Laporan Kelompok KKN Kelurahan Sangiang Jaya 2025

Laporan Kelompok KKN Kelurahan Sangiang Jaya 2025

: Sabtu, 16 Agustus 2025 : kelurahan Sangiang Jaya

Latar Belakang Kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk nyata dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah melalui praktik langsung di lapangan. KKN tidak hanya menekankan pada pemahaman teoritis, tetapi juga menuntut mahasiswa agar mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam menghadapi kondisi riil di masyarakat. Dengan begitu, KKN berperan penting dalam membentuk kedewasaan sikap, pola pikir, serta memperluas wawasan mahasiswa. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini sering kali memberikan tantangan baru, karena kenyataan di masyarakat tidak selalu sesuai dengan teori yang dipelajari sebelumnya. Hal tersebut menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan beradaptasi, menganalisis situasi, serta menemukan alternatif solusi dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi media penerapan ilmu, tetapi juga wadah pembelajaran sosial yang membangun kepekaan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Kelurahan Sangiang Jaya, sebagai salah satu wilayah dengan potensi masyarakat yang cukup besar, memiliki banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian warga. UMKM di wilayah ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. KKN berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademik dan kehidupan sosial yang sesungguhnya. Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas masyarakat, mahasiswa dapat memahami dinamika sosial, budaya, serta kondisi ekonomi yang nyata. Hal ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi kehidupan setelah lulus, baik di dunia kerja maupun dalam peran mereka di tengah masyarakat. Namun demikian, masih banyak UMKM di Sangiang Jaya yang menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan inovasi produk, keterampilan pemasaran, serta kurangnya penerapan prinsip ramah lingkungan dalam proses produksi maupun pengelolaan limbah. Padahal, penerapan konsep UMKM ramah lingkungan sangat penting di era saat ini, mengingat meningkatnya isu pencemaran lingkungan, kesadaran masyarakat terhadap produk hijau, serta tuntutan global terhadap praktik usaha yang berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, tema KKN tahun ini mengangkat isu “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.” UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama di tingkat lokal. Namun, perkembangan UMKM tidak dapat dilepaskan dari tantangan global, yakni bagaimana meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan aspek lingkungan. Melalui konsep ramah lingkungan, UMKM tidak hanya difokuskan pada peningkatan keuntungan ekonomi, tetapi juga diarahkan agar mampu menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan sumber daya. Kegiatan KKN ini bertujuan untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan pelatihan kepada pelaku UMKM di Kelurahan Sangiang Jaya mengenai praktik bisnis berkelanjutan, seperti penggunaan bahan baku ramah lingkungan, pengelolaan limbah, serta penerapan teknologi hijau. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara UMKM, masyarakat, dan pemerintah setempat untuk menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, sehingga pembangunan ekonomi berkelanjutan dapat terwujud di Kelurahan Sangiang Jaya. KKN dengan tema ini tidak hanya bermanfaat sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.


Mengapa Kegiatan Tersebut Perlu Dilaksanakan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang kepada masyarakat sekaligus sarana penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah agar memberi manfaat langsung. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yang ada di lapangan. Salah satu fokus utama pelaksanaan KKN di Kelurahan Sangiang Jaya adalah penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, pemasaran digital, serta branding produk, sehingga kehadiran mahasiswa menjadi peluang untuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan solusi yang relevan. Selain itu, KKN juga berkontribusi pada bidang sosial, pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan lingkungan. Melalui program yang dirancang secara kolaboratif dan sesuai kebutuhan riil masyarakat, kegiatan ini tidak hanya membantu meningkatkan daya saing UMKM dan kesejahteraan warga, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran berharga bagi mahasiswa dalam mengasah soft skill, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan kepekaan sosial sebagai bekal di masa depan.


Tujuan Kegiatan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung di lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi lokal, mengorganisasi masyarakat, serta merumuskan solusi inovatif dalam memberdayakan UMKM secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Adapun tujuan kegiatan ini dapat dirinci sebagai berikut:

 1. Meningkatkan Empati dan Kepedulian Mahasiswa

Mahasiswa dilatih untuk lebih peka terhadap berbagai permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seperti keterbatasan sumber daya, akses pasar, dan praktik usaha ramah lingkungan. Hal ini mendorong tumbuhnya rasa peduli, empati, serta kesadaran sosial.

