar. Dari aspek sosial, kegiatan Seminar Anti Bullying meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menghargai perbedaan, membangun sikap saling menghormati, serta menumbuhkan empati terhadap teman. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mengurangi perilaku perundungan di lingkungan sekolah dan menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh peserta didik.

Dampak positif tersebut tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Siswa yang memahami pentingnya sikap saling menghargai cenderung mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik, sehingga nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan kerja sama dapat berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

Dari aspek lingkungan, seminar mengenai pentingnya merawat bumi dan praktik pembuatan Eco Bricks memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang cara mengelola limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali melalui proses yang kreatif dan bernilai guna. Bangku yang dihasilkan dari Eco Bricks juga menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah sekaligus mengurangi jumlah sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya kebiasaan positif untuk memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kebiasaan tersebut terus diterapkan oleh siswa dan didukung oleh keluarga serta sekolah, maka dampaknya dapat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang berupa meningkatnya kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui edukasi yang dipadukan dengan praktik secara langsung, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran untuk menjaga keharmonisan hubungan antarsesama sekaligus kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan dimulai pada pukul 13.00 seminar Anti Bullying di kelas 5 dan merawat bumi dikelas 4. Mahasiswa melaksanakan kegiatan seminar anti Bullying dalam rangka mengedukasi tentang apa itu bullying, macam-macam bulling, sebab dan akibat terjadinya bullying. Karena diumur yang masih anak-anak perlu dilakukannya edukasi tersebut supaya tidak terjadi perundungan, celaan bahkan hinaan diantara pertemanan. Karena bullying termasuk kejahatan verbal dan non verbal yang mengakibatkan korbannya dapat menderita dari segi psikologi dan fisik. Harapan mahasiswa diadakannya seminar anti bullying adalah hilangnya perundungan serta menyatukan semua anak-anak agar tidak ada yang dikucilkan, dihina bahkan dijauhkan karena fisik dan sifatnya. Selain itu mahasiswa juga mengadakan games seputar bullying dan yang menang dihadiahkan peralatan untuk sekolah seperti buku, pensil dan penghapus.

Alasan dilaksanakannya seminar merawat bumi di kelas 4 adalah mengedukasi sejak dini tentang masalah sampah yang dapat merusak ekosistem bumi. Isu sampah tidak pernah habis maka dari itu untuk menumbuhkan kesadaran 3R sejak dini dan cara mengelola dan mengolah sampah menjadi suatu kerajinan yang bernilai maka mahasiswa mengajarkan kepada anak-anak SD. Dengan harapan anak-anak mengerti dan paham tentang Reuse-Reduce-Recycle sehingga masalah lingkungan dan sampah untuk generasi berikutnya dapat diselesaikan sehingga bumi dapat terjaga ekosistemnya

Membuat Eco-Bricks dari sampah plastik yang dicacah kecil dan dimasukkan kedalam botol air mineral merupakan implementasi dari Reuse-Reduce-Recycle yang diajarkan kepada anak-anak untuk menumbuhkan keterampilan dari sampah yang susah terurai. Anak-anak jadi lebih kreatif untuk memanfaatkan sampah yang susah terurai dan menyadarkan memilah dan memilih sampah sejak dini sehingga harapan dimasa depan isu lingkungan tentang sampah dapat di selesaikan. 


Dokumentasi

 

 

Penutup

Pelaksanaan Seminar Anti Bullying bagi siswa kelas V SDN 6 Bojong Renged serta Seminar Merawat Bumi yang dilanjutkan dengan pembuatan Eco Bricks merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi edukatif, tetapi juga mengajak peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam menerapkan nilai-nilai positif melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Kegiatan Seminar Anti Bullying diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun empati di lingkungan sekolah sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Sementara itu, kegiatan Seminar Merawat Bumi dan praktik pembuatan Eco Bricks menjadi sarana bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Bangku yang dihasilkan dari Eco Bricks menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kreativitas, kerja sama, dan kebiasaan positif yang dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, terjalin kolaborasi yang baik antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, guru, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap sesama maupun terhadap alam. Diharapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama kegiatan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab, diharapkan generasi muda Kelurahan Bojong Renged tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan demi mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Penulis

Rizki Nurilhan

Rizki Nurilhan

S1-Ilmu Hukum