Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

: Kamis, 17 Juli 2025 : Desa Sukadamai

Latar belakang kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) didasari pada filsafat pendidikan yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Proses pembelajaran bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai segi kehidupan. Pelaksanaan kuliah demikian diharapkan dapat meningkatkan empati mahasiswa dan memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat. Sebagai kegiatan intrakurikuler, KKN merupakan bagian integral dari kurikulum program studi yang diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial.

Sebagai bagian dari aktifitas akademika, baik secara pribadi maupun kelompok, secara langsung maupun tidak langsung, mahasiswa harus menjaga citra dan nama baik institusi. Oleh karena itu, dalam upaya membantu memecahkan permasalahan yang ada, perlu mengedepankan etika akademik, nilai, dan norma, serta etika sosial di masyarakat. Mahasiswa juga dituntut menjunjung tinggi pluralitas dan toleransi terhadap berbagai perbedaan di lokasi KKN, serta mengedepankan kebersamaan dan kerukunan dalam setiap upaya perbaikan yang dilakukan.

Waktu pelaksanaan KKN yang berlangsung kurang lebih empat minggu merupakan waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Melalui KKN diharapkan mahasiswa dapat mengamalkan ilmu, teknologi, dan seni yang diperoleh selama proses pembelajaran sehingga berdaya guna untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat. Dengan demikian, KKN merupakan wujud nyata peran mahasiswa sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan sosial Universitas Muhammadiyah Tangerang kepada masyarakat.

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata tahun 2025 menempatkan kelompok KKN dan seluruh anggota kelompok di Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Djuhrijjani, S.H., M.H., bertugas memantau kinerja mahasiswa KKN, baik dalam membaca potensi daerah, memantau perkembangan di lapangan, maupun merespons kendala yang dihadapi selama kegiatan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan program sesuai situasi dan kondisi yang ada, baik program yang berbasis kompetensi maupun kegiatan di luar kompetensinya.

Mahasiswa Kelompok KKN berupaya mengamalkan, menerapkan, dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari proses perkuliahan untuk menganalisis serta memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Sukadamai. Mahasiswa KKN yang berasal dari berbagai fakultas menjalin kerja sama yang solid, sehingga program kerja yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik.

Secara administratif, Desa Sukadamai terdiri atas 21 Rukun Tetangga (RT), 6 Rukun Warga (RW), dengan luas wilayah 405,5 ha dan jumlah penduduk 15.766 jiwa, Secara umum, kelompok KKN membentuk 6 Badan Pengurus Harian (BPH) dan 5 divisi utama, yaitu Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Divisi Acara, Divisi Hubungan Masyarakat (Humas), Divisi Logistik, Divisi Konsumsi, serta Divisi Publikasi, Desain, dan Dokumentasi (PDD).

Pembagian tugas ini telah didiskusikan oleh seluruh anggota kelompok agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan lancar. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu mahasiswa yang banyak bekerja serta kondisi sosial masyarakat yang cenderung lebih fokus pada kegiatan perekonomian. Kendala-kendala awal tersebut memberikan efek yang cukup signifikan, terutama pada tingkat keseriusan dalam meninjau ulang potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan KKN.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan KKN tersebut perlu dilaksanakan karena menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu, teknologi, dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah. Melalui KKN, mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam memecahkan permasalahan masyarakat, mengasah empati, kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial, serta membangun kerja sama lintas disiplin. Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara universitas dengan masyarakat, menjaga citra positif institusi, dan menumbuhkan nilai toleransi, etika sosial, serta kebersamaan di tengah keberagaman. 

Selain itu, KKN menjadi bentuk pertanggungjawaban moral dan sosial perguruan tinggi kepada masyarakat, sehingga manfaat yang dihasilkan bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk peningkatan kualitas hidup warga di lokasi kegiatan.

Adapun manfaat yang di dapat oleh mahasiswa, masyarakat dan kampus adalah sebagai berikut: 

  1.  Mahasiswa 
  1. Memperdalam pemahaman terhadap cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya keterkaitan dan kerja sama antarsektor.
  2. Mendewasakan pola pikir mahasiswa dalam penelaahan dan pemecahan masalah yang ada di masyarakat secara pragmatis dan ilmiah.
  3. Memberikan keterampilan untuk melaksanakan pembangunan berdasarkan ilmu, teknologi, dan seni secara interdisipliner dan antarsektor.
  4. Melatih mahasiswa untuk mengaktualisasikan peran sebagai inovator, motivator, dinamisator, dan problem solver.
  5. Memberikan pengalaman belajar dan bekerja secara langsung kepada mahasiswa dalam menelaah, merumuskan, atau memecahkan masalah, sehingga tumbuh sifat profesionalisme dan kepedulian sosial yang mencakup peningkatan keahlian, tanggung jawab, dan rasa kesejawatan.

