Laporan KKN Desa Sangiang - Sepatan Timur

Laporan KKN Desa Sangiang - Sepatan Timur

: Rabu, 16 Juli 2025 : Desa Sangiang

Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung di tengah masyarakat untuk membantu memecahkan berbagai persoalan dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

 

KKN menjadi ajang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan di suatu wilayah. Dalam prosesnya, mahasiswa berperan sebagai fasilitator, inovator, dan motivator yang bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

 

Desa sebagai entitas wilayah memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Potensi desa yang meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kegiatan ekonomi masyarakat perlu dikelola secara tepat agar dapat memberikan manfaat maksimal. Namun, tidak sedikit desa yang masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, kurangnya akses informasi, minimnya keterampilan masyarakat, hingga masalah lingkungan yang dapat menghambat kemajuan. Oleh karena itu, keberadaan program KKN sangat relevan untuk membantu mengoptimalkan potensi yang ada sekaligus mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

 

Pelaksanaan KKN di Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui program-program kerja yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Program kerja yang dijalankan meliputi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan sosial kemasyarakatan. Semua program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi kehidupan masyarakat desa.

 

Kegiatan KKN ini juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi mahasiswa, di mana mereka dilatih untuk bekerja dalam tim, beradaptasi dengan lingkungan baru, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi lapangan. Dengan demikian, KKN tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran penting bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

 

Melalui laporan ini, kami mendokumentasikan seluruh proses pelaksanaan KKN mulai dari persiapan, pelaksanaan program kerja, hingga hasil dan evaluasi kegiatan. Laporan ini diharapkan dapat menjadi acuan, evaluasi, serta referensi bagi pelaksanaan KKN di masa yang akan datang, sehingga kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan masyarakat desa dapat terus ditingkatkan.


Mengapa Kuliah Kerja Nyata Perlu Dilaksanakan Di Desa Sangiang

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sangiang perlu dilaksanakan karena memiliki berbagai alasan yang mendasar serta manfaat yang signifikan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari selama perkuliahan dalam kehidupan nyata. Dengan terjun langsung ke masyarakat, mahasiswa dapat melihat bagaimana konsep dan teori yang diperoleh di kelas dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga desa. Selain itu, KKN juga menjadi wadah untuk mengembangkan soft skills seperti keterampilan komunikasi, kemampuan bekerja sama, serta keahlian beradaptasi dengan lingkungan sosial yang beragam. Keterampilan ini merupakan modal berharga yang akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja. Tidak hanya itu, interaksi langsung dengan masyarakat selama kegiatan juga menumbuhkan kepedulian dan empati sosial, karena mahasiswa dapat lebih memahami tantangan yang dihadapi masyarakat dan ikut berkontribusi dalam mencari solusi. Dari sisi pribadi, KKN berperan dalam pembentukan karakter positif mahasiswa. Melalui pengalaman hidup berdampingan dengan masyarakat, mahasiswa dilatih untuk menjadi lebih bertanggung jawab, mandiri, disiplin, dan mampu menghargai perbedaan. Kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kemampuan menjalin hubungan harmonis dengan berbagai pihak.

Lebih jauh lagi, KKN memberikan pengalaman kerja lapangan yang tidak bisa diperoleh hanya di ruang kuliah. Mahasiswa belajar menghadapi persoalan nyata, mengasah keterampilan problem solving, sekaligus mengambil keputusan secara bijak sesuai kondisi di lapangan. Dengan berbagai alasan tersebut, pelaksanaan KKN di Desa Sangiang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat sebagai penerima program, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan akademis, sosial, maupun pribadi mereka.


