LAPORAN KELOMPOK KKN KELURAHAN KETAPANG 2025

LAPORAN KELOMPOK KKN KELURAHAN KETAPANG 2025

: Rabu, 16 Juli 2025 : Ketapang

Latar belakang kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang menjadi elemen penting dalam pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk melibatkan individu mahasiswa dalam aktivitas yang dapat meningkatkan sensitivitas sosial serta kemampuan mereka dalam berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat. 

Di Universitas Muhammadiyah Tangerang, tujuan KKN adalah memberikan pengalaman belajar praktis kepada mahasiswa, agar mereka dapat memahami dan menghadapi berbagai masalah yang ada dalam masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi komunitas. 

Kelurahan Ketapang, yang berada di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, terdiri dari 37 rukun tetangga dan 6 rukun warga. Selama pelaksanaan KKN, fokus kegiatan tertuju pada RW 02 dan RW 08, yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam. Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan bermacam pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat setempat.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kuliah kerja nyata (KKN) di kelurahan kenangan perlu dilaksanakan dengan alasan sebagai berikut:

1. Peningkatan Kepekaan Sosial Mahasiswa Program KKN memberikan peluang krusial bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dengan komunitas dan memahami lebih mendalam isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat. Aktivitas ini menumbuhkan rasa empati serta tanggung jawab sosial di antara para mahasiswa. 

2. Aplikasi Ilmu dalam Praktik Nyata Selama proses perkuliahan, mahasiswa telah mengeksplorasi beragam teori dan konsep akademik. KKN menyediakan kesempatan bagi mereka untuk menerapkan pengetahuan itu dalam keadaan nyata, mengevaluasi keefektifan teori, serta belajar dari pengalaman yang mereka temui di lapangan. 

3. Kontribusi pada Pemberdayaan Masyarakat Melalui partisipasi mahasiswa dalam program pengembangan masyarakat, KKN mampu membantu menentukan kebutuhan khusus dari masyarakat dan menerapkan solusi yang sesuai. Ini juga mendukung inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan lokal. 

4. Pembentukan Kemitraan dan Jaringan Pelaksanaan KKN mendorong kerjasama antara universitas, mahasiswa, dan masyarakat. Ini sangat penting untuk menciptakan hubungan saling menguntungkan, di mana universitas dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi masyarakat, sementara mahasiswa dan dosen memperoleh wawasan berharga dari pengalaman langsung di lapangan.


Tujuan kegiatan

Tujuan dari pelaksanaan KKN di Kelurahan Kenanga adalah:

1. Mengasah Keterampilan Mahasiswa Melalui program KKN, diharapkan para mahasiswa mampu meningkatkan beragam kemampuan seperti keterampilan sosial, komunikasi, penyelesaian masalah, dan kolaborasi tim, yang semuanya merupakan aspek krusial untuk karier dan kehidupan pribadi mereka di masa mendatang. 

2. Menerapkan Ilmu Pengetahuan Akademis Memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori dan pengetahuan akademis dalam situasi nyata, sehingga mereka dapat menyadari pentingnya ilmu yang telah dipelajari dan cara yang efektif untuk mengimplementasikannya di masyarakat. 

3. Mendorong Keterlibatan dan Inisiatif Komunitas Sasaran dari KKN adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam acara yang dirancang guna meningkatkan kualitas hidup mereka. Mahasiswa akan berkolaborasi dengan masyarakat untuk merancang program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. 

4. Membangun Hubungan Kemitraan Program KKN bertujuan untuk menciptakan ikatan yang kokoh dan berkelanjutan antara institusi pendidikan dan masyarakat. Melalui kerja sama ini, universitas dapat berperan sebagai pendorong perubahan positif dalam komunitas, sementara mahasiswa dan dosen mendapatkan pengalaman yang bermakna serta kontribusi nyata terhadap pengembangan masyarakat setempat. 

5. Meningkatkan Kesadaran Sosial dan Kepedulian Lingkungan Mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli terhadap isu-isu sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan di sekitar mereka. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa dapat melihat permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat serta terdorong untuk ikut mencari solusi berkelanjutan.

