LAPORAN KELOMPOK KKN TERPADU UMT DESA JATIWARINGIN 2025

LAPORAN KELOMPOK KKN TERPADU UMT DESA JATIWARINGIN 2025

: Rabu, 16 Juli 2025 : Desa Jatiwaringin

Latar belakang kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk nyata peran mahasiswa dalam mengimplementasikan kewajiban perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelompok sebagai wujud kontribusi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang telah diperoleh selama perkuliahan guna membantu mengatasi permasalahan di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah tempat pelaksanaan program. Bentuk kegiatannya beragam, mulai dari penyuluhan, pelatihan, pendampingan, hingga program-program inovatif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta karakter masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diharapkan mampu berbaur dengan masyarakat, menjalin hubungan sosial yang harmonis, serta bekerja sama dengan berbagai pihak di desa setempat. Masyarakat menjadi objek sekaligus mitra utama dalam kegiatan ini, sehingga kehadiran mahasiswa diharapkan membawa perubahan positif, baik dari sisi pengetahuan maupun perilaku. Contohnya, memberikan edukasi tentang kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pemanfaatan potensi lokal untuk peningkatan ekonomi, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. KKN tidak hanya menjadi ajang untuk mengajar atau menyampaikan materi, tetapi juga sarana membangun empati, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi mahasiswa, khusunya yang berasal dari program studi kependidikan, KKN menjadi kesempatan berharga untuk mengasah keterampilan mengajar, melatih komunikasi, serta membangun kepercayaan diri di tengah masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam membentuk pribadi yang profesional, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan sosial yang baik. Dengan demikian, KKN bukan sekedar mata kuliah wajib melainkan proses pembelajaran yang membentuk mahasiswa menjadi insan berpendidikan, berkarakter dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. 


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu yang telah dipelajari untuk memberikan kontribusi langsung dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat.

KKN tidak hanya membantu mahasiswa memperdalam wawasan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan dan membentuk sikap yang penting untuk kesuksesan di dunia kerja, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta berpikir kritis dalam memecahkan masalah.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan kualitas pendidikan di desa melalui kegiatan mengajar di sekolahan formal, les calistung, bimbingan mengaji dan pendampingan bagi anak-anak yang kesulitan bersekolah. 
  2. Mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui penyuluhan dan pelatihan UMKM, khususnya dalam produksi keripik singkong dan pisang sebagai produk unggulan daerah serta memfasilitasi pemasaran melalui media sosial dan cara konvensional. 
  3. Memberikan pendampingan psikologis dan motivasional kepada anak-anak dalam menyelesaikan permasalahan pribadi maupun pendidikan disekolah.
  4. Meningkatkan kesadaran religius masyarakat melalui kegiatan kultum setelah shalat, sebagai bentuk pembinaan moral dan spiritual. Memperkuat kapasitas pelaku UMKM lokal melalui seminar pemasaran berbasis digital, agar mampu bersaing dan memperluas jangkauan pasar secara efektif.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Kepala Desa Jatiwaringin
  • Ketua BPD, LPM, TP, PKK
  • Ketua Karang Taruna
  • RT dan RW Desa Jatiwaringin
  • Bapak/Ibu seluruh Staf Desa Jatiwaringin
  • Masyarakat Desa Jatiwaringin
  • Mahasiswa KKN Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang

No.

Nama Lengkap

Nim

Prodi

1.

Fitrahul Alwi

2274201033

S1 - Ilmu Hukum

2.

Muhammad Rizqi Ramadhan

2274201087

S1 - Ilmu Hukum

3.

Citra Elsa Lestari

2255201071

S1 - Teknik Informatika

4.

Rima Dwi Amanda

2262201136

S1 – Akuntansi

5.

Nawal Al Zugmi

2261201150

S1 – Manajemen

6.

Nabilatul Jannah

2261201710

S1 – Manajemen

7.

Eka Jayanti S

2261201665

S1 – Manajemen

8.

Aldi Aufa Mahmuda

2265201071

S1 - Ilmu Pemerintahan

9.

Rido Fahreza

2265201062

S1 - Ilmu Pemerintahan

10.

Muhamad Ali Rasyidin

2265201087

S1 - Ilmu Pemerintahan

11.

Dimas Maulana Maghribi 

2286208020

S1 - Pend.Agama Islam

12.

Dian Arsy Lianingsih

2286206254

S1- PGSD

13.

X’cha Sekar Kuntum

2286206188

S1 – PGSD

14.

Dewi Nirmala

2286206135

S1 – PGSD

15.

Haekal Saputra

2261201107

S1 – Manajemen

16.

Bayu Aji Prasetyo

2226201098

S1 - Teknik Industri

17.

Rizki Juliardi

2226201099

S1 - Teknik Industri

18.

Agung Setia Budi

2226201091

S1 - Teknik Industri

19.