2. Mengembangkan Kedewasaan dan Kepribadian Berlandaskan Nilai Pancasila

Melalui interaksi langsung dan pendampingan masyarakat, mahasiswa dilatih untuk lebih mandiri, bijaksana dalam mengambil keputusan, serta menjunjung tinggi nilai gotong royong, toleransi, nasionalisme, dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

3. Menumbuhkan Keuletan, Etos Kerja, dan Jiwa Kewirausahaan Berkelanjutan

Kehidupan di masyarakat menuntut mahasiswa adaptif, tekun, dan inovatif. Dari proses ini, mahasiswa belajar etos kerja yang baik, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mengembangkan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga ramah lingkungan.

4. Meningkatkan Daya Saing Nasional Melalui UMKM Ramah Lingkungan

Mahasiswa berperan dalam memperkuat UMKM lokal agar mampu menghasilkan produk berkualitas, berdaya saing tinggi, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals).

5. Menumbuhkan Jiwa Peneliti dan Kemampuan Analisis Mahasiswa

Mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dan analitis melalui observasi lapangan, pengumpulan data, serta analisis terhadap potensi dan permasalahan UMKM. Dengan pendekatan ilmiah, mereka dapat memberikan rekomendasi solusi yang tepat, rasional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

6. Mendorong Terbentuknya Learning Community dan Learning Society

Mahasiswa tidak hanya menjadi pihak yang belajar, tetapi juga fasilitator untuk menumbuhkan budaya belajar di masyarakat. Dengan demikian, pelaku UMKM dan warga desa terbiasa berinovasi, beradaptasi, dan mengembangkan praktik usaha ramah lingkungan.

7. Memperkuat Hubungan Kelembagaan

Kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun sinergi antara universitas, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta pihak swasta. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, produktif, sejahtera, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.

 


Siapa Saja yang Terlibat Pada Kegiatan

Dalam Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang yang bertempat di Kelurahan Sangiang Jaya, melibatkan banyak pihak Internal maupun Eksternal. Berikut Pihak – Pihak yang terlibat:

  • Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • LPPM Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Kelurahan Sangiang Jaya
  • Ketua RW 08 Perumahan Taman Cibodas
  • Ketua RW 05 Kampung Sangiang
  • Ketua RT 01 Perumahan Taman Cibodas
  • Ketua RT 02 Perumahan Taman Cibodas
  • Ketua RT 03 Perumahan Taman Cibodas
  • Ketua RT 04 Perumahan Taman Cibodas
  • Ketua RT 05 Perumahan Taman Cibodas
  • Ketua RT 02 Kampung Sangiang
  • Ketua RT 04 Kampung Sangiang
  • Ketua PSM dan Anggota nya
  • Ketua Kader dan Anggota Nya
  • Pengurus Majelis (Al – Muttafiqin)
  • Pengurus Mushala Al Khotbiyah 
  • Guru (SD Sangiang Jaya & MI Al – Hidayah)
  • Keluarga Satelit Mawar
  • Karang Taruna RW 8
  • Masyarakat RW 8 Perumahan Taman Cibodas
  • Masyarakat RW 5 Kampung Sangiang
  • UMKM Wilayah Taman Cibodas
  • UMKM Wilayah Kampung Sangiang
  • Mahasiswa KKN UMT Kelurahan Sangiang Jaya

 

 

 

 

Apa Dampak Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Program KKN mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan, mulai dari seminar kesehatan mental, seminar penguatan UMKM, senam bersama, hingga gotong royong. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pelaksanaan program. Hal ini menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kegiatan dan hasilnya. Misalnya, dalam kegiatan gotong royong, warga bersama-sama menjaga kebersihan dan memperbaiki lingkungan sehingga muncul rasa tanggung jawab kolektif terhadap fasilitas umum. Dengan demikian, program KKN tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan mereka. 