6. Mendorong Kreativitas dan Inovasi KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam bentuk program kerja yang bermanfaat. Melalui berbagai kegiatan, mahasiswa dapat menemukan cara baru yang lebih efektif dan efisien untuk mendukung pembangunan desa, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Kus Andini Purbaningrum, S,Si., M.pd. 
  • Lurah Kelurahan Ketapang 
  • Jajaran Pemerintah Kelurahan Ketapang 
  • RW 01, 02, 03, 04, 05, 06,07, 08 
  • RT 01, 02, 03, 04, 05
  • Karang Taruna 
  • Ibu PKK 
  • Kepala sekolah/Para Guru 
  • Guru Mengaji
  • Mahasiswa KKN UMT 


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Dampak Bagi Masyarakar 

 

Dampak Bagi Lingkungan 


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

1. Mengajar di SDN Ketapang 

Kegiatan mengajar di SDN Ketapang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dasar. Mahasiswa KKN hadir tidak hanya sebagai pendamping belajar, tetapi juga sebagai motivator dan sahabat bagi para siswa. Materi pembelajaran yang diberikan dapat berupa pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, serta kegiatan kreatif yang menyenangkan seperti menggambar, bercerita, hingga permainan edukatif. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan lebih semangat dalam belajar, menambah wawasan, serta mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung para guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di SDN Ketapang.

2. Mengajar di SMP Bangunan Nusantara 

Pada tingkat SMP, kegiatan mengajar lebih difokuskan pada penguatan materi pelajaran serta pembinaan karakter remaja. Mahasiswa KKN membantu memberikan tambahan penjelasan pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, seperti Matematika atau Bahasa Inggris, sekaligus memberikan ruang diskusi untuk mengembangkan pola pikir kritis dan rasa percaya diri. Tidak hanya itu, mahasiswa juga bisa berbagi motivasi, tips belajar efektif, dan wawasan tentang pentingnya merencanakan masa depan. Kehadiran mahasiswa KKN di SMP Bangunan Nusantara diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, menambah wawasan siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup dan interaktif.

3. Menggambar Bersama Anak-anak Ketapang 

Kegiatan menggambar bersama anak-anak Ketapang merupakan salah satu bentuk program KKN yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, imajinasi, dan keceriaan pada anak-anak. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mendampingi anak-anak untuk mengekspresikan ide dan perasaan mereka melalui media gambar. Kegiatan ini juga menciptakan suasana kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak, sehingga hubungan emosional menjadi lebih dekat. Anak-anak merasa diperhatikan dan didukung, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam mendampingi dan memahami dunia anak. Melalui menggambar bersama, diharapkan anak-anak semakin percaya diri dalam mengekspresikan diri, serta tumbuh dengan jiwa yang kreatif, ceria, dan penuh semangat

4. Praktek Eco-Print 

Eco-print merupakan kegiatan kreatif yang memanfaatkan bahan alami, seperti daun, bunga, atau batang tumbuhan untuk menghasilkan motif pada kain. Mahasiswa KKN memperkenalkan teknik ini kepada siswa-siswa SMP Bangunan Nusantara sebagai salah satu bentuk edukasi ramah lingkungan sekaligus peluang ekonomi kreatif. Proses eco-print mengajarkan bahwa alam sekitar dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa harus merusaknya. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam bidang seni dan kerajinan, tetapi juga memiliki peluang untuk menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Dengan begitu, praktek eco-print mampu menumbuhkan kesadaran ekologis serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

5. Edukasi Bullying 

Bullying menjadi salah satu isu penting di kalangan anak dan remaja, sehingga mahasiswa KKN merasa perlu melakukan kegiatan edukasi ini. Edukasi bullying dilakukan dengan metode interaktif, seperti pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, roleplay, hingga kuis ringan agar siswa SDN Ketapang lebih mudah memahami materi. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenali bentuk-bentuk bullying, baik fisik, verbal, maupun cyberbullying, serta dampak negatif yang ditimbulkan. Selain itu, siswa juga diberi pemahaman mengenai cara mencegah dan menanggapi bullying dengan sikap bijak. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, siswa dapat lebih menghargai sesama, berani melawan perilaku bullying, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan sehat.