 

  1.  Masyarakat dan Pemerintahan Desa
  1. Memperoleh bantuan tenaga dan pemikiran dari mahasiswa KKN dalam merencanakan serta melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti program literasi, penyuluhan hukum, dan peningkatan fasilitas keagamaan.
  2. Memperoleh pengetahuan dan metode baru di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan seni yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pemanfaatan media digital untuk edukasi dan pengelolaan administrasi desa.
  3. Memperoleh pengalaman serta pola pikir yang mendorong sikap proaktif dalam menggali dan mengembangkan potensi masyarakat, sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa.
  4. Memperoleh pembaruan dan inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, seperti peningkatan literasi hukum, perluasan akses bacaan, dan penguatan kegiatan keagamaan.
  5. Terbentuknya kader-kader muda penerus pembangunan desa yang siap melanjutkan program positif yang telah dirintis selama kegiatan KKN, sehingga kelangsungan pembangunan desa dapat terjaga.
  1.  Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang
  1. Memperoleh umpan balik dari hasil pengintegrasian mahasiswa dengan proses pembangunan di masyarakat, yang dapat digunakan sebagai masukan untuk penyesuaian kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu sesuai tuntutan nyata pembangunan, sehingga perguruan tinggi semakin mantap dalam memberikan pendidikan.
  2. Memperoleh berbagai kasus berharga yang dapat digunakan oleh tenaga pengajar sebagai contoh dalam perkuliahan atau proses pendidikan lainnya, sekaligus menemukan berbagai masalah yang dapat menjadi bahan penelitian.
  3. Mempercepat, meningkatkan, memperluas, atau mempererat kerja sama antara perguruan tinggi sebagai pusat ilmu, teknologi, dan seni dengan instansi, dinas, maupun departemen terkait dalam melaksanakan pembangunan. Dalam hal ini, mahasiswa KKN dapat menjadi perintis kerja sama yang perlu ditindaklanjuti oleh perguruan tinggi atau menjadi penerus kerja sama yang telah dirintis sebelumnya.


Tujuan kegiatan

Tujuan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mencakup berbagai aspek yang berfokus pada pengembangan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup. Berikut adalah beberapa tujuan dari program kerja yang telah di laksanakan antara lain:

Pengembangan Ekonomi Lokal dan UMKM

  1. Memberikan pelatihan kepada pelaku usaha lokal tentang strategi pemasaran produk yang efektif.
  2. Mengajarkan teknik branding untuk meningkatkan citra dan daya tarik produk.
  3. Membimbing pelaku UMKM membuat akun media sosial bisnis sebagai sarana promosi.
  4. Mengajarkan pembuatan dan optimasi Google Maps untuk memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha.
  5. Mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pasar.

Peningkatan Literasi dan Minat Baca

  1. Menyediakan akses bacaan melalui program Taman Membaca untuk anak-anak.
  2. Menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan anak-anak sebagai kegiatan positif di waktu luang.
  3. Mengadakan kegiatan kreatif seperti membuat tempat pensil dari gelas plastik yang dihias dengan kertas karton.
  4. Mengajarkan keterampilan daur ulang untuk meningkatkan kreativitas sekaligus peduli lingkungan.
  5. Memberikan wawasan tentang pentingnya literasi untuk pengembangan diri sejak usia dini.

Penguatan Pendidikan dan Penyuluhan di Sekolah

  1. Menyampaikan materi penyuluhan yang relevan dengan kebutuhan siswa seperti penyuluhan Stop Bullying dan Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat.
  2. Memberikan edukasi terkait topik yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
  3. Mendukung pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
  4. Mengembangkan metode penyampaian materi yang menarik dan interaktif.

Peningkatan Pengetahuan Agama dan Karakter Anak-anak

  1. Menyelenggarakan kegiatan mengaji rutin setiap sore hari.
  2. Mengajarkan bacaan iqra dan Al-Qur’an secara bertahap.
  3. Menanamkan nilai-nilai akhlak mulia melalui pembelajaran agama.
  4. Membiasakan anak-anak untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif.
  5. Menumbuhkan rasa cinta terhadap agama dan budaya lokal.

Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Posyandu dan PMT

  1. Mendukung pelaksanaan Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan balita.
  2. Membantu kegiatan posyandu dalam berikan edukasi kepada ibu-ibu tentang gizi seimbang dan pola makan sehat bagi anak.
  3. Mengikuti kegiatan pembagian makanan tambahan untuk balita Bersama ibu-ibu posyandu.
  4. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit stunting bagi anak-anak.

Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat

  1. Mengajak warga untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan KKN.
  2. Mendorong terbentuknya kerja sama antara mahasiswa dan Masyarakat melalui kegiatan senam dan gotong royong.
  3. Memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap program yang dijalankan.
  4. Menciptakan jaringan komunikasi yang baik antara mahasiswa, aparat desa, dan warga.

