Pendidikan lingkungan sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk karakter generasi yang peduli terhadap kelestarian alam. Salah satu permasalahan lingkungan yang masih menjadi perhatian adalah meningkatnya jumlah sampah plastik yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kelompok Benda UMT 2026 melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan di Kampoeng Baca yang dipadukan dengan praktik pembuatan ecobrick sebagai bentuk pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat.
Masih rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, dalam mengelola sampah menjadi alasan utama kegiatan ini dilaksanakan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan serta minimnya pemahaman mengenai pemanfaatan sampah plastik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan memberikan pengalaman langsung agar peserta lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mampu menerapkan pengelolaan sampah melalui pembuatan ecobrick.
Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pengetahuan peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta keterampilan mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Selain mengurangi volume sampah plastik, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan anak-anak maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan, ice breaking, dan permainan edukatif untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan. Selanjutnya, mahasiswa memberikan materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, pengenalan jenis-jenis sampah, serta cara mengurangi penggunaan plastik. Setelah penyampaian materi, peserta diajak mempraktikkan pembuatan ecobrick dengan mengisi botol plastik menggunakan sampah plastik yang telah dipilah dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan yang sesuai. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, kebersamaan, dan partisipasi aktif dari peserta. Hasil akhirnya berupa ecobrick yang siap dimanfaatkan sebagai bahan untuk berbagai produk ramah lingkungan.



Kegiatan edukasi lingkungan dan pembuatan ecobrick berjalan dengan baik serta mendapat respons positif dari peserta. Melalui kombinasi pembelajaran dan praktik langsung, peserta memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman nyata dalam menjaga lingkungan. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan kebiasaan baik yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Indri Angraini