PROGRAM KERJA PEMBUATAN BANK SAMPAH

PROGRAM KERJA PEMBUATAN BANK SAMPAH

: Selasa, 28 Juli 2026 : Kelurahan Benda

Latar belakang kegiatan

Sampah merupakan salah satu persoalan yang hampir selalu ditemui di setiap lingkungan, baik di rumah, sekolah, maupun tempat tinggal bersama. Kebiasaan membuang sampah secara sembarangan dan belum adanya sistem pengelolaan yang tertata membuat sampah sering kali menumpuk begitu saja tanpa dipilah atau dimanfaatkan kembali. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah yang tadinya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai, baik nilai ekonomi maupun nilai lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, kami sebagai bagian dari kelompok KKN UMT Kelurahan Benda 20026 yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan merasa terpanggil untuk mengambil langkah nyata. Melalui diskusi bersama, kami sepakat untuk menjadikan pembuatan bank sampah sebagai salah satu program kerja utama. Kegiatan ini kami rancang secara bertahap, mulai dari perencanaan konsep, penyusunan sistem pengelolaan, hingga pelaksanaan di lapangan, yang seluruhnya dikerjakan bersama-sama oleh seluruh anggota.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan imbauan atau slogan semata, melainkan membutuhkan sistem dan wadah nyata yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Tanpa adanya bank sampah, sampah yang sebenarnya masih bisa didaur ulang atau dijual kembali justru akan berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir dan mencemari lingkungan.
Selain itu, keberadaan bank sampah juga penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan baik dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan adanya bank sampah, masyarakat memiliki alasan yang lebih konkret untuk memilah sampah, karena sampah tersebut dapat ditabung dan memberikan manfaat balik, baik berupa nilai ekonomi maupun kontribusi nyata terhadap kebersihan lingkungan sekitar.


Tujuan kegiatan

1.    Menyediakan wadah pengelolaan sampah yang terorganisir dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
2.    Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah organik, anorganik, dan sampah yang dapat didaur ulang.
3.    Mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dengan cara mendaur ulang atau menjual sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
4.    Memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat melalui sistem tabungan sampah.
5.    Melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kekompakan antaranggota dalam menjalankan sebuah program kerja dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

Kegiatan pembuatan bank sampah ini merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota kelompok kami. Setiap anggota mengambil peran dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari perencanaan konsep, penyusunan jadwal, penyediaan alat dan bahan, hingga pelaksanaan langsung di lapangan. Pembagian tugas dilakukan secara musyawarah agar setiap orang dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Selain anggota kelompok, kegiatan ini juga melibatkan dukungan dari masyarakat atau lingkungan sekitar tempat kegiatan dilaksanakan, karena keberhasilan bank sampah tidak dapat berjalan tanpa partisipasi aktif dari warga sebagai pihak yang nantinya akan menjadi nasabah sekaligus pengguna langsung dari fasilitas ini.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Kehadiran bank sampah membawa dampak yang cukup luas, baik bagi masyarakat maupun bagi lingkungan itu sendiri. Bagi masyarakat, bank sampah memberikan kemudahan dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan nilai ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak berharga. Sampah yang dipilah dan ditabung dapat memberikan tambahan penghasilan, sekaligus mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang harus dibuang begitu saja, melainkan sesuatu yang dapat dikelola dengan bijak.
Bagi lingkungan, keberadaan bank sampah membantu mengurangi jumlah sampah yang menumpuk dan mencemari area sekitar. Sistem pemilahan yang diterapkan juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata. Secara jangka panjang, kebiasaan memilah dan mengelola sampah ini diharapkan dapat menjadi budaya yang terus berlanjut, bukan hanya sekadar program sesaat.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Dimana seluruh anggota berkumpul untuk mendiskusikan konsep bank sampah yang ingin dibangun, termasuk menentukan lokasi, sistem penimbangan, serta mekanisme pencatatan tabungan sampah bagi warga. Setelah konsep disepakati, kami melanjutkan ke tahap persiapan, yaitu mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti tempat pemilahan, timbangan, buku tabungan, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Setelah alat, bahan dan sarana kegiatan siap, kami bersama-sama turun langsung membangun dan menata bank sampah, mulai dari mempersiapkan tempat, memberi wadah sesuai jenis sampah, hingga menyusun sistem pencatatan yang sederhana namun jelas agar mudah dipahami oleh warga. Selama proses ini, koordinasi antaranggota berjalan dengan baik karena setiap orang telah memiliki tugas yang disepakati sejak awal.


Dokumentasi

 

 

 

 

Penutup

Pelaksanaan program kerja pembuatan bank sampah ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan lingkungan dapat diselesaikan melalui kerja sama, kepedulian, dan komitmen bersama. Kami menyadari bahwa apa yang telah kami lakukan bukanlah solusi akhir dari permasalahan sampah, melainkan langkah awal yang kami harapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam terlaksananya kegiatan ini. Semoga laporan ini dapat menjadi gambaran yang jelas mengenai proses dan hasil dari program kerja yang telah kami jalankan bersama, sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga dan mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan di masa yang akan datang.

Penulis

Indri Angraini

Indri Angraini

S1-Akuntansi