
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang menjadi bagian integral dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berperan aktif dalam membantu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat secara langsung. KKN diharapkan dapat menjadi media transfer ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai sosial kepada masyarakat sehingga berkembangnya potensi lokal dapat optimal dan berkelanjutan.
Desa Pasirnangka, yang terletak di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang cukup besar, namun masih membutuhkan pendampingan dalam berbagai aspek pembangunan masyarakat. Berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama, baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun pihak akademisi melalui program seperti KKN.
Secara sosial, masyarakat Desa Pasirnangka memiliki kekerabatan dan budaya yang kuat, namun kesadaran mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan hidup masih perlu ditingkatkan. Rendahnya tingkat pendidikan formal di beberapa kalangan membuat akses terhadap informasi dan kesempatan kerja juga terbatas. Selain itu, masih terdapat kendala dalam hal ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai, serta pengetahuan masyarakat mengenai pola hidup sehat dan sanitasi yang baik.
Dari segi ekonomi, mayoritas penduduk Desa Pasirnangka menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Namun, keterbatasan pengetahuan tentang pengelolaan usaha yang efisien, pemasaran produk, serta pemanfaatan teknologi membuat potensi ekonomi masyarakat belum berkembang secara optimal. Hal ini dapat menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Masalah lingkungan juga menjadi perhatian, mengingat beberapa daerah di Desa Pasirnangka masih belum terpenuhi pengelolaan sampah yang baik dan penerapan pola hidup ramah lingkungan. Kampanye sadar lingkungan dan kegiatan pengelolaan sampah yang lebih efektif masih sangat dibutuhkan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
Melihat berbagai permasalahan tersebut, Universitas Muhammadiyah Tangerang menginisiasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Desa Pasirnangka sebagai bentuk kontribusi nyata sivitas akademika dalam membantu dan memberdayakan masyarakat. KKN ini bertujuan untuk menjembatani antara dunia akademik dengan kehidupan masyarakat sehari-hari melalui berbagai program dan kegiatan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Melalui program KKN ini pula, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan diri, memperluas wawasan sosial budaya, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Harapannya, kontribusi mahasiswa selama masa KKN mulai 16 Juli – 16 Agustus 2025 dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Pasirnangka, khususnya dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup.
Dengan latar belakang tersebut, pelaksanaan KKN ini menjadi sangat penting dan strategis sebagai wahana belajar sekaligus pengabdian masyarakat yang bermanfaat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan masyarakat Desa Pasirnangka dalam mengembangkan potensi desa dan membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus sebagai wahana penerapan ilmu yang diperoleh selama masa studi ke dalam kehidupan nyata. KKN bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami permasalahan sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan yang ada di masyarakat serta menumbuhkan jiwa kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama. Pelaksanaan KKN di Desa Pasirnangka, Perumahan Mustika, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini dimaksudkan untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Selain itu, KKN ini bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa melalui program pemberdayaan yang aplikatif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman sosial dalam menghadapi dinamika kehidupan nyata. Diharapkan, pelaksanaan KKN ini dapat membina hubungan harmonis antara universitas dan masyarakat, menciptakan sinergi untuk pengembangan potensi daerah, serta membentuk mahasiswa menjadi tenaga profesional yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.
1. Pendataan UMKM
Pada awal kegiatan, mahasiswa KKN melakukan pendataan UMKM di Desa Pasirnangka. Kami berkeliling menemui para pelaku usaha, mulai dari penjual makanan, pengrajin, hingga usaha rumahan. Prosesnya dilakukan dengan wawancara sederhana untuk mengetahui jenis produk, modal, jumlah pekerja, hingga kesulitan yang mereka hadapi. Kegiatan ini terasa menyenangkan karena kami bisa lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami potensi ekonomi desa.
2. Cek Kesehatan: Pemeriksaan Gula Darah serta Tensi
Kegiatan cek kesehatan menjadi salah satu program yang paling banyak diminati warga. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dari Fakultas Kesehatan yang didampingi langsung oleh tenaga ahli. Layanan yang diberikan berupa pemeriksaan gula darah dan tensi secara gratis, sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya dengan lebih mudah tanpa harus pergi jauh ke puskesmas.
3. Penyuluhan Anti Perundungan (Bullying)
Di sekolah dasar, kami mengadakan penyuluhan anti perundungan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak diajak bermain peran untuk menggambarkan situasi bullying dan bagaimana cara mengatasinya. Mereka tampak antusias sekaligus lebih memahami betapa buruknya dampak bullying. Guru dan orang tua juga turut mendukung, sehingga upaya pencegahan ini terasa lebih komprehensif.
4. Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Kegiatan di TK dan SD berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak diajak mempraktikkan cuci tangan tujuh langkah yang benar dengan sabun dan air mengalir. Kami juga mengajarkan cara menggosok gigi yang baik sambil bernyanyi agar mereka lebih mudah mengingat. Suasana penuh tawa dan semangat membuat penyuluhan ini sangat berkesan, dan anak-anak tampak berjanji untuk membiasakan hidup bersih.