Penguatan Hubungan Sosial dan Kebersamaan

  1. Menyelenggarakan Malam Pentas Seni sebagai puncak kegiatan.
  2. Mempererat hubungan emosional antara mahasiswa KKN dan masyarakat.
  3. Memberikan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih atas dukungan warga.
  4. Meninggalkan kesan positif dan membangun kenangan bersama yang berharga.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

Para staf desa dan warga Desa sukadamai: 

Kepala Desa Sukadamai

Sekretaris Desa Sukadamai

Ketua RW 01 

Ketua RT 01/01 

Ketua RT 02/01 

Ketua RT 03/01 

Ketua RT 04/01 

Ketua LPM Desa Sukadamai 

Ketua Karang Taruna Desa Sukadamai 

Kader Posyandu Desa Sukadamai 

Ketua PKK Desa Sukadamai 

Anggota PKK Desa Sukadamai 

Tokoh Masyarakat Desa Sukadamai 

Babinsa Desa Sukadamai 

Bhabinkamtibmas Desa Sukadamai 

Warga Desa Sukadamai

Ida Rahmawati

Eka Putri Jayanti

Aina Fitralisti

Nasywa Nova Adhilla Hasan

Siti Fariha Nur Alawiyah

Putri Wahyuni

Wibowo Setiaji

Nieken Dava Sukardi

Hanan Dectya Yodha

Mifta Sachfira Putri

Syah Rifsqi Ramadhan

Anas Surya Bagasasi

Rosa Aulia Fitri Siregar

Perty Hilda Angelica

Muhamad Gilang Permana

Ade Nur Alifah

Yening Vebriliana

Mutia Kholisah

Gustsany Rangga Wijaya Sutarto

Ulfah Aulia

Selfi Kurniawati

Fahreza Al Hakim

Ridho Adi Nugroho

Didan Permana Azhar

Rifen Adi Putra

Hamjah Akbar

Nabila Kayla Elka Ghassani

Lilin Nur Buana


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

 

  1. Dampak bagi Masyarakat
  1. Ekonomi 

UMKM menjadi lebih melek digital, mampu memasarkan produk secara online, dan lebih mudah ditemukan konsumen, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan.

  1. Pendidikan & Literasi

Anak-anak lebih gemar membaca, memiliki kreativitas dalam membuat kerajinan, serta mendapatkan penyuluhan yang relevan seperti stop bullying dan PHBS.

  1. Keagamaan & Moral 

Anak-anak dan warga lebih aktif mengikuti kegiatan mengaji, yasinan, dan kegiatan keagamaan lain yang memperkuat akhlak dan nilai moral.

  1. Kesehatan 

Kesadaran warga terhadap gizi seimbang, pencegahan stunting, dan pola hidup sehat meningkat melalui posyandu dan senam bersama.

  1. Sosial & Kebersamaan 

Hubungan antar warga dan dengan mahasiswa KKN semakin erat, tercipta rasa memiliki terhadap program, serta tumbuh semangat gotong royong.

  1. Dampak bagi Lingkungan
  1. Perbaikan Lingkungan Fisik 

Pemanfaatan barang bekas untuk kerajinan mengurangi limbah plastik, serta adanya papan penanda memudahkan akses fasilitas umum.

  1. Penguatan Lingkungan Sosial 

Terbentuk jaringan komunikasi yang baik antara warga dan perangkat desa, serta meningkatnya partisipasi dalam kegiatan bersama.

  1. Keberlanjutan Program

Warga memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk melanjutkan program pasca-KKN, sehingga manfaat tetap berlanjut.

 


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

  1. Program Unggulan
  1. Seminar UMKM Penerapan branding dan digitalisasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas

            Seminar umkm yang di laksanakan tanggal 14 Agustus 2025, Kami menghadirkan Narasumber Bapak Drs. H. Imran Rosidi NH, M.M dari Fakultas Ekonomi Bisnis. Untuk membawakan tema UMKM dengan topik “Penerapan Branding Digitalisasi Untuk Menjangkau Pasar Yang Lebih Luas”.  kegiatan seminar UMKM di adakan di aula Desa Sukadamai membahas penerapan branding dan digitalisasi menjadi strategi penting untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Branding berperan dalam membangun citra positif dan identitas unik perusahaan melalui elemen visual, pesan merek, serta pengalaman pelanggan yang konsisten. Citra merek yang kuat akan memudahkan perusahaan mendapatkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan loyalitas mereka.

            Di sisi lain, digitalisasi membuka peluang tanpa batas geografis untuk memasarkan produk atau jasa. Melalui media sosial, e-commerce, website resmi, dan iklan digital, perusahaan dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif. Pemanfaatan teknologi seperti sistem manajemen pelanggan (CRM) juga membantu mengelola hubungan dengan konsumen secara lebih terukur dan personal.