Mahasiswa KKN berperan sebagai pengajar pengetahuan dengan membagikan ilmu dan pengalaman kepada masyarakat. Kegiatan seperti sosialisasi di SDN Sangiang Jaya, MI AlHidayah, bimbingan belajar di RW 4, serta pengajian anak-anak di RW 5 dan RW 8 menjadi sarana penting untuk meningkatkan wawasan generasi muda, baik dalam bidang pendidikan maupun keagamaan. Selain itu, seminar kesehatan mental dan seminar penguatan UMKM memberikan wawasan baru kepada pelaku usaha tentang pentingnya manajemen diri, kesehatan mental, dan strategi pengembangan usaha. Pengetahuan ini memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan yang mereka hadapi sehari-hari. 

Program-program KKN juga berfokus pada peningkatan keterampilan praktis masyarakat. Pembuatan desain logo dan banner UMKM, serta pembuatan konten street food, menjadi contoh nyata bagaimana pelaku usaha kecil dibekali kemampuan untuk mengembangkan branding, promosi, dan pemasaran produk mereka. Hal ini berdampak pada meningkatnya daya saing UMKM dalam menghadapi persaingan pasar. Di sisi lain, kegiatan Pustuling (Puskesmas Pembantu Keliling), PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dan PTM (Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular) memberikan bekal keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan pola hidup sehat. Dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan, tetapi juga pengetahuan praktis tentang cara mencegah penyakit, memenuhi kebutuhan gizi anak, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. 

Kegiatan KKN secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Pembuatan paving block dari sampah plastik membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memperbaiki akses jalan bagi warga. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih rapi, sehat, dan ramah lingkungan. Senam bersama memberikan manfaat kesehatan jasmani, sementara program PMT dan PTM meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberian gizi tambahan bagi anak-anak dan deteksi dini penyakit tidak menular. Selain itu, kegiatan gotong royong menciptakan suasana lingkungan yang lebih indah dan nyaman untuk ditinggali. Dengan demikian, program KKN membawa dampak nyata pada kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. 


Ceritakan Bagaimana Kegiatan Tersebut Berjalan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Sangiang Jaya telah berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan mahasiswa serta partisipasi aktif masyarakat. Selama pelaksanaan, berbagai program kerja telah dilaksanakan, baik program kerja besar, harian/mingguan, maupun kegiatan tambahan. Setiap program dirancang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan warga.