6. Posyandu 

Kegiatan di Posyandu menjadi wujud keterlibatan mahasiswa KKN dalam bidang kesehatan masyarakat. Bersama para kader kesehatan desa, mahasiswa membantu pelaksanaan layanan Posyandu, mulai dari penimbangan balita, pencatatan tumbuh kembang anak, pemeriksaan ibu hamil, hingga pemberian vitamin dan imunisasi. Selain itu, mahasiswa juga dapat memberikan edukasi tentang gizi seimbang, pola hidup sehat, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar langsung tentang pelayanan kesehatan di masyarakat, tetapi juga ikut berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan warga. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan tambahan tenaga dan wawasan baru bagi kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

7. Edukasi Bank Sampah 

Permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan besar di banyak desa, termasuk di Desa Ketapang. Oleh karena itu, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan edukasi bank sampah sebagai upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik, manfaat menabung sampah di bank sampah, serta peluang ekonomi dari pengelolaan sampah yang baik. Edukasi dilakukan dengan cara penyuluhan, praktik memilah sampah, hingga simulasi sederhana tentang bagaimana bank sampah dapat berfungsi layaknya lembaga keuangan. Harapannya, masyarakat dapat lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah yang lebih bijak.

8. Workshop minyak jelantah menjadi lilin 

Workshop “Minyak Jelantah Menjadi Lilin” merupakan salah satu kegiatan pelatihan kreatif yang dirancang untuk mengajarkan masyarakat Ketapang bagaimana cara memanfaatkan minyak jelantah bekas menjadi produk yang bernilai guna, yaitu lilin aromaterapi. Selama ini, minyak jelantah sering dianggap limbah rumah tangga yang tidak bermanfaat dan dibuang begitu saja, padahal jika tidak dikelola dengan benar dapat mencemari lingkungan, merusak tanah, bahkan mengganggu kesehatan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan solusi nyata agar minyak jelantah tidak menjadi masalah lingkungan, melainkan bisa diolah menjadi produk baru yang lebih bermanfaat. Dalam pelatihan, peserta diajarkan secara langsung langkahlangkah sederhana mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan tambahan, proses pewarnaan, hingga pemberian aroma sehingga menghasilkan lilin aromaterapi yang menarik dan memiliki nilai jual. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya inovasi, kreativitas, serta peluang ekonomi dari produk ramah lingkungan.

9. Kerja bakti 

Kerja bakti merupakan kegiatan gotong royong yang melibatkan mahasiswa KKN bersama warga Ketapang dalam menjaga kebersihan dan memperbaiki fasilitas umum. Kegiatan ini biasanya dilakukan di lingkungan sekitar, seperti membersihkan jalan desa, balai warga, area masjid, maupun tempat-tempat yang sering digunakan untuk kegiatan masyarakat. Melalui kerja bakti, mahasiswa KKN tidak hanya ikut berkontribusi secara fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa Indonesia. Tujuan utama kerja bakti adalah menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dengan mahasiswa KKN sehingga tercipta kerja sama yang harmonis selama masa pengabdian.

10. Mengajar ngaji 

Mengajar ngaji merupakan salah satu kegiatan KKN yang berfokus pada penguatan aspek keagamaan di Desa Ketapang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara membimbing anak-anak maupun remaja dalam membaca, menulis, dan memahami Al-Qur’an, sekaligus memberikan pengetahuan dasar tentang ajaran Islam seperti doa sehari-hari, akhlak mulia, serta nilai-nilai keimanan. Selain aspek teknis membaca Al-Qur’an dengan tartil, kegiatan ini juga menekankan pada pembinaan akhlak dan moral anak sejak dini. Hal ini penting agar generasi muda di Ketapang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat serta perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Mengajar ngaji menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan kepada agama, memperkuat rasa syukur, serta membiasakan anak-anak untuk menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran. Kegiatan mengajar ngaji juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat, khususnya para orang tua yang berharap anak-anak mereka mendapat bimbingan agama tambahan. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan spiritual masyarakat Ketapang sekaligus ikut menjaga tradisi pendidikan agama Islam agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.

11. Renovasi balai 

Renovasi balai warga merupakan salah satu bentuk kegiatan KKN yang berfokus pada perbaikan fasilitas umum agar lebih layak digunakan masyarakat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pengecatan ulang dinding balai, memperbaiki bagian bangunan yang rusak seperti mengganti atau membenahi triplek, serta melakukan pembersihan menyeluruh agar balai tampak lebih rapi dan nyaman. Balai warga memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pusat kegiatan masyarakat, mulai dari rapat desa, kegiatan belajar mengajar non-formal, posyandu, pengajian, hingga acara peringatan hari besar. Oleh karena itu, renovasi ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan semangat masyarakat dalam menggunakan balai sebagai ruang bersama.