            Kombinasi antara branding yang konsisten dan strsategi digital yang tepat mampu meningkatkan kesadaran merek, memperkuat posisi di pasar, serta mendorong pertumbuhan penjualan. Dengan memaksimalkan kedua aspek ini, perusahaan dapat bersaing secara kompetitif dan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

            Tujuan utama branding digital bagi warga Desa Sukadamai adalah membangun dan memperkuat citra produk atau jasa desa secara konsisten di dunia online, agar lebih dikenal luas, menjangkau pasar tanpa batas geografis, serta meningkatkan interaksi dengan pembeli. Melalui strategi digital, warga Desa Sukadamai dapat menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan, mendorong penjualan, sekaligus memanfaatkan data analitik untuk mengukur efektivitas promosi dan mengoptimalkan pemasaran di masa depan.

 

  1. Seminar Penyuluhan Pinjol (Pinjaman Online)

Pada kegiatan seminar yang dilaksanakan pada tanggal 04 Agustus 2025, dalam salah satu proker yang kami buat, diisi oleh narasumber Ibu Hj.Dwi Nur Fauziah Ahmad, SH., MH. yang mengisi acara tersebut berasal dari fakultas Hukum untuk memberikan penyuluhan dengan topik “Mengenal Perjanjian dalam Pinjaman Online (Pinjol).” Materi yang disampaikan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang: 

  1. Pengertian Pinjol

Pinjaman online merupakan fasilitas pinjaman uang yang disediakan oleh perusahaan financial technology (fintech) melalui platform berbasis internet atau aplikasi mobile. Seluruh proses, mulai dari pengajuan hingga pencairan dana, dilakukan secara digital tanpa perlu adanya pertemuan langsung atau tatap muka antara peminjam dan pemberi pinjaman. Kemudahan akses serta proses yang cepat menjadi alasan utama mengapa layanan ini banyak diminati oleh masyarakat.

  1. Mengapa banyak yang menggunakan pinjol

Banyak masyarakat tertarik menggunakan pinjaman online (pinjol) karena kemudahannya dalam proses pengajuan yang cepat, tanpa jaminan, dan hanya membutuhkan aplikasi berbasis internet. Selain itu, tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif mendorong sebagian orang untuk mencari solusi keuangan secara instan. Pinjol juga menawarkan kemudahan akses serta prosedur yang sederhana, sehingga pengguna bisa mendapatkan dana dalam waktu singkat.

  1. Regulasi perlindungn hukum pinjol

Pinjaman online (pinjol) diatur oleh beberapa regulasi penting, yaitu Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi, Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999, dan Undang-Undang ITE No. 11 Tahun 2008 jo. UU No. 19 Tahun 2019 jo. UU No. 1 Tahun 2024. Regulasi dimaksudkan agar konsunen dalam hal ini debitur terlindungi dari praktik yang merugikan seperti biaya atau bunga yang tinggi, verivikasi data yang tidak sesuai aturan serta cara penagihan yang berlebihan. Tujuan utama dari regulasi ini adalah agar masyarakat lebih terlindungi secara hukum saat menggunakan layanan pinjol.

  1. Ciri perjanjian Baku

Perjanjian baku pada pinjaman online (pinjol) adalah perjanjian yang disusun secara sepihak oleh penyedia layanan dengan format standar yang tidak dapat diubah. Peminjam tidak memiliki ruang untuk bernegosiasi dan hanya diberikan pilihan untuk menerima atau menolak perjanjian tersebut. Perjanjian ini umumnya berbentuk kontrak elektronik yang disetujui melalui klik persetujuan secara digital, sehingga meskipun praktis, tetap mengikat secara hukum.

  1. Waspadai pinjol illegal

Pinjol ilegal perlu diwaspadai karena sering kali menawarkan bunga tinggi dan biaya tersembunyi yang memberatkan peminjam. Selain itu, mereka kerap melakukan penagihan dengan cara-cara yang merugikan, seperti teror, ancaman, serta menghubungi kontak darurat tanpa izin. Pinjol ilegal juga rawan menyalahgunakan data pribadi dan tidak berada di bawah perlindungan hukum, sehingga dapat menimbulkan jerat utang berkepanjangan serta merusak reputasi pribadi peminjam.

  1. Bijak pemanfaatan pinjol

Sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman online (pinjol), penting bagi masyarakat untuk memahami risiko yang mungkin timbul serta mengetahui hak-haknya sebagai konsumen. Membaca syarat dan ketentuan dengan teliti menjadi langkah awal yang harus dilakukan, terutama terkait besarnya bunga, biaya administrasi, dan denda keterlambatan. Semua biaya yang timbul harus benar-benar dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Jika terdapat hal yang tidak dimengerti, peminjam sebaiknya meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada penyedia pinjaman. Sikap bijak ini penting untuk menghindari jerat utang dan risiko dari platform pinjol ilegal. 