Tujuan kegiatan

  1. Mengajar ngaji di majelis taklim sekitar desa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman agama anak-anak serta remaja di desa.
  2. Kegiatan bimbel membantu siswa dalam memahami materi pelajaran sekolah dan meningkatkan prestasi belajar.
  3. Kegiatan mewarnai bersama anak MI untuk Melatih kreativitas, keterampilan motorik halus, dan menumbuhkan minat seni sejak dini.
  4. Melaksanakan gerak jalan bersama anak MI untu mendorong kebugaran fisik, kerjasama, dan semangat kebersamaan antar siswa.
  5. Mengadakan nonton bareng pertandingan sepak bola untuk membangun kebersamaan, kekompakan, dan rasa persaudaraan antar warga.
  6. Pembuatan edukasi sampah untuk menyediakan sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang benar.
  7. Mengadakan cek kesehatan gratis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit diabetes dan menjaga kesehatan.
  8. Mengadakan edukasi menabung sejak dini untuk mengajarkan anak-anak pentingnya pengelolaan keuangan dan kebiasaan menabung sejak usia muda.
  9. Pembuatan video pemasaran UMKM otak-otak untuk membantu promosi produk UMKM desa agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
  10. Pembuatan banner untuk UMKM dan pembuatan video dokumenter UMKM dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik pemasaran produk UMKM melalui media digital dan visual
  11. Pendistribusian 40 Al-Qur’an dari Kemenag RI untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pembelajaran Al-Qur’an di majelis taklim desa.
  12. Mengadakan lomba 17 agustusan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan warga.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa KKN Desa Sangiang
  • Kepala Desa Sangiang
  • Kader, Ibu-ibu PKK dan Ibu Ibu Posyandu
  • RT. 05/02, RT. 02/02 & RT. 06/02
  • Karang Taruna Desa Sangiang
  • Dewan Guru MI Mathalul Anwar
  • Siwa/i MI Mathalul Anwar
  • Dewan Guru SDN Sangiang 2
  • Siwa/I SDN Sangiang 2
  • Masyarakat Desa Sangiang


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Pembukaan KKN UMT Desa Sangiang 2025

       Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang di Desa Sangiang Tahun 2025 dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2025 di Balai Desa Sangiang. Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Desa beserta perangkatnya, Rt dan Rw, serta Ibu-Ibu PKK.

       Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKN. Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan arahan mengenai tujuan dan manfaat KKN, kemudian dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Kepala Desa Sangiang yang menyampaikan dukungan penuh terhadap program kerja mahasiswa. Sebagai tanda dimulainya kegiatan KKN, dilakukan penyerahan secara simbolis atribut KKN dari pihak universitas kepada Kepala Desa. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan.

  1. Bidang Pendidikan

Melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel)

Bimbel merupakan salah satu program dari KKN UMT Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kegiatan ini di lakukan setiap hari Rabu pada jam 10.00 Wib dan Jam 15.00 Wib. Target kegiatan bimbel tidak di punggut biaya. Program ini bertujuan membantu siswa di desa dalam memahami materi pelajaran, mengerjakan tugas sekolah, serta mempersiapkan ujian. Kegiatan dilakukan secara rutin di posko mahasiswa KKN dengan metode belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih bersemangat untuk belajar. Jumlah peserta yang hadir rata-rata sekitar 25 peserta setiap pertemuan

Faktor Pendukung :

  1. Lingkungan setempat yang mendukung program bimbingan belajar 
  2. Teman-teman KKN yang turut aktif membantu kegiatan belajar
  3. Anak-anak sekitar wilayah yang selalu semangat belajar

Faktor Penghambat :

  1. Keterbatasan fasilitas seperti kursi, meja, atau peralatan belajar.
  2. Kurangnya konsentrasi siswa karena suasana sekitar yang ramai.
  3. Perbedaan tingkat pemahaman antar siswa sehingga proses belajar menjadi kurang merata.

Hal Yang Dicapai :

Anak-anak terbantu dalam menyelesaikan PR dari sekolah serta membantu anak-anak memahami Pelajaran yang di rasanya sulit untuk dimengerti ketika di sekolah

 

Mengadakan Edukasi Menabung Sejak Dini

Kegiatan Edukasi Menabung Sejak Dini dilaksanakan di SDN 2 Sangiang bersama siswa kelas 6A dan 6B. Kegiatan diawali dengan penjelasan sederhana mengenai pengertian uang, cara memperolehnya, dan fungsinya tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga untuk belajar mengatur keuangan dan menabung. Melalui simulasi membagi uang saku untuk jajan, menabung, dan kebutuhan penting, siswa diajak memahami cara menggunakan uang secara bijak. Mereka juga mempraktikkan langsung kebiasaan menabung dengan menyisihkan uang saku ke celengan. Selain itu, ditayangkan video edukasi tentang menabung yang diikuti dengan berbagi pengalaman pribadi siswa. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan hemat, disiplin, dan bijak dalam mengelola uang sejak dini, sebagai bekal untuk masa depan yang lebih terencana.

Faktor Pendukung :

  1. Antusiasme siswa yang tinggi mengikuti kegiatan.
  2. Dukungan pihak sekolah yang menyediakan waktu dan tempat pelaksanaan.
  3. Materi yang disampaikan sederhana dan interaktif, sehingga mudah dipahami.
  4. Adanya media pendukung seperti video edukasi dan permainan simulasi.

