Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di RW 04 Kelurahan Jelupang. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang, masih ditemukan masyarakat yang belum melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik umumnya masih dicampur sehingga menghambat proses pengelolaan dan pemanfaatan sampah secara optimal. Di sisi lain, keberadaan Bank Sampah yang telah berjalan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga karena masih terbatasnya pemahaman mengenai jenis-jenis sampah yang dapat disetorkan serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat diperoleh.
Selain itu, sampah organik rumah tangga yang jumlahnya cukup besar masih belum banyak dimanfaatkan menjadi kompos. Padahal, pengolahan sampah organik melalui komposter merupakan salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai cara pembuatan serta penggunaan komposter menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pemanfaatan sampah organik belum berjalan secara optimal.
Seiring dengan perkembangan teknologi, penyebaran informasi kepada masyarakat juga memerlukan media yang lebih efektif dan mudah diakses. Oleh karena itu, mahasiswa KKN turut mengembangkan sebuah website sebagai media informasi bagi warga RW 04. Website ini diharapkan dapat menjadi sarana penyampaian informasi mengenai kegiatan lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan program pemberdayaan masyarakat sehingga komunikasi antara pengurus wilayah dan warga dapat berjalan lebih baik.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, pembuatan komposter, dan pengenalan website kepada masyarakat RW 04 Kelurahan Jelupang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan, mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, serta memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai media informasi dan pendukung kegiatan lingkungan di masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, pembuatan komposter, dan pengenalan website perlu dilaksanakan karena berdasarkan hasil observasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang di RW 04 Kelurahan Jelupang masih ditemukan beberapa permasalahan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Sebagian masyarakat belum terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya sehingga sampah yang masih memiliki nilai guna belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos melalui komposter masih belum banyak dilakukan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai proses pembuatannya. Padahal, pengolahan sampah organik dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman.
Di sisi lain, masih diperlukan peningkatan pemanfaatan teknologi sebagai media penyebaran informasi kepada masyarakat. Kehadiran website diharapkan dapat mempermudah warga dalam memperoleh informasi mengenai kegiatan lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, serta berbagai program kemasyarakatan secara lebih cepat dan mudah diakses.
Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memilah sampah, mengolah sampah organik melalui komposter, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana informasi. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat mampu menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik, meningkatkan partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung terciptanya lingkungan RW 04 yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan.
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
2. Memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat dalam pembuatan serta pemanfaatan komposter untuk mengolah sampah organik rumah tangga.
3. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah melalui Bank Sampah sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan.
4. Memperkenalkan website sebagai media informasi dan edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan sampah dan kegiatan lingkungan di RW 04.
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang dalam dua sesi, yaitu di RT 13 dan RT 12 RW 04 Kelurahan Jelupang. Sebelum kegiatan dimulai, seluruh mahasiswa KKN melaksanakan briefing untuk pembagian tugas dan memastikan seluruh perlengkapan serta materi telah siap. Briefing sesi pertama dilaksanakan pukul 08.30 WIB sebelum kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di kediaman Ketua RT 13, sedangkan briefing sesi kedua dilaksanakan pukul 14.30 WIB sebelum kegiatan dimulai pukul 15.30 WIB di kediaman Ketua RT 12.
Pada setiap sesi, acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua KKN, kemudian peserta diberikan angket (pretest) beserta brosur mengenai pengelolaan sampah. Selama warga mengisi angket, mahasiswa KKN mendampingi dan membantu peserta yang mengalami kesulitan dalam pengisian sehingga seluruh angket dapat terisi dengan baik.
Setelah seluruh angket selesai dikumpulkan, materi pertama mengenai pemilahan sampah dan pembuatan komposter disampaikan oleh Siti Rachmawati. Materi diawali dengan penjelasan mengenai pentingnya memilah sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik dan sampah organik, agar dapat dikelola dengan lebih efektif. Pemateri juga menjelaskan manfaat Bank Sampah sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbunan sampah. Selama penyampaian materi, warga menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif menyimak dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan komposter menggunakan galon bekas. Pemateri mengajak satu orang perwakilan warga untuk mengikuti setiap tahapan pembuatan komposter secara langsung sesuai arahan yang diberikan. Melalui praktik ini, warga dapat memahami proses pembuatan komposter dengan lebih mudah sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.
Setelah sesi praktik selesai, Adrian Muthi menyampaikan materi mengenai penggunaan website yang telah dikembangkan oleh mahasiswa KKN. Pada sesi ini dijelaskan berbagai fitur website yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai media informasi mengenai kegiatan lingkungan dan pengelolaan sampah. Mahasiswa KKN juga mendampingi warga untuk mengunduh aplikasi serta memberikan panduan penggunaan fitur-fitur yang tersedia.
Sebagai bentuk tindak lanjut program, hasil praktik berupa komposter yang telah selesai dibuat diserahkan kepada warga. Pada sesi RT 13 diserahkan dua unit komposter kepada Ibu Vita dan Ketua RT 13, sedangkan pada sesi RT 12 diserahkan satu unit komposter kepada salah satu perwakilan warga. Selain itu, setiap penerima juga diberikan sekam bakar sebagai media pendukung pengomposan. Tim KKN kemudian mencatat nomor kontak para penerima komposter sebagai bahan monitoring dan pendampingan pada minggu ketiga pelaksanaan program, sehingga perkembangan penggunaan komposter dapat dipantau secara berkelanjutan.


Kegiatan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, pembuatan komposter, dan pengenalan website telah terlaksana dengan baik berkat kerja sama antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), pengurus RT, dan masyarakat RW 04 Kelurahan Jelupang. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam penyampaian materi, praktik pembuatan komposter, serta pengenalan penggunaan website.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, serta menggunakan website sebagai media informasi dan komunikasi terkait kegiatan lingkungan. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Keberlanjutan program akan didukung melalui kegiatan monitoring dan pendampingan terhadap warga penerima komposter guna memastikan pemanfaatannya berjalan secara optimal.
Muhammad Naufal Nurmawan