Melalui kegiatan seminar penyuluhan tentang pinjaman online (pinjol), masyarakat desa sukadamai mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai apa itu pinjol, alasan masyarakat tertarik menggunakannya, serta risiko yang mengintai di balik kemudahannya.

 Dengan adanya penjelasan mengenai regulasi dan perlindungan hukum. Masyarakat Desa Sukadamai juga diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menyetujui perjanjian, terutama yang bersifat baku dan dibuat secara sepihak. Selain itu, penyuluhan ini menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri pinjol ilegal dan dampak buruk yang ditimbulkannya. Harapannya, masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan pinjol, tidak terjebak dalam jerat utang, dan selalu memastikan bahwa layanan yang digunakan telah terdaftar secara resmi serta sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

  1. Wakaf Al-Qur’an dan Alat Ibadah

Program kerja ini bertujuan untuk menyalurkan waqaf Al-Qur’an serta alat perlengkapan ibadah ke musholla sekitar Desa Sukadamai yaitu Musholla Al-Ikhlas dan Nurul Fattah, serta tempat pengajian. Wakaf Al-Qur’an ini diperoleh dari Kementerian Agama (KEMENAG) Republik Indonesia sebanyak 20 buah Al-Qur’an, selain Al-Qur’an diserahkan pula waqaf Iqra berupa sebanyak 15 serta donasidari Masyarakat dalam bentuk mukena layak pakai sebanyak 17 mukena, 12 sarung, 9 sajadah, dan 100 buah petunjuk untuk mengaji. Kegiatan penyaluran perlengkapan ibadah ini dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025 Seluruh peserta KKN dibagi menjadi dua kelompok untuk efisiensi pelaksanaan.

Tujuan utama dari program ini adalah”

  1. Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial keagamaan serta membangun jaringan kerja sama antara kampus dengan melibatkan mahasiswa dalam program wakaf, baik sebagai penerima manfaat atau sebagai pengelola, dapat membentuk karakter mereka yang lebih peduli terhadap kepentingan umat dan keberlanjutan sosial.
  2. Program wakaf ini bisa menjadi peluang untuk menjalin kerjasama antara FAI (PAI) dengan berbagai lembaga sosial, atau individu yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan Islam dan pengembangan masyarakat.

Secara keseluruhan, proker wakaf ini bertujuan untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan bagi fakultas, mahasiswa, dan umat atau Masyarakat di Desa Sukadamai secara luas.

 

  1. Penyuluhan Bullying kesekolah 

Kegiatan penyuluhan bullying yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah 34 Cikupa, pada tanggal 25 Juli 2025. Sebagian mahasiswa KKN Desa Sukadamai langsung melakukan Penyuluhan bullying kepada siswa siswi SD Muhammadiyah sebagai bentuk edukasi kepada siswa kelas 6 tentang:

  1. Meningkatkan kesadaran siswa agar memahami apa itu Bullying, serta bentuk-bentuk bullying (Fisik, non fisik, Sosial, Cyber) dan dampaknya untuk korban.
  2. Memberitahu siswa ciri-ciri Bullying yang dilakukan secara berulang maupun disengaja, serta memberitahu siswa yang bukan termasuk Bullying yaitu konflik biasa, hanya dilakukan satu kali sebagai bentuk iseng atau jail, dan candaan yang tidak menyakitkan.
  3. Dampak dari Bullying dampak fisik dan kesehatan tubuh, psikologis emosional, dampak sosial hubungan, dampak fisik dan kesehatan tubuh, dari aksi Bullying tersebut.
  4. Langkah-langkah menangani Bullying dengan cara mendengarkan teman yang merasa tidak nyaman, memberikan kata-kata yang baik dan dukungan, serta memberi tahu orang dewasa yang bisa membantu.  
  5. Edukasi pencegahan Bullying dimulai dari edukasi kesadaran penuh tentang Bullying, peran aktif dan posistif teman-teman, lingkungan yang positif, serta memahami kebijakan anti Bullying yang tegas.

Selain penyampaian materi kami juga menyelipkan permainan singkat untuk mencairkan suasana seperti ice breaking/games ringan selama 5-10 menit, dan memberikan contoh-contoh sederhana seperti bermain peran bagaimana cara menolong teman yang dibully, atau ketika sedang dibully. 

Kami juga mengajarkan untuk berani berkata “STOP BULLYING” secara sopan kepada siswa-siswi SD Muhammadiyah. di akhir kegiatan kami juga melakukan diskusi singkat tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak bertanya atau bercerita mengenai pengalaman mereka jika pernah melihat atau merasakan Bullying.