12. Pembuatan plang penguraian sampah 

Pembuatan plang penguraian sampah merupakan salah satu kegiatan edukatif yang dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan berbagai jenis sampah untuk terurai secara alami di lingkungan. Misalnya, plastik membutuhkan ratusan tahun, bahkan kaleng dan kaca bisa bertahan hingga ribuan tahun. Informasi ini disajikan dalam bentuk plang atau papan informasi yang dipasang di lokasi strategis seperti dekat balai warga, sekolah, ataupun tempat umum yang sering dilalui masyarakat. Kegiatan ini memiliki beberapa manfaat penting. Pertama, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, karena dengan melihat langsung informasi tersebut, warga akan lebih memahami dampak jangka panjang dari sampah yang dibuang sembarangan, terutama sampah anorganik yang sulit terurai. Kedua, mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, yaitu masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan bank sampah sebagai solusi pengelolaan limbah. Ketiga, mengurangi pencemaran lingkungan, karena dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan masyarakat dapat menekan jumlah sampah yang dibuang sembarangan sehingga lingkungan Desa Ketapang menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman. Selain memberikan edukasi, pembuatan plang ini juga menjadi bentuk kampanye visual yang sederhana namun efektif. Plang akan selalu terlihat oleh warga, sehingga pesan yang disampaikan dapat tersimpan lebih lama dalam ingatan dan berdampak pada perubahan perilaku sehari-hari. Dengan demikian, plang penguraian sampah bukan hanya media informasi, tetapi juga sarana pembelajaran dan pengingat bersama bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

13. Seminar UMKM 

Seminar dengan tema besar “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Ekonomi Berkelanjutan” dan judul “Digitalisasi dan Inovasi Kemasan untuk Transformasi UMKM Ramah Lingkungan” menjadi wadah strategis untuk memberikan informasi serta edukasi kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ketapang. Melalui seminar ini, peserta diberikan pengetahuan yang komprehensif mengenai berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari manajemen bisnis yang efektif, strategi pemasaran modern, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengelolaan keuangan, perpajakan, dan regulasi hukum yang berlaku. Selain itu, materi khusus terkait digitalisasi berfokus pada bagaimana UMKM dapat memanfaatkan platform digital, media sosial, dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing. Sedangkan topik inovasi kemasan ramah lingkungan mengajarkan pelaku usaha cara menciptakan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai tambah dari sisi keberlanjutan, dengan menggunakan bahan yang lebih aman bagi lingkungan. Dengan adanya seminar ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mereka terhadap pentingnya keberlanjutan dalam bisnis. Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi UMKM agar tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan serta terciptanya ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan.

14. Peringatan 17 Agustus 

Lokasi peringatan 17 Agustus di RT 01, Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus menjadi salah satu momen penting yang juga diikuti oleh mahasiswa KKN bersama warga Desa Ketapang. Kegiatan ini biasanya diisi dengan berbagai lomba tradisional, upacara bendera, serta kegiatan kebersamaan yang melibatkan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Peran mahasiswa KKN dalam acara ini bisa berupa membantu kepanitiaan, menjadi pengisi acara, maupun mendampingi jalannya lomba. Selain untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong. Kehadiran mahasiswa KKN dalam perayaan ini diharapkan dapat menambah semarak acara serta memberikan pengalaman berharga tentang bagaimana masyarakat menjaga tradisi dan nasionalisme melalui peringatan Hari Kemerdekaan.


Dokumentasi

Penutup

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ketapang menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan seperti mengajar, edukasi lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga renovasi fasilitas umum, mahasiswa tidak hanya membantu menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang membentuk keterampilan, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab.

Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat maupun bagi kelestarian lingkungan. Lebih jauh lagi, keberadaan mahasiswa selama KKN dapat memperkuat semangat gotong royong, mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat, serta mendorong terciptanya program berkelanjutan yang bermanfaat dalam jangka panjang.

Dengan demikian, KKN bukan hanya sebatas kewajiban akademik, melainkan juga sarana pembelajaran kehidupan yang menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan rasa peduli terhadap sesama. Semoga seluruh rangkaian kegiatan KKN di Desa Ketapang dapat menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar menuju masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Penulis

Wanda Prisilia Fauziah

Wanda Prisilia Fauziah

S1-Ilmu Komunikasi