SEMINAR SIGAP BERSAMA Sinergi Informasi, Gerakan, Aspirasi, dan Pemberdayaan

SEMINAR SIGAP BERSAMA Sinergi Informasi, Gerakan, Aspirasi, dan Pemberdayaan

: Minggu, 26 Juli 2026 : Jelupang

Latar belakang kegiatan

Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari masih dijumpai berbagai permasalahan, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, membakar sampah rumah tangga, serta belum optimalnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan pencemaran lingkungan, tetapi juga mengurangi potensi pemanfaatan sampah yang sebenarnya masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Di RW 04 Kelurahan Jelupang, pengelolaan sampah telah dilakukan melalui Bank Sampah sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang. Akan tetapi, partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bank Sampah masih perlu ditingkatkan. Masih terdapat warga yang belum memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah serta manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari sampah yang telah dipilah. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat, diselenggarakan Seminar SIGAP Bersama yang mengangkat tema pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat dan pemanfaatan teknologi. Seminar ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui perubahan perilaku sehari-hari, mulai dari membiasakan membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sampah, hingga menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bernilai guna.

Materi pertama disampaikan oleh narasumber di bidang psikologi yang memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Melalui penerapan budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa), masyarakat diajak untuk memperkuat hubungan sosial, membangun komunikasi yang baik antarwarga, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, seminar membahas pengelolaan Bank Sampah sebagai salah satu solusi dalam mengurangi jumlah sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan rumah tangga. Melalui Bank Sampah, masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sehingga sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan ditabung. Dengan demikian, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

Selain pengelolaan sampah anorganik, masyarakat juga diberikan pelatihan mengenai penggunaan komposter sebagai media pengolahan sampah organik. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah dapur dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Pupuk hasil komposter dapat dimanfaatkan sendiri untuk kebutuhan berkebun maupun bercocok tanam di lingkungan rumah. Tidak hanya itu, pupuk kompos juga memiliki nilai ekonomis sehingga dapat diperjualbelikan dan menjadi salah satu peluang usaha bagi masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi pelayanan masyarakat, seminar juga memperkenalkan Website Jelupang Hub yang dapat diakses melalui jelupang.pages.dev. Website ini dikembangkan sebagai media informasi dan komunikasi antara masyarakat dengan pengurus lingkungan. Melalui website tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi mengenai kegiatan lingkungan, jadwal Bank Sampah, serta menyampaikan laporan terkait kondisi lingkungan, seperti penumpukan sampah, sampah yang belum diangkut, maupun permasalahan lainnya yang memerlukan tindak lanjut. Kehadiran website ini diharapkan dapat mempermudah akses informasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Melalui penyelenggaraan Seminar SIGAP Bersama yang memadukan edukasi psikologis, pengelolaan Bank Sampah, pemanfaatan komposter, dan pengenalan Website Jelupang Hub, diharapkan masyarakat RW 04 Kelurahan Jelupang dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi ekonomi dan teknologi yang tersedia.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan Seminar SIGAP Bersama perlu dilaksanakan karena masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara tepat. Masih ditemukan kebiasaan membuang sampah sembarangan, membakar sampah rumah tangga, serta belum optimalnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, serta menghilangkan potensi ekonomi yang sebenarnya dapat diperoleh dari pengelolaan sampah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya perubahan perilaku dalam menjaga lingkungan, pengelolaan sampah melalui Bank Sampah, pemanfaatan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang dapat digunakan sendiri maupun diperjualbelikan, serta pemanfaatan teknologi melalui Website Jelupang Hub sebagai media informasi dan pelaporan kondisi lingkungan. Selain itu, penyampaian materi psikologi mengenai budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Seminar SIGAP Bersama menjadi salah satu upaya edukatif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara terpadu.


Tujuan kegiatan

Kegiatan Seminar SIGAP Bersama bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat RW 04 Kelurahan Jelupang dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk:

1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi kebiasaan membuang dan membakar sampah sembarangan.

2. Memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah melalui Bank Sampah agar masyarakat mampu memilah sampah dan memanfaatkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis.

3. Memberikan pelatihan pemanfaatan komposter sebagai sarana pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk kebutuhan sendiri maupun memiliki nilai jual.

4. Menanamkan nilai kepedulian sosial melalui penerapan budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) sebagai upaya membangun kerja sama dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

5. Memperkenalkan Website Jelupang Hub sebagai media informasi dan pelaporan lingkungan, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi serta menyampaikan laporan terkait kondisi lingkungan secara lebih mudah dan cepat.