 

  1. Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis, dengan pembagian peserta berdasarkan kelas: hari Selasa untuk kelas 1, Rabu untuk kelas 2, dan Kamis untuk kelas 3. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dan dipandu oleh mahasiswa KKN yang bertindak sebagai pemateri. 

Penyuluhan bertujuan untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini melalui materi interaktif, video edukasi, serta praktik langsung seperti mencuci tangan yang benar. Anak-anak diajak untuk memahami dan membiasakan perilaku hidup sehat baik di rumah maupun di sekolah, seperti mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, makan makanan sehat, dan berolahraga secara rutin.

  1. Mengenalkan dan menanamkan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini,
  2. Mendorong anak-anak agar terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
  3. Meningkatkan kesadaran anak-anak tentang cara mencegah penyakit melalui kebiasaan hidup sehat setiap hari.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan, perkenalan pemateri, serta ice breaking untuk membangun semangat dan antusiasme peserta. Setelah itu, anak-anak diajak menyimak video edukatif tentang kebiasaan hidup sehat yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Materi utama meliputi penjelasan tentang pengertian PHBS, tujuan PHBS, serta contoh penerapan di sekolah dan di rumah. Di sekolah, anak-anak diajarkan pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain, makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih, membuang sampah pada tempatnya, berolahraga secara rutin, dan tidak merokok di lingkungan sekolah. Sementara itu, di rumah anak-anak diajak untuk membiasakan diri menggunakan air bersih, makan makanan bergizi, serta membersihkan diri setelah bermain di luar. Salah satu kegiatan yang paling disukai adalah simulasi enam langkah mencuci tangan yang benar, yang dipraktikkan bersama dengan panduan dan lagu agar lebih mudah diingat.

Manfaat dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, membentuk kebiasaan baik sejak dini seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mencegah penyebaran penyakit di rumah dan sekolah. Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih serta penguatan semangat untuk terus menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1. Taman Membaca Perpustakaan 

Kegiatan Taman Membaca merupakan program literasi yang dijalankan secara rutin oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang setiap hari Sabtu di Perpustakaan Desa Sukadamai. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu selama masa KKN, yaitu tanggal 26 Juli, 2 Agustus, dan 9 Agustus 2025, bertempat di Perpustakaan Desa Sukadamai. 

Program ini ditujukan untuk anak-anak usia sekolah dasar yang tinggal di sekitar desa dengan tujuan menumbuhkan budaya membaca, melatih kemampuan menyimak cerita, serta memperkenalkan nilai-nilai moral secara menyenangkan melalui cerita. Kegiatan Taman Membaca di mulai pada pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

  1. Kegiatan taman membaca pertama yaitu pada tanggal 26 Juli 2025 ada pun rangkaian kegiatannya sebagai berikut: 
  1. Acara dibuka dengan doa bersama dan sesi ice breaking selama 30 menit untuk membangun semangat dan kenyamanan anak-anak dalam mengikuti kegiatan.
  2. Anak-anak diajak menonton film cerita pendek yang telah dipilih sesuai dengan usia mereka. Film yang diputar mengandung nilai edukatif dan amanat moral.
  3. Setelah menonton film, panitia memberikan kuis ringan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana anak-anak memahami cerita yang telah ditonton. Pertanyaan mencakup siapa tokoh utama, bagaimana jalan cerita berlangsung, serta apa pesan moral atau amanat yang dapat diambil.
  4. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi terhadap partisipasi anak-anak.

Untuk mendukung suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa turut menghias ruangan perpustakaan dengan berbagai poster edukatif dan visual tematik. Terdapat lima poster utama, satu peraturan perpustakaan, satu poster pojok baca, serta lima label kategori buku untuk rak-rak yang tersedia.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias, menjawab pertanyaan dengan aktif, dan menunjukkan ketertarikan untuk membaca dan menyimak lebih lanjut. Taman Membaca ini menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai karakter kepada anak-anak secara menyenangkan dan interaktif

  1. Kegiatan taman membaca Kedua yaitu pada tanggal 02 Agustus 2025 ada pun rangkaian kegiatannya sebagai berikut: 
  1. Mahasiswa KKN membacakan cerita fabel lalu membagi peran kepada anak-anak untuk memerankannya secara langsung. 
  2. Anak-anak diajak berdialog sesuai tokoh yang dimainkan, lengkap dengan ekspresi dan intonasi suara yang menyenangkan. 

Kegiatan ini disambut antusias karena menghadirkan suasana belajar yang seru dan interaktif. Selain mengenalkan nilai-nilai moral dari cerita fabel, anak-anak juga belajar percaya diri dalam berbicara di depan umum. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan pembimbing agar setiap anak mendapatkan kesempatan tampil. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter positif serta membangun kecintaan anak-anak terhadap buku dan dunia literasi sejak dini.