Faktor Penghambat :

  1. Waktu kegiatan terbatas sehingga penyampaian materi harus dipadatkan.
  2. Perbedaan kemampuan memahami materi antar siswa.
  3. Konsentrasi siswa mudah teralihkan saat kegiatan berlangsung.

Hal Yang Dicapai :

Kegiatan ini berhasil menambah pemahaman siswa tentang pengertian, fungsi, dan cara mengelola uang dengan bijak. Melalui simulasi membagi uang saku dan praktik menabung, siswa mulai terbiasa menyisihkan uang untuk tujuan tertentu. Kesadaran akan manfaat menabung dan sikap hemat pun mulai tertanam, disertai antusiasme belajar yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

 

Mewarnai Bersama anak MI

Kegiatan Mewarnai Bersama Anak MI dilaksanakan sebagai sarana melatih kreativitas, keterampilan motorik halus, dan konsentrasi anak-anak. Kegiatan diikuti oleh siswa MI dengan suasana yang ceria dan penuh semangat. Anak-anak diberikan lembar gambar serta peralatan mewarnai, kemudian dibimbing untuk mengombinasikan warna sesuai kreativitas masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, panitia memberikan arahan ringan dan motivasi agar anak-anak lebih percaya diri dalam berkarya. Selain melatih keterampilan mewarnai, kegiatan ini juga menumbuhkan kebersamaan, melatih kesabaran, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap hasil karya sendiri.

Faktor Pendukung

  1. Dukungan guru MI yang membantu mengatur peserta dan jalannya acara.
  2. Ketersediaan peralatan mewarnai yang memadai.
  3. Suasana kegiatan yang menyenangkan dan kondusif.

Faktor Penghambat

  1. Perbedaan kemampuan mewarnai antar anak yang membuat waktu penyelesaian tidak sama.
  2. Beberapa anak kurang fokus karena mudah terdistraksi suasana sekitar.
  3. Keterbatasan waktu yang membatasi pengembangan kreativitas lebih lanjut.

Hal yang Dicapai :

Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kreativitas anak melalui permainan warna, meningkatkan keterampilan motorik halus, dan melatih konsentrasi. Anak-anak merasa senang dan bangga dengan hasil karyanya, serta termotivasi untuk lebih berkreasi di rumah maupun sekolah. Selain itu, tercipta suasana kebersamaan antara siswa/i dan mahasiswa KKN sehingga hubungan menjadi lebih dekat dan harmonis.

 

Bidang Keagamaan

Mengajar Ngaji di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

Pelaksanaan TPA dilakukan sebagai upaya memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak di desa, khususnya dalam membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak usia sekolah dasar hingga remaja, dilaksanakan secara rutin majelis sekitar desa. Proses pembelajaran dimulai dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan pengajaran membaca Iqra’ bagi yang baru belajar, serta bimbingan membaca dan memperbaiki tajwid bagi yang sudah lancar. Selain itu, disampaikan pula materi hafalan surat pendek, doa sehari-hari, dan penanaman akhlak Islami. Suasana belajar dibuat kondusif dan interaktif, dengan metode bimbingan personal agar setiap anak mendapatkan perhatian sesuai kemampuan masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempererat ikatan kebersamaan antar peserta dan pengajar.

Faktor Pendukung

  1. Antusiasme anak-anak dan orang tua yang tinggi.
  2. Dukungan penuh dari pengurus majelis sebagai tempat pelaksanaan.
  3. Lingkungan yang kondusif untuk belajar Al-Qur’an.
  4. Rutinitas jadwal yang jelas sehingga anak-anak terbiasa hadir.

Faktor Penghambat

  1. Perbedaan kemampuan membaca antar peserta sehingga kecepatan belajar tidak sama.
  2. Sebagian anak kurang fokus karena kelelahan setelah sekolah.
  3. Gangguan cuaca (hujan) yang mengurangi kehadiran peserta.

Hal yang dicapai :

Anak-anak menjadi lebih lancar membaca Al-Qur’an, memahami tajwid dasar, serta menambah hafalan surat pendek dan doa harian. Kegiatan ini juga menumbuhkan kedisiplinan, rasa hormat kepada guru, dan semangat belajar agama sejak dini.