Program Kerja Besar

  1. Seminar Kesehatan Mental UMKM
    Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam menjalankan usaha. Proses persiapan dimulai dari penyusunan materi bersama narasumber, koordinasi dengan pihak kelurahan, hingga penataan tempat acara. Pada tanggal 30 Juli 2025, tim KKN kami melangsungkan seminar di Aula Kelurahan Sangiang Jaya yang dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM dengan target peserta sebanyak 30 orang. Acara ini turut mengundang salah satu dosen UMT sebagai narasumber, sedangkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kami berperan sebagai moderator. Seminar diisi dengan pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif, sehingga peserta dapat berbagi pengalaman serta memperoleh solusi terkait permasalahan yang dihadapi dalam usaha. Pak Lurah beserta staf kelurahan juga hadir untuk memberikan dukungan moral kepada para peserta.
  2. Seminar Penguatan UMKM
    Seminar ini berfokus pada strategi branding, pemasaran digital, serta manajemen keuangan sederhana sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka. Proses persiapan dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan pihak kelurahan, RW, serta koordinasi bersama para pelaku UMKM agar acara dapat berjalan dengan baik. Pada tanggal 9 Agustus 2025, tim KKN melaksanakan seminar kedua yang bertempat di Basecamp Satelit dengan target peserta sebanyak 40–50 orang. Acara ini menghadirkan salah satu dosen dari Universitas Muhammadiyah Tangerang yang berkompeten di bidang UMKM sebagai narasumber, serta turut dihadiri oleh Bapak RW, yaitu Pak Edward Hasibuan, yang memberikan dukungan langsung kepada peserta. Seminar diisi dengan pemaparan materi yang aplikatif dan mudah dipahami, dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta bertukar pengalaman serta mendapatkan solusi praktis untuk pengembangan usaha mereka. Tantangan utama dalam kegiatan ini adalah perbedaan latar belakang dan jenis usaha dari para peserta,
  3. Pembuatan Paving Block
    Kegiatan pembuatan paving block ini awalnya dirancang sebagai bentuk edukasi kepada warga sekitar mengenai bagaimana cara mengolah sisa sampah makanan maupun minuman bekas setelah dikonsumsi atau digunakan dalam kegiatan usaha. Tujuan utamanya adalah memberikan contoh nyata bahwa sampah bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya paving block. Namun dalam proses pelaksanaan, kegiatan ini mengalami kendala. Tantangan yang muncul adalah dari segi pengolahan sampah, karena bau yang ditimbulkan berpotensi mencemari udara di lingkungan sekitar dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Oleh sebab itu, rencana untuk melakukan demonstrasi langsung di hadapan masyarakat tidak dapat dilaksanakan. 
  4. Sosialisasi dan Pelatihan di SDN Sangiang Jaya
    Pada tanggal 5 Agustus 2025, tim KKN melaksanakan kegiatan sosialisasi di SDN Sangiang Jaya dengan sasaran siswa-siswi kelas 2. Tema utama kegiatan ini adalah pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kami memberikan materi mengenai cara memilah sampah organik dan nonorganik agar anak-anak dapat memahami sejak dini pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kami juga menyampaikan edukasi mengenai cara mencuci tangan dengan benar serta praktik menyikat gigi yang baik dan sehat. Untuk memudahkan pemahaman, kegiatan ini dilakukan melalui praktik langsung yang dipandu oleh tim, sehingga anak-anak dapat mencoba secara bersama-sama. Kami juga mengemas kegiatan dengan suasana menyenangkan, yaitu menyanyikan lagu bersama serta melakukan senam cuci tangan agar anak-anak lebih antusias mengikuti kegiatan. 
  5. Sosialisasi dan Pelatihan di MI Al-Hidayah
    Kegiatan sosialisasi ini difokuskan pada edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, dengan sasaran siswa-siswi kelas 2 di MI Al-Hidayah. Tema utama yang diangkat serupa dengan kegiatan sosialisasi di SD, yaitu pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Anak-anak diperkenalkan tentang cara memilah sampah organik dan nonorganik, langkah-langkah mencuci tangan dengan baik dan benar, serta praktik menggosok gigi yang sehat. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan disampaikan melalui metode interaktif. Anak-anak diajak berinteraksi dengan tim KKN melalui permainan edukatif, praktik langsung, serta penyampaian materi yang dibuat menarik dan mudah dipahami. Hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih antusias dan terlibat aktif dalam kegiatan. 
  6. Pembuatan Desain Logo UMKM
    Pada kegiatan ini, tim berhasil membantu dua pelaku UMKM dalam pembuatan logo kemasan, yaitu untuk penjual keripik singkong dan keripik pisang yang berada di sekitar posko KKN. Logo diberikan dalam bentuk soft file agar dapat digunakan langsung pada kemasan maupun media promosi lainnya. Selain itu, mahasiswa juga turut membantu salah satu pelaku usaha dari keluarga anggota kelompok, yaitu Mama Nia, yang berjualan keripik singkong. Dengan adanya logo ini, diharapkan usaha kecil tersebut memiliki citra yang lebih profesional dan mampu meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.
  7. Pembuatan Desain Banner UMKM
    Pada kegiatan ini, terdapat dua pelaku usaha yang dibantu. Pertama, tim membuatkan banner dalam bentuk soft file untuk Mama Wulan, seorang penjual berbagai jajanan seperti papeda, es mambo, dan makanan ringan lainnya yang berjualan di dekat lokasi bimbingan belajar. Lokasi usaha Mama Wulan yang cukup ramai pembeli membuat keberadaan banner diharapkan mampu semakin menarik perhatian pelanggan. Kedua, mahasiswa juga membuat banner dalam bentuk fisik untuk seorang ibu penjual martabak yang berjualan di sekitar Pasar Laris, Taman Cibodas. Namun, ketika banner akan diserahkan, usaha ibu tersebut sudah beberapa hari tidak berjualan dan terlihat tutup. Meski begitu, banner tetap disiapkan agar bisa digunakan kembali ketika usaha beliau beroperasi kembali.