  1. Kegiatan taman membaca tanggal 09 Agustus 2025 adapun rangkaian kegiatannya sebagai berikut:

Kegiatan taman membaca di minggu terakhir diisi dengan dengan membaca buku cerita lalu prakarya membuat tempat pensil dari karton yang dibentuk seperti lebah lucu. Anak-anak terlihat antusias saat menerima bahan-bahan yang sudah disiapkan, seperti karton, kertas warna, double tip, gunting, dan spidol. 

Kami membimbing mereka langkah demi langkah, mulai dari menyiapkan bahan yang sudah di potong, menempel kertas warna, menggambar wajah lebah, hingga merakitnya menjadi tempat pensil. Suasana belajar jadi seru karena anak-anak bisa sambil bercanda dan berkreasi sesuai imajinasi mereka. Hasil karya kemudian dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dari mahasiswa KKN Desa Sukadamai.

 

 

  1. Sign System Penanda Mushola

Salah satu tugas program kerja Divisi Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah membuat Sign system yaitu papan nama untuk mushola. Tujuan dari system ini adalah untuk menentukan identitas masjid melalui pemasangan papan nama (signage) yang informatif, menarik, dan sesuai dengan prinsip desain visual. Dengan mempertimbangkan elemen identitas masjid, seperti nama, arah kiblat, dan informasi tentang jam salat, papan nama dibuat untuk berfungsi sebagai petunjuk arah bagi penanda. Sign system penanda harus dipasang di tempat yang strategis sehingga orang bisa melihatnya.

Tujuan dari proker ini yaitu:

  1. Memperkuat identitas visual mushola.

Memperkuat identitas visual mushola untuk membangun citra yang jelas dan mudah dikenali oleh masyarakat melalui elemen visual seperti papan nama, arah kiblat, dan informasi pendukung lainnya. Dengan menggunakan desain yang konsisten, estetis, dan sesuai prinsip komunikasi visual, agar mushola dapat memiliki tampilan yang lebih profesional dan menarik. Identitas visual ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi, tetapi juga mencerminkan karakter dan fungsi keagamaan mushola sebagai tempat ibadah yang tertata dan terhormat di lingkungan masyarakat.

  1. Memudahkan masyarakat mengenali dan menemukan lokasi masjid.

Pemasangan papan nama atau sign system bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali dan menemukan lokasi masjid atau mushola. Dengan desain yang jelas dan penempatan yang strategis, papan nama menjadi penunjuk arah yang efektif, terutama bagi masyarakat umum atau pendatang yang belum familiar dengan lingkungan sekitar. Informasi seperti nama masjid, arah kiblat, dan petunjuk lokasi akan membantu mempercepat proses pencarian, sehingga masjid lebih mudah diakses dan dikenal oleh warga sekitar.

  1. Memberikan kesan rapi dan profesional terhadap fasilitas keagamaan.

Papan nama yang dirancang dengan baik dapat memberikan kesan rapi dan profesional terhadap fasilitas keagamaan mushola. Melalui penggunaan elemen desain visual yang tepat seperti tipografi yang jelas, warna yang serasi, dan tata letak yang terstruktur mushola akan terlihat lebih tertata dan terawat. Hal ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan ibadah, sekaligus menumbuhkan rasa hormat dan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk beribadah.

Pemasangan papan nama (sign) dilakukan pada hari Minggu, 03 Agustus 2025 pukul 10.00 WIB oleh Ketua DKM bersama mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat sebagai bentuk kolaborasi antara pihak mushola dan tim KKN dalam memperkuat identitas visual mushola. Papan nama yang dipasang meliputi nama mushola, arah kiblat, serta penunjuk fasilitas seperti toilet dan tempat wudu. Seluruh sign system penanda dipasang di titik strategis agar mudah terlihat oleh jamaah dan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan mushola lebih mudah dikenali dan diakses. Kegiatan ini juga menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memperbaiki sarana keagamaan di lingkungan Desa Sukadamai.

 

  1. Program Pendukung
  1. Les Bersama 

Kegiatan les bersama biasa dilakukan sore hari setiap jam 4 dan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di posko dan di perpustakaan. Les di posko dilakukan dengan suasana santai dan interaktif, sehingga peserta lebih leluasa bertanya dan berdiskusi, sementara les di perpustakaan berlangsung dalam suasana kondusif dengan dukungan fasilitas buku dan referensi yang lengkap untuk menunjang proses belajar. Kedua kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan pemahaman materi bagi anak- anak Desa Sukadamai.

 

  1. Ngaji Bersama

Kegiatan ngaji Bersama biasa dilakukan sehabis mahgrib di tempat Ustad Hasan diperuntukkan bagi peserta KKN Perempuan. Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dengan bimbingan langsung dari ustad yang membacakan, membetulkan ayat-ayat Al-Qur’an. Agar anak-anak Desa Sukadamai dapat belajar membaca Al-Qur’an dengan tartil sekaligus memperdalam pemahaman agama dalam suasana yang nyaman dan terarah. 

