Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Penguatan Literasi Lingkungan dan Kesehatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Kelurahan Jatake sebagai wilayah pelaksanaan KKN memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader masyarakat, serta mahasiswa. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN menyelenggarakan seminar edukasi yang mengangkat tema pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), penggunaan bubuk Abate secara benar, serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari upaya preventif menjaga kesehatan masyarakat.
Materi yang diberikan tidak hanya menjelaskan mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan DBD, tetapi juga memperkenalkan Gerakan 3M Plus, penggunaan Abate sesuai dosis yang benar, serta Gerakan One House One Plant sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan hijau.
Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena masih terdapat risiko penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup masyarakat. Edukasi menjadi langkah preventif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara penggunaan bubuk Abate yang tepat maupun manfaat tanaman obat keluarga sebagai pendukung kesehatan keluarga. Oleh karena itu, seminar ini menjadi media edukasi sekaligus wadah diskusi antara masyarakat dengan narasumber sehingga informasi yang diberikan dapat dipahami secara langsung dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah kelurahan, kader kesehatan, serta masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Kegiatan seminar melibatkan berbagai unsur, yaitu:
Adapun peserta yang telah melakukan konfirmasi kehadiran terdiri dari:
| RW | Peserta |
|---|---|
| RW 01 | Kiki (Pak RW), Herman, Ibu Suwarsi |
| RW 02 | Ibu Hj. Elis, Ibu Tri |
| RW 03 | Ibu Ervitasari, Ibu Suminem |
| RW 04 | Ibu Zelpine, Ibu Murni |
| RW 05 | Pak Mustofa Ali, Ibu Idawati |
| RW 06 | Devi Apriyani |
| RW 07 | Ibu Tinah Datta, Ibu Komariah |
| RW 08 | Erna Pujirahayu, Sukarti |
| RW 09 | Ibu RW Hasnah Salwa Abiyyu, Ibu Titin |
Pelaksanaan seminar memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, antara lain:
Kegiatan Seminar Penguatan Literasi Lingkungan dan Kesehatan dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juli 2026 bertempat di Aula Kantor Kelurahan Jatake. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta mulai pukul 09.00 WIB yang dilakukan oleh Divisi Humas. Selanjutnya acara dibuka oleh pembawa acara dengan mengucapkan salam, pembacaan susunan acara, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara.
Memasuki acara inti, narasumber yaitu Dr. Dilla Fadhillah, M.Pd bersama Anisa Fitriyani menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Demam Berdarah Dengue (DBD), penyebab dan gejalanya, penerapan Gerakan 3M Plus, penggunaan bubuk Abate sesuai dosis yang benar, serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai pelengkap dalam menjaga kesehatan keluarga. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami materi dengan baik.
Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Peserta seminar menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara pencegahan DBD, penggunaan Abate, hingga jenis tanaman TOGA yang mudah ditanam di lingkungan rumah. Untuk meningkatkan partisipasi peserta, panitia juga menyelenggarakan sesi kuis berhadiah (doorprize) berdasarkan materi yang telah disampaikan sehingga suasana seminar menjadi lebih hidup dan komunikatif.
Pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang diberikan, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta, aparatur Kelurahan Jatake, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang. Setelah acara selesai, panitia melaksanakan evaluasi internal dan mulai menyusun dokumentasi serta laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja KKN.

Kegiatan registrasi peserta seminar oleh panitia KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Penyampaian materi Seminar Penguatan Literasi Lingkungan dan Kesehatan oleh narasumber.

Sesi tanya jawab dan diskusi interaktif bersama peserta seminar dari perwakilan RW dan kader kesehatan.

Foto bersama seluruh peserta, narasumber, aparatur Kelurahan Jatake, dan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Seminar Penguatan Literasi Lingkungan dan Kesehatan merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang yang berhasil dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Jatake. Kegiatan ini tidak hanya menjadi media penyampaian informasi mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), penggunaan bubuk Abate, dan pemanfaatan TOGA, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kelurahan Jatake mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah dan masyarakat sebagai wujud nyata pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Septiyano Efendi