6. Mendorong terciptanya masyarakat yang lebih aktif, peduli, dan berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.ceritakan


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

Ketua  : Muhammad Naufal Nurmawan

Sekretaris : Siti Aisyah dan Desty Marhilda

Bendahara : An Nisa Nuryani dan Eya Wirahma Ratu Insani 

Divisi Acara: Uun Herawati, Altaf Rahman Brafit dan Zaky Noorfajri

Divisi Humas :  Khalilah Amelia Ziskind, Intan Wahyuni dan Muhammad Bagus Firmansyah

Divisi PDD : Wanda Sari Risdyanti, Adrian Ali Muthi, Revina Triningsih dan Irgy Ardianto

Divisi Perlengkapan : Rafi Ahmad Apriza, Shafira Amatul Husna dan Cahaya Amalia

Divisi Konsumsi : Nabila Nur Azmi, Fadhilah Salsabila Kurniawati, Yunanda Sanjaya

dan Nur Alfiyana

DPL : Ibu Titi Rachmi S.Pd, M.Pd

Ketua RW 04 : Bapak Basri 

Ketua RT 11 : Bapak Sahroni 

Ketua Karang Taruna : Nasrul

Warga RW 04 Kampung Buataran Timur Kelurahan Jelupang 
 

Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

1. Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

2. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun membakar sampah.

3. Bertambahnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui Bank Sampah sehingga sampah memiliki nilai ekonomi.

4. Masyarakat memperoleh keterampilan dalam mengolah sampah organik menggunakan komposter menjadi pupuk kompos.

5. Meningkatnya pemahaman bahwa pupuk kompos dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri maupun diperjualbelikan sebagai peluang usaha.

6. Tumbuhnya kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa).

7. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.

8. Masyarakat mengenal dan mulai memanfaatkan Website Jelupang Hub sebagai media informasi dan pelaporan kondisi lingkungan.

9. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik antara warga dengan pengurus RT dan RW melalui pemanfaatan website sebagai sarana penyampaian informasi dan pengaduan.

10. Terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang lebih baik serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan Seminar SIGAP Bersama yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang di RW 04 Kelurahan Jelupang merupakan salah satu program kerja yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi. Persiapan kegiatan dilakukan secara matang selama kurang lebih satu minggu, mulai hari Senin hingga Sabtu sebelum pelaksanaan seminar. Mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak Kelurahan Jelupang, Ketua RW 04, dan para Ketua RT sebagai bentuk perizinan sekaligus kerja sama dalam menyukseskan kegiatan.

Selama masa persiapan, mahasiswa juga melakukan survei dan sosialisasi langsung kepada warga di RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 13 untuk mengundang masyarakat menghadiri seminar. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua RW 04 dan para Ketua RT yang membantu menginformasikan kegiatan kepada warga. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendekatan kepada Karang Taruna agar mereka turut mengetahui dan mendukung pelaksanaan program kerja KKN di lingkungan RW 04.

Seminar dilaksanakan pada hari Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Sanggar RT 11 RW 04 Kelurahan Jelupang. Meskipun acara semula dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB, pelaksanaan diundur sekitar satu jam karena menunggu kehadiran warga yang baru mulai berkumpul. Acara dipandu oleh Ratu selaku pembawa acara (MC) dan dibuka dengan sambutan dari Ketua KKN, Muhamad Naufal Nurmawan, dilanjutkan sambutan Ketua RT 11, Bapak Sahroni, serta Ketua RW 04, Bapak Basri.

Seminar dihadiri oleh sekitar 15 orang peserta yang terdiri atas warga RT 10, RT 11, dan RT 12, Ketua RW 04, Ketua RT 11, Ibu RT 12, serta dua anggota Karang Taruna. Warga RT 11 menjadi peserta terbanyak, sedangkan RT 10 diwakili oleh satu orang dan RT 12 dihadiri oleh dua orang termasuk Ibu Ketua RT. Kehadiran perangkat lingkungan dan Karang Taruna menunjukkan adanya dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Titi Rachmi selaku Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus narasumber di bidang psikologi. Sebelum penyampaian materi, peserta diajak mengikuti permainan Apresiasi Permen yang bertujuan membangun suasana hangat dan mempererat hubungan antarwarga. Dalam permainan tersebut, peserta diminta memberikan permen kepada orang lain sebagai simbol rasa terima kasih atas kontribusi dan kepeduliannya. Misalnya, Ketua RW memberikan apresiasi kepada anggota Karang Taruna yang aktif membantu berbagai kegiatan di Kampung Buaran Timur, sedangkan salah seorang warga RT 11 memberikan apresiasi kepada saudaranya yang tinggal di RT 10 karena selalu memberikan bantuan dan dukungan.