Kegiatan ngaji bersama di tempat Ustad Iqbal diperuntukkan bagi peserta KKN Laki-laki. Dengan metode pembelajaran yang terstruktur, ustad membimbing peserta dalam memperbaiki bacaan, tajwid, dan makhraj huruf. Lingkungan belajar yang tertib dan fokus membuat paraanak-anak Desa Sukadamai dapat meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai islami.

 

 

 

  1. Senam Bersama 

Kegiatan senam bersama dilaksanakan setiap minggu pagi dengan tujuan menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan semangat masyarakat untuk berolahraga. Warga Desa Sukadamai dan anggota tim KKN berkumpul di lokasi yang telah ditentukan, lalu mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh instruktur atau perwakilan tim. Iringan musik yang energik membuat suasana semakin meriah dan mendorong peserta untuk bergerak aktif.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, senam bersama ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antar peserta. Momen berkumpul setiap minggu pagi menciptakan suasana kebersamaan dan kekompakan, sehingga interaksi antara warga dan tim menjadi lebih akrab. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan masyarakat.

 

  1. Yasinan Bersama

Kegiatan yasinan bersama dilaksanakan setiap malam Jumat secara serentak oleh peserta perempuan di posko KKN dan peserta laki-laki di mushola. Acara diawali dengan pembacaan surah Yasin secara tartil, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kelancaran kegiatan. Meskipun dilakukan di tempat yang berbeda, suasana khidmat dan kekompakan tetap terasa karena kegiatan ini dilaksanakan pada waktu yang sama.

Yasinan bersama ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antara warga dengan peserta KKN. Pembagian lokasi antara posko dan mushola disesuaikan untuk menjaga kenyamanan, sekaligus memudahkan partisipasi seluruh peserta. Dengan diadakannya secara rutin, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan masyarakat.

 

  1. Posyandu dan PMT

Posyandu Desa Sukadamai rutin melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu, balita, dan lansia. Kegiatan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, dan pencatatan hasil di Kartu Menuju Sehat (KMS) sebagai upaya memantau pertumbuhan anak. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, termasuk pengecekan tekanan darah dan konsultasi dengan tenaga medis. Program imunisasi dasar, pemberian vitamin A untuk balita, serta tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri juga menjadi bagian penting dari layanan yang diberikan.

Selain pelayanan medis, Posyandu juga aktif memberikan penyuluhan kesehatan mengenai gizi seimbang, kebersihan lingkungan, dan pencegahan stunting. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan untuk membantu balita gizi kurang dan ibu hamil berisiko tinggi. Posyandu Lansia turut diadakan dengan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol bagi warga lanjut usia. Melalui kegiatan ini, Posyandu Desa Sukadamai berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan desa.Bottom of Form


Dokumentasi

Dokumentasi PEMBUKAAN KKN

Dokumentasi SEMINAR UMKM

Dokumentasi SEMINAR PINJOL 

Dokumentasi WAQAF AL-QUR'AN

Dokumentasi PENYULUHAN STOP BULLYING KE SD MUHAMMADIYAH

Dokumentasi PENYULUHAN PHBS KE SEKOLAH SDN CIREWED

Dokumentasi TAMAN BACA PERPUSTAKAAN

Dokumentasi LES BERSAMA ANAK-ANAK DESA SUKADAMAI

Dokumentasi MENGAJI BERSAMA ANAK-ANAK DESA SUKADAMAI

Dokumentasi SENAM BERSAMA IBU-IBU DESA SUKADAMAI

Dokumentasi POSYANDU DI DESA SUKADAMAI

Dokumentasi PMT DESA SUKADAMAI

Dokumentasi PEMASANGAN BANNER UMKM

Dokumentasi PEMASANGAN SIGN PENANDA MUSHOLLAH

Dokumentasi PENUTUPAN KKN DESA SUKADAMAI

Penutup

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah
Tangerang di Desa Sukadamai pada tanggal 16 Juli–16 Agustus 2025
berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Seluruh program yang meliputi seminar UMKM dan digitalisasi,
penyuluhan pinjaman online, penyuluhan bullying, taman membaca,
program wakaf, pembuatan sign system mushola, penyuluhan PHBS, serta
berbagai kegiatan pendukung seperti les, mengaji, senam, yasinan, dan
posyandu telah terlaksana dengan baik. Kegiatan ini memberikan
kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi, kesadaran kesehatan,
penguatan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi UMKM, dan
mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga. Meskipun
terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, cuaca, dan fokus warga pada
kegiatan ekonomi harian, semua hambatan dapat diatasi melalui kerja
sama tim dan dukungan perangkat desa.

Penulis

Eka Putri Jayanti

Eka Putri Jayanti

Desain Komunikasi Visual