Muhammad Naufal Hanif

2261201013

S1 – Manajemen

20.

Fauzan Azima

2261201578

S1 – Manajemen

21.

Idil Fitri

2261201123

S1 – Manajemen

22.

Putri Handini

2286206078

S1 – PGSD

23.

Riko Nurhidayat

2221201067

S1 - Teknik Mesin

24.

Andi Ahmad Yadi

2265201080

S1 - Ilmu Pemerintahan

25.

Nessa Ramadhanti

2261201170

S1 – Manajemen

26.

Melta Elfianti

2261201010

S1 – Manajemen

27.

Kyntan Najma Zahrawany

2261201294

S1 – Manajemen

28.

Novita Kurnia  

2261201612

S1 – Manajemen


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMT 2025 di Kelurahan Jatiwaringin resmi dimulai pada Rabu, 16 Juli 2025 dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di kantor kelurahan. Acara ini dihadiri oleh Lurah Jatiwaringin, perangkat kelurahan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Dalam kesempatan tersebut, Lurah menyampaikan sambutan sekaligus harapan besar agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami pun memperkenalkan diri secara resmi serta menjelaskan program kerja yang akan dijalankan selama satu bulan penuh.

Keesokan harinya, Kamis, 17 Juli 2025, kegiatan KKN mulai berjalan dengan berbagai agenda. Pagi hari, kami berkunjung ke SD Negeri Jatigintung 1 untuk melaksanakan program mengajar. Sebelum memasuki kelas, murid-murid diarahkan untuk melakukan baris-berbaris sebagai bentuk kedisiplinan. Setelah itu, kami memperkenalkan diri dan memulai pengajaran melalui permainan edukatif, salah satunya permainan memasukkan bola ke keranjang yang dirancang untuk melatih fokus dan kekompakan. Pada hari yang sama pula, sore harinya kami memulai program mengajar mengaji di Masjid Muhajirin RT 01/RW 03. Anak-anak dibimbing membaca surah-surah pendek, menghafal doa-doa harian, serta praktik tata cara sholat dengan bimbingan yang menyenangkan. Masih di hari yang sama, kegiatan mengajar Calistung juga dilaksanakan di rumah Bapak H. Agus. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar diajarkan membaca, menulis, dan berhitung dengan metode yang sederhana, interaktif, serta disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

Pada Jumat, 18 Juli 2025, diadakan kembali pertemuan dengan Lurah Jatiwaringin, perangkat desa, dan Ketua RT. Pertemuan ini berfungsi sebagai pembukaan internal sekaligus forum diskusi mengenai program kerja yang telah disusun. Kami mendengarkan arahan, masukan, serta menyesuaikan program agar selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Beberapa hari setelah itu, tepatnya Minggu, 20 Juli 2025, kami turut serta dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di Kelurahan Jatiwaringin. Mahasiswa KKN ikut membantu proses penimbangan balita, pencatatan data kesehatan, hingga memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang dan imunisasi. Kehadiran kami mendapat apresiasi dari kader Posyandu maupun para ibu yang hadir bersama anak-anaknya.

Selanjutnya, pada Minggu, 27 Juli 2025, kami mengadakan program pendampingan UMKM dengan fokus pada pemanfaatan media sosial. Para pelaku usaha kecil dibimbing membuat akun usaha, menyusun konten promosi berupa foto dan video produk, serta menulis deskripsi yang persuasif agar lebih menarik di mata konsumen. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran UMKM lokal.

Beberapa hari kemudian, pada Rabu, 30 Juli 2025, kami kembali mengadakan Seminar UMKM Berbasis Digital yang berfokus pada strategi pemasaran modern. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan materi dan pendampingan kepada para pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital, penggunaan media sosial secara efektif, serta teknik branding untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Peserta seminar sangat antusias mengikuti kegiatan ini, karena materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan usaha mereka di era digital.

Kegiatan seminar ini juga mendapat perhatian luas dari media. Beberapa portal berita menyoroti peran mahasiswa KKN UMT di Desa Jatiwaringin dalam mendorong UMKM lokal agar siap go digital. Liputan tersebut dapat dibaca melalui tautan berikut:

Pada Sabtu, 2 Agustus 2025, kami berpartisipasi dalam pembagian bantuan sosial (Bansos) di Kelurahan Jatiwaringin. Mahasiswa KKN membantu proses administrasi penerima, mengatur antrean, serta ikut mendistribusikan bantuan agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan tepat sasaran.

Memasuki bulan Agustus, pada Senin, 11 Agustus 2025, mahasiswa KKN ikut mendukung kegiatan kepemudaan melalui turnamen olahraga Final Cup tingkat desa. Kami membantu sebagai panitia pendukung dengan menyiapkan keperluan teknis, menjaga kelancaran acara, hingga memberikan dukungan moral bagi peserta. Turnamen ini menjadi ajang mempererat kebersamaan warga, terutama kalangan pemuda.

