Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat. Sebelum program kerja dilaksanakan, diperlukan koordinasi, sosialisasi, dan observasi sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi wilayah, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memperoleh dukungan dari berbagai pihak yang terlibat.
Dalam rangka mendukung tema KKN “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat”, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Kampung Tematik, pihak PAUD SPS, dan Tim Penggerak PKK Kelurahan Bojong Renged. Selain itu, mahasiswa juga melakukan survei terhadap fasilitas pojok baca tematik sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil survei, ditemukan bahwa pojok baca berada dalam kondisi kurang terawat dengan buku-buku yang berserakan sehingga memerlukan perhatian dan pemanfaatan kembali sebagai sarana belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Kegiatan sosialisasi, koordinasi, dan survei perlu dilaksanakan sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan program kerja KKN agar mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat, potensi wilayah, serta permasalahan yang ada. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dapat menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah kelurahan, guru PAUD SPS, Tim Penggerak PKK, serta masyarakat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, hasil survei terhadap pojok baca tematik menjadi dasar dalam merancang kegiatan yang relevan, termasuk pemanfaatan kembali fasilitas yang ada dan penyelenggaraan edukasi keterampilan melalui Program Smart Village dengan memanfaatkan limbah kardus dan plastik sebagai media pembelajaran yang kreatif dan ramah lingkungan.
1. Rizki Nurilhan (23742010054)
2. Erika Ulandari (23552010206)
3. Nabila Ardenia (23932020002)
4. Dewi Rara Amyati (23862080051)
5. Nusrotul Maula (23862060094)
6. Isaura khalda Syakira (23612010352)
7. Syahara (23612010024)
8. Risma Dwi Riyanti (23742010036)
9. Yuliana Nurfajryanti (23702010288)
10. Pitriya (23142010008)
11. Reni Anggraeni putri (23862060112)
12. Ainun mardiah (23862060085)
13. Muhamad Ramdani (23702010221)
14. Fahira Khoirotunnisa (23622010067)
15. Siti Aryani (236221010055)
16. Sri rahayu (2286206016)
17. Hapipah (23702010131)
18. Hazza Nur Lael (23612010130)
19. Yossi Anjani Putri (23612010017)
20. Rido Salesia F (23932020058)
21. Akmal Farizy (23932020030)
22. M. Reyhan (23932020001)
23. Achmad Radiet M (23552010062)
24. Zacky Al Buchory (23552010231)
25. Muhammad Ardiyan (23262080005)
26. Destiyana sartika fitri (23612010046)
Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa terjalinnya hubungan yang baik antara mahasiswa KKN dengan masyarakat serta berbagai pihak yang menjadi mitra pelaksanaan program. Melalui sosialisasi yang dilakukan, masyarakat memperoleh informasi mengenai tujuan dan manfaat Program Smart Village sehingga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Hasil survei terhadap pojok baca tematik juga memberikan gambaran mengenai kondisi fasilitas yang memerlukan perhatian dan penataan kembali agar dapat berfungsi sebagai sarana literasi bagi masyarakat. Selain itu, rencana kegiatan pembuatan kerajinan dari limbah kardus dan plastik diharapkan dapat meningkatkan kreativitas anak-anak sekaligus menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali barang bekas sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan diawali dengan kunjungan mahasiswa KKN ke Kampung Tematik di Kelurahan Bojong Renged untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan memperkenalkan Program Smart Village. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai rencana program yang akan dilaksanakan, termasuk kegiatan edukasi bagi anak-anak melalui pembuatan kerajinan dari limbah kardus dan plastik sebagai upaya meningkatkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Selanjutnya, mahasiswa melakukan survei ke pojok baca tematik untuk mengamati kondisi fasilitas yang akan dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi kegiatan. Berdasarkan hasil observasi, pojok baca berada dalam kondisi kurang terawat dengan buku-buku yang berserakan dan penataan ruang yang belum optimal. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penyusunan program kerja yang berfokus pada peningkatan literasi dan pemanfaatan fasilitas umum.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak PAUD SPS serta Tim Penggerak PKK Kelurahan Bojong Renged untuk memperkenalkan Program Smart Village dan membangun kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan. Pihak PAUD SPS menyambut baik rencana pembelajaran keterampilan berbasis pemanfaatan limbah kardus bekas, sedangkan TP PKK menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program yang melibatkan masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, mahasiswa bersama seluruh anggota kelompok juga melakukan persiapan bahan, alat, dan media pembelajaran yang akan digunakan pada praktik pembuatan kerajinan tangan. Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para mitra, serta menjadi landasan dalam pelaksanaan program-program KKN berikutnya.




Rangkaian kegiatan sosialisasi, koordinasi, survei, dan persiapan Program Smart Village telah terlaksana dengan baik sebagai tahapan awal pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Bojong Renged. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berhasil menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain masyarakat, PAUD SPS, Tim Penggerak PKK, serta perangkat lingkungan setempat, sehingga tercipta sinergi dalam mendukung pelaksanaan program kerja.
Hasil survei lapangan memberikan gambaran mengenai potensi serta kondisi lingkungan yang menjadi dasar dalam penyusunan program kerja yang lebih tepat sasaran, termasuk rencana revitalisasi pojok baca tematik dan pelaksanaan edukasi keterampilan melalui pemanfaatan limbah kardus dan plastik. Berbagai koordinasi yang telah dilakukan juga menunjukkan adanya dukungan dan antusiasme dari masyarakat terhadap program-program yang akan dijalankan.
Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan awal ini, diharapkan seluruh program Smart Village dapat dilaksanakan secara terarah, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih kreatif, peduli terhadap kelestarian lingkungan, dan berkelanjutan sesuai dengan tema KKN “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat.”
Erika Ulandari