Kerja Bakti dan Pembuatan Lubang Biopori sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Kerja Bakti dan Pembuatan Lubang Biopori sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

: Minggu, 02 Agustus 2026 : Cipadu

Latar belakang kegiatan

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sisa bahan makanan, terutama sayuran dan dedaunan, sering kali langsung dibuang tanpa dimanfaatkan kembali sehingga menambah volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Padahal, sampah tersebut masih dapat dimanfaatkan melalui pengelolaan yang tepat, salah satunya dengan menggunakan lubang biopori.

Lubang biopori merupakan teknologi sederhana yang berfungsi meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sekaligus menjadi tempat penguraian sampah organik. Melalui proses tersebut, sampah akan terurai secara alami oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga dapat membantu memperbaiki kualitas tanah, mengurangi timbunan sampah rumah tangga, serta mengurangi potensi genangan air saat hujan. 

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan kerja bakti yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan lubang biopori bersama warga. Dalam kegiatan ini, peserta juga melakukan pencacahan sisa sayuran menggunakan peralatan sederhana seperti talenan, pisau, dan plastik sebagai wadah penampung sebelum dimasukkan ke dalam lubang biopori. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pengalaman secara langsung mengenai tahapan pengelolaan sampah rumah tangga yang sederhana, mudah diterapkan, dan bermanfaat bagi lingkungan.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena masih banyak sampah rumah tangga, khususnya sisa sayuran dan bahan makanan, yang belum dikelola secara optimal. Dengan adanya praktik pembuatan lubang biopori, masyarakat dapat mengetahui salah satu cara sederhana dalam memanfaatkan sisa sampah rumah tangga sehingga tidak langsung dibuang.

Selain itu, pencacahan sisa sayuran sebelum dimasukkan ke dalam lubang biopori bertujuan untuk mempercepat proses penguraian oleh mikroorganisme di dalam tanah. Kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mengelola sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti.
  2. Mengurangi  penumpukan sampah rumah tangga dengan memanfaatkan kembali sisa bahan organik.
  3. Mendorong masyarakat menerapkan pengelolaan sampah yang sederhana dan ramah lingkungan.
  4. Meningkatkan kerja sama antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan diawali dengan kerja bakti bersama warga untuk membersihkan lingkungan sekitar lokasi pelaksanaan. Mahasiswa KKN dan masyarakat bergotong royong mengumpulkan sampah yang berserakan serta membersihkan area yang akan digunakan sebagai lokasi praktik pembuatan lubang biopori. 

Setelah kegiatan kerja bakti selesai, mahasiswa menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, seperti alat pembuat lubang biopori, talenan, pisau, plastik penampung, serta sisa sayuran yang telah dikumpulkan dari rumah tangga warga. Mahasiswa kemudian memberikan penjelasan mengenai fungsi lubang biopori serta manfaat penggunaan sisa sayuran sebagai bahan pengisi lubang. Selanjutnya dilakukan praktik pencacahan sisa sayuran. Sayuran dipotong menjadi bagian-bagian kecil menggunakan talenan dan pisau agar ukurannya lebih kecil dan proses penguraiannya di dalam tanah dapat berlangsung lebih cepat. Setelah seluruh sisa sayuran selesai dicacah, hasil cacahan dimasukkan ke dalam plastik sebagai wadah sementara sebelum digunakan pada tahap berikutnya.

Mahasiswa bersama warga kemudian membuat lubang biopori pada titik yang telah ditentukan menggunakan alat bor biopori. Setelah lubang selesai dibuat, cacahan sisa sayuran dimasukkan secara bertahap ke dalam lubang sebagai bahan organik yang akan terurai secara alami. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa lubang biopori perlu diisi kembali secara berkala ketika isi di dalamnya mulai menyusut akibat proses penguraian. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Warga aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari kerja bakti, pencacahan sisa sayuran, hingga praktik pembuatan lubang biopori. Diskusi antara mahasiswa dan masyarakat juga berlangsung dengan baik, terutama mengenai cara penerapan biopori di lingkungan rumah masing-masing.

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat serta dokumentasi bersama sebagai bentuk pelaksanaan program kerja KKN. Mahasiswa berharap masyarakat dapat menerapkan praktik pembuatan biopori secara mandiri sehingga pengelolaan sampah rumah tangga dan upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.


Dokumentasi

Penutup

Kegiatan kerja bakti dan pembuatan lubang biopori memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang sederhana dan bermanfaat. Melalui praktik pencacahan sisa sayuran dan pengisian lubang biopori, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung proses penguraian alami di dalam tanah.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih bijaksana serta menerapkan teknologi biopori di lingkungan tempat tinggal. Dengan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis

Sisca Nurhaliza

Sisca Nurhaliza

S1-PGSD