Selanjutnya, Ibu Titi Rachmi menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun hubungan sosial melalui budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa). Materi ini menekankan bahwa komunikasi yang baik antartetangga dapat meningkatkan rasa kepedulian dan kerja sama dalam menjaga lingkungan. Setelah itu, peserta diminta menuliskan berbagai keluhan yang mereka rasakan mengenai kondisi lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dari beberapa kertas yang dikumpulkan, salah satu keluhan yang terpilih secara acak adalah mengenai asap akibat pembakaran sampah. Keluhan tersebut kemudian ditanggapi langsung oleh Ketua RW 04 dan Ketua RT 11. Dijelaskan bahwa masih terdapat sebagian warga yang membakar sampah di lahan kosong meskipun telah tersedia layanan pengangkutan sampah melalui iuran lingkungan. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya seminar sebagai sarana edukasi.

Materi kedua disampaikan oleh Siti Aisyah mengenai pengelolaan Bank Sampah dan pemanfaatan komposter. Penyampaian materi diawali dengan pertanyaan pemantik mengenai manfaat Bank Sampah yang dijawab oleh Ketua RT 11, yaitu bahwa sampah yang telah dipilah dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Selanjutnya dijelaskan konsep  3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) sebagai dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan komposter yang dipandu oleh Zaky dan Altaf menggunakan galon bekas. Dalam praktik tersebut dijelaskan tahapan pembuatan komposter, mulai dari memotong bagian atas dan bawah galon, membuat lubang pada bagian bawah menggunakan solder, memasang keran, kemudian memasukkan sekam bakar sebagai media, dilanjutkan dengan sampah organik berupa sisa sayuran, lalu ditutup kembali menggunakan sekam bakar. Selanjutnya ditambahkan air beras dan larutan molase (air gula merah) sebagai aktivator mikroorganisme sebelum komposter ditutup dan didiamkan selama beberapa minggu hingga menghasilkan pupuk kompos.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Salah seorang peserta bertanya mengenai anggapan bahwa air beras dapat membuat buah menjadi lebih manis apabila disiramkan ke tanaman. Pertanyaan tersebut dijawab bahwa hal tersebut merupakan mitos karena air beras berfungsi sebagai sumber nutrisi yang membantu menyuburkan tanaman, bukan meningkatkan rasa manis buah. Pertanyaan lain disampaikan mengenai penggunaan air beras dan molase sebagai aktivator komposter. Dijelaskan bahwa campuran tersebut sebaiknya didiamkan selama sekitar 7–14 hari agar mikroorganisme berkembang dengan optimal sebelum digunakan dalam proses pengomposan.

Materi ketiga disampaikan oleh Adrian mengenai penggunaan Website Jelupang Hub yang dapat diakses melalui jelupang.pages.dev. Dalam sesi ini peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur website, seperti informasi kegiatan lingkungan, data Bank Sampah, serta layanan penyampaian laporan atau pengaduan masyarakat terkait kondisi lingkungan. Website ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi antara warga dengan pengurus RT dan RW sehingga berbagai permasalahan lingkungan dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif.

Pada akhir kegiatan, panitia memberikan doorprize kepada peserta yang aktif bertanya selama seminar sebagai bentuk apresiasi. Selanjutnya dilakukan penyerahan sertifikat kepada narasumber, Ibu Titi Rachmi, yang diserahkan oleh Ketua KKN, Muhamad Naufal Nurmawan, didampingi Ketua RW 04, Bapak Basri. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh panitia, narasumber, perangkat lingkungan, dan warga sebagai dokumentasi pelaksanaan Seminar SIGAP Bersama.

 


Dokumentasi

 

 

Penutup

Pelaksanaan Seminar SIGAP Bersama di RW 04 Kelurahan Jelupang berjalan dengan baik berkat kerja sama antara mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang, perangkat RT/RW, Karang Taruna, narasumber, dan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi psikologi, edukasi mengenai Bank Sampah, praktik pembuatan komposter, hingga pengenalan Website Jelupang Hub, mendapat respons yang positif dan antusias dari peserta. Hal tersebut terlihat dari keaktifan warga dalam mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah, memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai guna dan bernilai ekonomi, serta memanfaatkan Website Jelupang Hub sebagai sarana memperoleh informasi dan menyampaikan laporan terkait kondisi lingkungan. Dengan adanya sinergi antara masyarakat, perangkat lingkungan, dan mahasiswa KKN, diharapkan budaya peduli lingkungan dapat terus berkembang sehingga tercipta lingkungan RW 04 Kelurahan Jelupang yang bersih, sehat, aktif, dan berkelanjutan.

Penulis

Muhammad Naufal Nurmawan

Muhammad Naufal Nurmawan

S1-Ilmu Pemerintahan