Program Kerja Harian/Mingguan

  1. Bimbingan Belajar di RW 4
    Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin sampai Rabu setelah azan Magrib. Peserta yang mengikuti berasal dari berbagai jenjang, mulai dari anak pra-sekolah hingga siswa SMA/SMK. Untuk anak usia dini diberikan materi berupa pengenalan angka, huruf, dan kegiatan mewarnai. Sementara itu, bagi siswa sekolah dasar hingga menengah difokuskan pada bantuan pengerjaan tugas, penguatan materi pelajaran, serta pemberian tambahan ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan mereka. 
  2. Pengajian Anak-Anak di RW 5
    Anak-anak diajarkan membaca Iqra, Al-Qur’an, doa-doa harian, serta kisah-kisah teladan. Suasana pengajian berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Kegiatan mengaji ini dilaksanakan di dua tempat, salah satunya di rumah Ibu Saroh. Di sana, jadwal mengaji dibagi menjadi tiga sesi, yaitu pagi, siang, dan sore. Pembagian waktu ini membuat kegiatan lebih fleksibel, sehingga anggota kelompok yang memiliki kesibukan tetap dapat berkontribusi dalam mengajar, baik pada pagi maupun sore hari.
  3. Pengajian Anak-Anak di RW 8
    Pelaksanaan kegiatan mengaji dilakukan bersama guru ngaji setempat. Anak-anak diberikan pembelajaran tajwid, hafalan surat pendek, serta praktik membaca Al-Qur’an. Selain di rumah Ibu Saroh, tempat pengajian lainnya dilaksanakan di Musola RW 08. Berbeda dengan sebelumnya, pengajian di musola hanya berlangsung pada malam hari setelah salat Magrib, mulai dari Senin hingga Sabtu, sedangkan pada hari Minggu kegiatan diliburkan.
  4. Senam Bersama
    Kegiatan senam bersama dilaksanakan setiap akhir pekan dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan usia, khususnya ibu-ibu warga Sangiang Jaya. Tujuan kegiatan ini tidak hanya untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antarwarga. Mahasiswa KKN turut berkontribusi dalam kegiatan rutin ini sebagai bentuk partisipasi aktif di tengah masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Basecamp Satelit, yang menjadi tempat multifungsi bagi warga untuk mengadakan berbagai acara. Sebagai bentuk kebersamaan, setiap selesai senam para ibu-ibu biasanya menyajikan hidangan sederhana yang dapat dinikmati bersama-sama.
  5. Pustuling (Puskesmas Pembantu Keliling)
    Mahasiswa KKN diminta oleh ibu dini selaku ketua psm dan juga ibu kader untuk turut mendampingi tenaga kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan (pustuling). Pendampingan dilakukan mulai dari proses pendataan hingga pengaturan antrean agar kegiatan berjalan lebih tertib. Kami juga terlibat langsung dalam beberapa aktivitas, seperti mencatat kehadiran peserta, menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, hingga mengukur lingkar perut. Selama satu bulan, kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak empat kali dengan jumlah peserta yang cukup banyak, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, yang antusias memeriksakan kesehatan dasarnya.
  6. PMT (Pemberian Makanan Tambahan)
    Kegiatan ini ditujukan khusus untuk balita dengan memberikan makanan bergizi seperti bubur kacang hijau dan telur. Tujuan utama program adalah mencegah stunting serta mendukung pertumbuhan anak pada usia dini. Selain dilaksanakan di posyandu, kader setempat bersama mahasiswa KKN juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga yang memiliki balita untuk memberikan makanan tambahan. Hal ini dilakukan agar distribusi gizi dapat merata dan lebih tepat sasaran.
  7. PTM (Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular)
    Pemeriksaan dilakukan terhadap tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Mahasiswa turut membantu pendampingan warga serta pencatatan hasil pemeriksaan. Kegiatan ini dilaksanakan karena cukup banyak lansia di wilayah Sangiang Jaya yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. Tujuannya adalah menjaga kesehatan serta mencegah penyakit sejak dini. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah tidak dikenakan biaya, sedangkan pengecekan kolesterol dikenakan biaya sebesar Rp50.000 per orang.
  8. Konten Street Food
    Kegiatan dokumentasi dilakukan dengan membuat konten foto dan video kuliner kaki lima yang ada di sekitar wilayah Sangiang Jaya. Hasil dokumentasi dipublikasikan melalui media sosial sebagai sarana promosi untuk mendukung penguatan UMKM lokal, sesuai dengan tema pengabdian yang kami jalankan. Fokus dokumentasi tidak hanya di kawasan Pasar Laris Taman Cibodas yang terkenal ramai dengan aneka jajanan, tetapi juga di sekitar SD Sangiang Jaya dan MI Al-Hidayah yang banyak menjual makanan unik. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar konten yang dibuat dapat menjadi dasar bagi karang taruna setempat untuk dikembangkan lebih lanjut, terutama dalam mempromosikan jajanan baru yang muncul di kemudian hari. Namun, kendala yang dihadapi adalah sulitnya menjalin komunikasi dengan pihak karang taruna karena tidak ada yang bisa dihubungi. 
  9. Gotong Royong
    Gotong royong bersama warga dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, perbaikan fasilitas umum, serta persiapan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Kegiatan pertama dilakukan di RW 08 bersama warga sekitar dengan fokus membersihkan lingkungan dan memperbaiki fasilitas yang ada. Selanjutnya, gotong royong juga dilaksanakan di Kelurahan Sangiang Jaya atas permintaan staf kelurahan. Kami turut membantu dalam pemasangan umbul-umbul.

