Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepribadian, dan kemampuan sosial peserta didik. Selain menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, sekolah juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar menghargai perbedaan, membangun kerja sama, serta mengembangkan sikap saling menghormati. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai permasalahan yang dapat menghambat terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman, salah satunya adalah perilaku bullying atau perundungan. Perilaku ini sering kali dianggap sebagai candaan biasa, padahal dapat memberikan dampak yang serius terhadap kondisi psikologis, emosional, maupun perkembangan akademik anak.
Kasus bullying di lingkungan sekolah dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi, hingga kekerasan fisik. Apabila tidak mendapatkan perhatian sejak dini, perilaku tersebut berpotensi menimbulkan rasa takut, menurunkan kepercayaan diri, bahkan memengaruhi semangat belajar peserta didik. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi yang melibatkan seluruh warga sekolah, sehingga tercipta pemahaman bersama mengenai pentingnya menghargai sesama dan membangun budaya saling peduli.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi dalam memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan. Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui rencana penyelenggaraan Seminar Anti Bullying yang ditujukan kepada peserta didik sekolah dasar. Sebelum kegiatan dilaksanakan, kelompok KKN melakukan kunjungan dan koordinasi ke SDN 6 Bojong Renged sebagai langkah awal untuk menjalin komunikasi dengan pihak sekolah, menggali informasi mengenai kondisi peserta didik, serta menyampaikan tujuan dan konsep kegiatan yang akan dilaksanakan.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan program kerja karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami kebutuhan sekolah secara langsung. Melalui komunikasi dengan kepala sekolah dan para guru, diharapkan materi seminar yang akan diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik peserta didik di SDN 6 Bojong Renged. Selain itu, koordinasi yang baik juga bertujuan untuk membangun sinergi antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal.
Dengan adanya kegiatan kunjungan ini, diharapkan Seminar Anti Bullying yang akan diselenggarakan nantinya mampu meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menghormati teman, menolak segala bentuk perundungan, serta menumbuhkan sikap empati dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif, sehingga seluruh peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari sisi akademik maupun karakter.
Kegiatan kunjungan ke SDN 6 Bojong Renged perlu dilaksanakan sebagai langkah awal dalam mempersiapkan program Seminar Anti Bullying agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN dapat menjalin komunikasi serta koordinasi dengan pihak sekolah untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, serta permasalahan yang berpotensi berkaitan dengan perilaku perundungan. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun materi dan metode penyampaian seminar yang lebih tepat sasaran.
Selain sebagai bentuk koordinasi, kegiatan ini juga diperlukan untuk membangun kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah. Sinergi tersebut penting agar pelaksanaan seminar memperoleh dukungan penuh dari sekolah, baik dalam hal penjadwalan, penyediaan tempat, maupun keterlibatan guru selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya koordinasi yang baik, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi peserta didik.
Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying sejak usia dini. Anak-anak sekolah dasar berada pada tahap perkembangan karakter yang sangat penting, sehingga perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai perbedaan, bersikap saling menghormati, serta menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Edukasi yang diberikan melalui seminar diharapkan mampu membentuk perilaku positif dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari tindakan perundungan.
Dengan demikian, kunjungan ke SDN 6 Bojong Renged bukan hanya menjadi bagian dari persiapan teknis pelaksanaan program kerja KKN, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa kegiatan Seminar Anti Bullying dapat menjawab kebutuhan sekolah dan memberikan dampak positif bagi peserta didik, guru, maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Menjalin silaturahmi dan koordinasi antara mahasiswa KKN dengan pihak SDN 6 Bojong Renged sebagai mitra dalam pelaksanaan program kerja.
Memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan sekolah, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan sekolah yang berkaitan dengan upaya pencegahan perilaku bullying.
Menyampaikan rencana pelaksanaan Seminar Anti Bullying kepada pihak sekolah serta memperoleh persetujuan dan dukungan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Menyusun materi dan metode pelaksanaan seminar yang sesuai dengan usia, karakteristik, dan kebutuhan peserta didik di tingkat sekolah dasar.
Meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman,
1. Rizki Nurilhan (23742010054)
2. Erika Ulandari (23552010206)
3. Nabila Ardenia (23932020002)
4. Dewi Rara Amyati (23862080051)
5. Nusrotul Maula (23862060094)
6. Isaura khalda Syakira (23612010352)
7. Syahara (23612010024)
8. Risma Dwi Riyanti (23742010036)
9. Yuliana Nurfajryanti (23702010288)
10. Pitriya (23142010008)
11. Reni Anggraeni putri (23862060112)
12. Ainun mardiah (23862060085)
13. Muhamad Ramdani (23702010221)
14. Fahira Khoirotunnisa (23622010067)
15. Siti Aryani (236221010055)
16. Sri rahayu (2286206016)
17. Hapipah (23702010131)
18. Hazza Nur Lael (23612010130)
19. Yossi Anjani Putri (23612010017)
20. Rido Salesia F (23932020058)
21. Akmal Farizy (23932020030)
22. M. Reyhan (23932020001)
23. Achmad Radiet M (23552010062)
24. Zacky Al Buchory (23552010231)
25. Muhammad Ardiyan (23262080005)
26. Destiyana sartika fitri (23612010046
Pelaksanaan Seminar Anti Bullying yang disertai dengan kegiatan membuat kerajinan bingkai bertema anti bullying dari limbah kardus memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun lingkungan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman peserta didik mengenai bahaya perundungan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang bekas yang masih memiliki nilai guna.
Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 mengunjungi sekolah SDN 6 Bojong Renged dalam rangka koordinasi dengan Kepala Sekolah dan Guru dalam rangka ingin mengadakan seminar Anti-Bullying untuk kelas 4 dan 5. Diskusi berjalan dengan hangat antara Mahasiswa KKN dengan Guru dan Kepala Sekolah, mereka pun mengizinkan kepada Mahasiswa KKN untuk mengisi kelas 4 dan 6 pada hari selasa nantinya. Kepala Sekolah sangat senang dengan seminar tersebut, karena Bullying sering kali terjadi dikalangan pelajar dan mengancam psikologis yang di bully.. Kegiatan koordinasi tersebut selesai pada pukul 12.00 dan mahasiswa pun kembali ke posko.
Pada pukul 14.00-selesai Mahasiswa KKN membuat bingkai untuk seminar Anti-Bullying di posko dengan menggunakan media dari kardus bekas yang di kumpulkan dan dibuat semenarik mungkin. Kegiatan tersebut juga dalam rangka mengurangi limbah kardus bekas yang sering kali dibuang begitu saja dan sangat lama terurai oleh alam. Setelah kegiatan membuat bingkai untuk seminar anti bullying, para mahasiswa melanjutkan kegiatan memotong sampah plastik yang akan dijadikan Eco-Bricks yang bertujuan untuk mengelola limbah plastik dan akan dibuat kerajinan tangan dan akan dijarkan untuk siswa SDN 6 Bojong Renged tersebut.



Pelaksanaan kegiatan kunjungan ke SDN 6 Bojong Renged yang dilanjutkan dengan Seminar Anti Bullying serta pembuatan kerajinan bingkai bertema anti bullying dari limbah kardus merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan dan pentingnya sikap saling menghargai, tetapi juga mengajak peserta didik untuk berkreasi melalui pemanfaatan limbah kardus sebagai media pembelajaran yang kreatif dan ramah lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan peserta didik mampu memahami dampak negatif perilaku bullying, memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan, serta menerapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, kegiatan pembuatan bingkai anti bullying dari limbah kardus diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dengan membiasakan peserta didik memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai edukatif.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN, pihak SDN 6 Bojong Renged, para guru, serta seluruh peserta didik yang berpartisipasi secara aktif. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan tujuan program sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui kegiatan pengabdian.
Besar harapan agar nilai-nilai yang telah disampaikan dalam kegiatan ini tidak berhenti pada saat pelaksanaan seminar saja, tetapi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, budaya saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta menjaga kelestarian lingkungan dapat tumbuh menjadi karakter positif yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat KKN untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rizki Nurilhan