Rangkaian kegiatan di sekolah akhirnya ditutup pada Rabu, 13 Agustus 2025. Kami kembali hadir di SD Negeri Jatigintung 1 untuk hari terakhir program mengajar. Sebagai bentuk apresiasi, kami memberikan hadiah kecil untuk anak-anak serta mengabadikan momen kebersamaan dengan foto bersama guru dan murid. Suasana haru dan gembira menyelimuti penutupan kegiatan ini, menjadi kenangan indah yang tak terlupakan bagi kami maupun anak-anak.

Seluruh rangkaian kegiatan KKN di Kelurahan Jatiwaringin dari 16 Juli hingga 13 Agustus 2025 berjalan lancar dan penuh makna. Mulai dari pembukaan, program pendidikan, keagamaan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, sosial, hingga kegiatan kepemudaan, semuanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Melalui KKN ini, kami belajar mengabdi, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami secara langsung kebutuhan desa, yang diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi warga Jatiwaringin.


Dokumentasi

Mengajar di SD Negeri Jatigintung 1 
Seminar UMKM Berbasis Digital 
Mengajar Mengaji di Masjid Muhajirin 
Mengajar Calistung
Penerapan UMKM Terhadap Media Sosial 
Membantu Posyandu di Desa Jatiwaringin 
Membantu Pembagian Bansos di Desa Jatiwaringin
Mendampingi Pemdes Jatiwaringin di Final Cup 

Penutup

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah menjadi wujud nyata implementasi pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Selama kegiatan, mahasiswa berhasil mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sosial yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan serta potensi yang ada di desa. Program yang dilaksanakan meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), literasi digital, pembinaan moral dan keagamaan, kesehatan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam bidang pendidikan, kegiatan mengajar di SDN Jatigintung 1, bimbingan calistung, serta pembelajaran mengaji di Masjid Muhajirin telah membantu meningkatkan kemampuan akademik, keagamaan, dan karakter anak-anak. Pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan menjadikan proses belajar lebih efektif sekaligus memotivasi siswa untuk terus berkembang.

Pada bidang ekonomi, program pendampingan UMKM, terutama pelatihan pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, dan manajemen akun media sosial, memberikan pengetahuan praktis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Potensi produk unggulan daerah seperti keripik singkong dan pisang mendapat perhatian khusus sebagai peluang peningkatan ekonomi desa.

Dari sisi sosial, penyuluhan tentang bahaya narkoba, judi online, serta pembinaan moral dan religiusitas melalui kultum telah berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai etika dan kehidupan berkeluarga yang sehat.

Bidang kesehatan juga mendapat perhatian melalui keterlibatan mahasiswa di Posyandu, pemberian edukasi tentang gizi seimbang, imunisasi, dan pendataan kesehatan balita. Kegiatan ini mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap tumbuh kembang anak.

Secara keseluruhan, keberhasilan program KKN ini tidak lepas dari dukungan penuh perangkat desa, masyarakat, serta semangat kolaboratif mahasiswa. Dampak positif yang dihasilkan mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang lebih matang, adaptif, dan berorientasi pada solusi.

Saran 

  1.        Keberlanjutan Program Program yang telah berjalan perlu dilanjutkan oleh kelompok KKN berikutnya atau melalui inisiatif desa agar manfaatnya tidak terhenti. Pendampingan UMKM, kegiatan literasi, dan pengelolaan lingkungan sebaiknya memiliki rencana jangka panjang dengan evaluasi rutin.
  2.        Penguatan Literasi Digital Masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda, perlu diberikan pelatihan lanjutan yang lebih mendalam terkait pemasaran online, desain grafis, fotografi produk, dan strategi bisnis berbasis teknologi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
  3.       Penguatan Infrastruktur dan Fasilitas Penunjang Pemerintah desa diharapkan dapat meningkatkan fasilitas publik seperti akses internet, sarana belajar-mengajar, tempat pelatihan UMKM, serta area pengolahan limbah yang memadai. Infrastruktur yang baik akan mempercepat tercapainya tujuan program.
  4.       Peningkatan Peran Pemuda Desa Karang Taruna dan komunitas pemuda setempat sebaiknya dilibatkan secara aktif sebagai motor penggerak program pemberdayaan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Dukungan pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, dan manajemen organisasi akan memperkuat kapasitas mereka.
  5.       Pemanfaatan Potensi Lokal Secara Maksimal Desa Jatiwaringin memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, perkebunan, dan produk olahan pangan. Pengembangan branding, packaging, serta promosi berbasis cerita lokal (local storytelling) dapat meningkatkan nilai jual produk dan memperkuat identitas desa di pasar yang lebih luas.

Penulis

Rima Dwi Amanda

Rima Dwi Amanda

S1-Akuntansi