Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud pengabdian mahasiswa dalam merespons berbagai dinamika dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program kerja tidak hanya diukur dari besarnya dampak yang dihasilkan, tetapi juga dari kesadaran lingkungan serta keterlibatan aktif elemen masyarakat lokal. Dua isu penting yang kerap menjadi fokus pembangunan desa adalah pengelolaan kebersihan lingkungan serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Oleh karena itu, dirancang rangkaian kegiatan terpadu yang menggabungkan aspek kesehatan, kepedulian lingkungan, dan kemitraan strategis bersama warga.
Pada pagi hari, kegiatan diawali dengan aksi jalan sehat peduli lingkungan yang mengombinasikan aktivitas fisik bersama warga sekaligus aksi nyata pembersihan sampah di sepanjang rute pemukiman. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus menjadi sarana edukasi simpatik mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum dari limbah plastik dan sampah terbuang. Melalui aksi partisipatif ini, diharapkan timbul kesadaran kolektif antara mahasiswa dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih, asri, dan sehat secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada sore hari melalui agenda diskusi dan koordinasi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT memiliki peranan krusial sebagai pilar pemberdayaan perempuan dan penggerak potensi pangan lokal di tingkat desa. Sesi interaktif ini dimanfaatkan untuk membangun silaturahmi, memetakan potensi pekarangan serta kendala pertanian yang dihadapi warga, sekaligus menyelaraskan rancangan program kerja KKN dengan kebutuhan anggota kelompok. Sinergi antara aksi kebersihan lingkungan di pagi hari dan penguatan kemitraan bersama KWT di sore hari menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat desa yang mandiri, peduli lingkungan, dan berdaya secara ekonomi.
Mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peka terhadap masalah sampah dan dampak pencemaran di lingkungan sekitar, dan melibatkan KWT sejak awal menjadikan warga sebagai pemilik program, sehingga manfaatnya dapat terus berlanjut meski masa KKN telah usai. Mengkombinasikan keduanya menciptakan keseimbangan antara penanganan masalah lingkungan di pagi hari dan penguatan kapasitas sosial-ekonomi di sore hari. Hal ini memastikan keberadaan mahasiswa KKN memberikan dampak yang menyeluruh, baik secara fisik maupun kemasyarakatan.
1. Rizki Nurilhan (23742010054)
2. Erika Ulandari (23552010206)
3. Nabila Ardenia (23932020002)
4. Dewi Rara Amyati (23862080051)
5. Nusrotul Maula (23862060094)
6. Isaura khalda Syakira (23612010352)
7. Syahara (23612010024)
8. Risma Dwi Riyanti (23742010036)
9. Yuliana Nurfajryanti (23702010288)
10. Pitriya (23142010008)
11. Reni Anggraeni putri (23862060112)
12. Ainun mardiah (23862060085)
13. Muhamad Ramdani (23702010221)
14. Fahira Khoirotunnisa (23622010067)
15. Siti Aryani (236221010055)
16. Sri rahayu (2286206016)
17. Hapipah (23702010131)
18. Hazza Nur Lael (23612010130)
19. Yossi Anjani Putri (23612010017)
20. Akmal Farizy (23932020030)
21. M. Reyhan (23932020001)
22. Zacky Al Buchory (23552010231)
23. Muhammad Ardiyan (23262080005)
24. Destiyana sartika fitri (23612010046)
Pagi itu, udara segar menyelimuti desa saat tim KKN bersiap memulai agenda jalan sehat peduli lingkungan. Memulai langkah dari posko, anggota tim berderet menyusuri jalanan desa menuju taman tematik yang menjadi salah satu titik pusat kegiatan warga. Sambil menikmati suasana pedesaan yang asri, mahasiswa membekali diri dengan kantong plastik besar untuk memungut setiap sampah, terutama limbah plastik dan kemasan, yang berserakan di sepanjang rute perjalanan. Aksi nyata ini menarik perhatian warga lokal yang sedang beraktivitas, menciptakan momen interaksi hangat sekaligus menyampaikan pesan pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum tanpa kesan menggurui.
Sesampainya di taman tematik, area sekitar dipastikan kembali bersih dan rapi dari sisa-sisa sampah. Kegiatan kemudian berlanjut pada sore hari di lokasi yang sama untuk agenda diskusi dan koordinasi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT). Berada di ruang terbuka yang hijau, suasana pertemuan berlangsung santai namun produktif. Tim KKN dan pengurus KWT saling bertukar gagasan mengenai pemanfaatan pekarangan rumah, potensi pengolahan hasil tani lokal, serta perancangan program kerja berbasis pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan. Sinergi antara aksi fisik di pagi hari dan dialog pemberdayaan di sore hari ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan desa yang bersih, hijau, dan berdaya secara ekonomi.


Rangkaian kegiatan KKN yang diawali dengan aksi jalan sehat peduli lingkungan di pagi hari hingga diskusi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) di sore hari berhasil terlaksana secara optimal dan lancar. Kegiatan jalan sehat tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi bersama warga, tetapi juga memberikan dampak fisik langsung berupa berkurangnya keberadaan limbah plastik serta sampah terbuang di sepanjang jalan desa menuju taman tematik. Aksi nyata ini terbukti efektif dalam membangun komunikasi yang persuasif dan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum.
Sementara itu, sesi koordinasi yang berlangsung santai namun produktif di taman tematik menjadi pijakan penting dalam memperkuat kemitraan antara mahasiswa KKN dan KWT. Sinergi ini membuka peluang besar bagi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan pemanfaatan lahan hijau desa secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, perpaduan antara aksi kepedulian lingkungan dan dialog interaktif ini mempertegas komitmen tim KKN dalam mengabdi, sekaligus menjadi langkah awal yang solid untuk mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, asri, dan berdaya secara sosial-ekonomi.
Rizki Nurilhan