Kegiatan Lainnya

  1. Pembagian Beras di Kelurahan
    Kegiatan pembagian beras dilakukan di kantor Kelurahan Sangiang Jaya pada tanggal 23 Juli 2025. Sebelum menerima beras, warga terlebih dahulu diminta untuk melakukan beberapa prosedur, antara lain membawa kartu keluarga ke rumah Ibu Dini atau kader setempat untuk pendataan, menerima undangan penerima beras, serta menjalani pemeriksaan berupa pengambilan sampel dahak. Proses ini berlangsung sejak tanggal 21 Juli 2025, dengan tujuan agar pembagian berjalan tertib, terdata dengan baik, dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, warga dari berbagai RT hadir di kantor kelurahan, sementara kami membantu proses distribusi bersama kader dan pihak dinas pangan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
  2. Mengecat Kelurahan
    Kegiatan ini dilakukan untuk memperindah dan merapikan kantor Kelurahan Sangiang Jaya. Proses dimulai dari pembersihan dinding hingga pengecatan ulang dengan warna baru agar tampak lebih bersih dan nyaman. Pada tanggal 8 Agustus 2025, kami bersama staf kelurahan bergotong royong melakukan pengecatan sebagai persiapan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.


Dokumentasi

Pelepasan KKN di Stadion Nambo 
Pembukaan KKN di Kelurahan Sangiang Jaya 
Seminar Kesehatan Mental UMKM
Seminar Penguatan UMKM
Pembuatan Paving Block 
Sosialisasi dan Pelatihan Hidup Bersih di SDN Sangiang Jaya 
Sosialisasi dan Pelatihan Hidup Bersih di MI Al-Hidayah 
Penyerahan Design Logo dan Pelatihan Foto Prodak 
Pembuatan Design Logo UMKM
Pembuatan Design Banner UMKM
Bimbingan Belajar di RW 4
Pengajian Anak-Anak di RW 5
Pengajian Anak-Anak di RW 8
Senam Bersama di RW 8
PUSTULING (Puskesmas Pembantu Keliling)
PMT (Pemberian Makanan Tambahan) 
PTM (Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular)
Konten Street Food
Gotong Royong
Pembagian Beras di Kelurahan Sangiang Jaya 
Mengecat Kelurahan 
Penutupan KKN di RW 8 Taman Cibodas 
Penutupan KKN di Kelurahan Sangiang Jaya

 

Penutup

Demikianlah laporan akhir Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas rangkaian kegiatan yang telah terlaksana. Selama masa KKN, kami berupaya memberikan kontribusi terbaik demi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kelurahan Sangiang Jaya. Program dan aktivitas yang kami jalankan diharapkan mampu membawa manfaat nyata serta memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi warga. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat keterbatasan dan kekurangan. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak agar pelaksanaan KKN di masa mendatang dapat berjalan lebih optimal. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasi, baik dari universitas, masyarakat, maupun lembaga yang terkait. Semoga seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi langkah awal yang baik untuk keberlanjutan program yang dirancang, serta mampu terus dikembangkan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Penulis

Azizah Cahya Amanda

Azizah Cahya Amanda

S1-Ilmu Komunikasi