5. Mengajar Mengaji
Di malam hari, mahasiswa KKN mengajar mengaji di Yayasan Abul Yatama. Suasana penuh kehangatan tercipta karena anak-anak belajar membaca Al-Qur’an dengan serius namun tetap ceria. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
6. Memilah Sampah Anorganik
Bersama ibu-ibu RT 06 RW 10, kami mengadakan kegiatan memilah sampah anorganik. Sampah yang sudah dikumpulkan dipilah sesuai jenisnya, seperti botol plastik, kardus, dan kaleng. Setelah itu, sampah dijual ke pengepul, dan hasilnya dimasukkan ke kas RT. Kegiatan ini membuka wawasan masyarakat bahwa sampah anorganik bisa memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.
7. Pembuatan Website KKN Pasirnangka 2025
Untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan, kami membuat website resmi KKN. Proses penulisan artikel dilakukan setelah setiap kegiatan selesai. Website ini menjadi arsip digital yang bisa diakses oleh dosen pembimbing, masyarakat, maupun mahasiswa lainnya.📎kknumtpasirnangka.wordpress.com
8. Penyerahan NIB dan Sertifikat Halal
Kami mendampingi pelaku UMKM dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Setelah melalui proses pendaftaran, akhirnya beberapa UMKM resmi mendapatkan legalitas usahanya. Para pelaku usaha merasa senang karena produk mereka kini lebih terpercaya dan berpeluang masuk pasar yang lebih luas.
9. Posyandu Parkit Vitamin A
Kegiatan posyandu di RW 08 berlangsung ramai dengan kehadiran ibu-ibu bersama balita mereka. Mahasiswa membantu kader dalam menimbang balita, memberikan vitamin A, serta mencatat hasil pemeriksaan gizi. Selain itu, ibu-ibu juga mendapat penyuluhan tentang pola makan sehat untuk anak. Kehadiran mahasiswa membuat kegiatan posyandu berjalan lebih cepat dan tertib.
10. Senam Bersama Ibu-Ibu
Di pagi hari, halaman balai warga dipenuhi ibu-ibu yang siap mengikuti senam bersama. Musik diputar, instruktur senam memimpin, dan semua bergerak dengan semangat. Suasana penuh tawa dan kebersamaan tercipta, tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
11. Seminar UMKM: Digitalisasi Ramah Lingkungan
Seminar ini dihadiri para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Materi yang disampaikan meliputi cara memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, penggunaan aplikasi digital, serta pentingnya menjaga lingkungan dalam setiap proses produksi. Peserta terlihat antusias karena materi ini langsung berhubungan dengan usaha yang mereka jalankan.
12. Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik
Di sekolah dasar, kami menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik. Anak-anak diajak langsung mempraktikkan cara memilah sampah, misalnya dengan memilih mana yang termasuk sisa makanan (Organik) dan mana yang termasuk plastik (Anorganik). Suasana jadi lebih hidup ketika mereka menjawab dengan semangat. Harapannya, kebiasaan memilah sampah bisa tertanam sejak dini.
13. Sosialisasi Rumah BUMN
Mahasiswa memperkenalkan program Rumah BUMN kepada masyarakat, yang menyediakan berbagai bentuk pelatihan, bantuan, dan pendampingan bagi UMKM. Informasi ini sangat bermanfaat, terutama bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan dukungan dari pihak eksternal.
14. Mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Dasar
Kami mengajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan, seperti permainan kata, percakapan sederhana, dan lagu anak-anak. Anak-anak tampak antusias, bahkan ada yang berani mencoba berbicara dalam bahasa Inggris meski masih terbata-bata. Hal ini menunjukkan semangat belajar mereka cukup tinggi.
15. Mengajar Matematika di Sekolah Dasar
Pelajaran matematika diberikan dengan pendekatan interaktif. Kami menggunakan alat peraga sederhana, seperti benda-benda sekitar, untuk menjelaskan operasi hitung dasar. Dengan cara ini, siswa lebih mudah memahami konsep matematika dan merasa matematika itu menyenangkan.
16. Pembuatan Tong Sampah Organik dan Anorganik
Kami membuat tong sampah dengan dua jenis: organik dan anorganik. Tong ini ditempatkan di beberapa lokasi strategis, seperti masjid, gedung serbaguna, dan balai warga. Tujuannya agar masyarakat terbiasa membuang sampah sesuai jenisnya. Setelah dipasang, warga langsung menyambut baik karena merasa lebih mudah menjaga kebersihan lingkungan.
17. Pembuatan Papan Edukasi “Berapa Lama Sampah Terurai?”
Mahasiswa merancang papan edukasi berisi informasi menarik mengenai lama waktu sampah terurai, misalnya plastik yang butuh ratusan tahun untuk hancur. Papan ini dipasang di SDN Mustika agar anak-anak bisa membaca setiap hari dan lebih peduli terhadap lingkungan. Papan tersebut juga menjadi sarana edukasi visual yang mudah dipahami.




















Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pasirnangka, Perumahan Mustika, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, telah memberikan berbagai hasil positif di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mahasiswa berhasil menjalankan berbagai program kerja, mulai dari pendampingan belajar, penyuluhan kesehatan, pendataan UMKM, hingga pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif warga.
Melalui kegiatan ini, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, pola hidup sehat, dan pelestarian lingkungan. Sinergi yang terjalin antara mahasiswa, warga desa, dan pemerintah desa turut mendukung kelancaran serta keberlanjutan kegiatan KKN. Secara keseluruhan, program yang dilaksanakan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menunjang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Sukma Ardiansyah