 

  • Bantuan Al-Qur’an Untuk Majelis Taklim Sekitar Desa

Mahasiswa KKN turut serta menyalurkan bantuan 40 Al-Qur’an dari Kementerian Agama (Kemenag) kepada beberapa majelis yang ada di sekitar desa. Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu program kerja bidang keagamaan dengan tujuan untuk meningkatkan fasilitas belajar mengaji bagi masyarakat. Proses penyerahan dilakukan secara simbolis oleh mahasiswa KKN kepada perwakilan majelis dan tokoh agama setempat. Kegiatan ini disambut hangat oleh jamaah, pengurus majelis, serta masyarakat sekitar. Dengan adanya tambahan Al-Qur’an, diharapkan kegiatan pengajian rutin, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan pembelajaran anak-anak hingga remaja dapat berjalan lebih baik dan nyaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai penghubung penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai motivator dalam menghidupkan suasana religius di desa. Kehadiran bantuan Al-Qur’an ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang lebih baik.

Faktor Pendukung :

  1. Dukungan Kementerian Agama dalam menyediakan bantuan Al-Qur’an.
  2. Antusiasme dan sambutan baik dari masyarakat serta pengurus majelis.
  3. Peran mahasiswa KKN sebagai fasilitator penyaluran bantuan.
  4. Adanya kegiatan rutin keagamaan di majelis sehingga bantuan dapat langsung dimanfaatkan.

Faktor Penghambat : 

  1. Jumlah bantuan terbatas sehingga belum menjangkau seluruh majelis atau TPQ.
  2. Beberapa masyarakat, khususnya anak-anak, masih memerlukan bimbingan intensif dalam membaca Al-Qur’an.
  3. Keterbatasan fasilitas pendukung di majelis (rak penyimpanan dan meja) sehingga pemanfaatan belum maksimal.

Hal yang dicapai : 

Dengan adanya bantuan Al-Qur’an dari Kementerian Agama yang disalurkan melalui mahasiswa KKN, majelis-majelis di sekitar desa kini memiliki tambahan sarana belajar Al-Qur’an yang lebih layak. Hal ini berdampak positif terhadap meningkatnya semangat anak-anak dalam mengikuti pengajian rutin yang diadakan setiap minggu. Selain itu, anak-anak dan remaja desa semakin termotivasi untuk belajar membaca Al-Qur’an karena ketersediaan fasilitas yang memadai. Kegiatan ini juga berhasil mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan tokoh agama serta masyarakat setempat. Pada akhirnya, suasana desa menjadi lebih religius, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan beragama yang lebih baik.

 

 

Bidang Lingkungan :

Melaksanakan Jum’at Bersih

Program Jum’at Bersih merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN bersama masyarakat desa dengan tujuan menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya hidup sehat. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong setiap hari Jum’at pagi, melibatkan warga, perangkat desa, serta pemuda karang taruna. Kegiatan dimulai dengan membersihkan area sekitar jalan desa, area kantor desa, dan tempat umum lainnya. Mahasiswa KKN turut serta berbaur dengan masyarakat, memberikan contoh sekaligus mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. 

Faktor Pendukung :

  1. Antusiasme masyarakat dan mahasiswa KKN dalam melaksanakan gotong royong.
  2. Dukungan perangkat desa dan tokoh masyarakat.
  3. Tersedianya peralatan kebersihan (sapu, cangkul, karung sampah, dll).

Faktor Penghambat :

  1. Kurangnya kesadaran sebagian warga untuk ikut serta secara rutin.
  2. Sampah masih menumpuk di beberapa titik sehingga membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Hasil Yang Dicapai : 

Pelaksanaan kegiatan Jum’at Bersih memberikan dampak yang positif bagi masyarakat desa. Lingkungan desa menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk ditempati. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, bukan hanya pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pembuatan Papan Edukasi Sampah

Pembuatan papan edukasi sampah merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Papan ini dibuat dengan desain menarik dan sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN bekerja sama mulai dari tahap perancangan, pengumpulan bahan, hingga pemasangan papan di lokasi strategis seperti di bantaran sunga, dan tempat umum lainnya. Papan ini berisi informasi mengenai jenis-jenis sampah dan estimasi wakru yang dibutuhkan untuk terurai.

Faktor Pendukung :

  1. Dukungan perangkat desa dan masyarakat dalam penyediaan lokasi pemasangan papan.
  2. Antusiasme mahasiswa KKN dalam merancang desain yang edukatif dan menarik.
  3. Adanya bahan dan peralatan yang memadai untuk pembuatan papan.

Faktor Penghambat : 

  1. Keterbatasan anggaran sehingga jumlah papan edukasi yang dibuat terbatas.
  2. Tidak semua masyarakat terbiasa membaca papan informasi.

Hasil Yang Dicapai :

Pembuatan papan edukasi sampah memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Dengan adanya papan yang berisi pesan-pesan sederhana namun edukatif, masyarakat memiliki media pengingat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Papan tersebut ditempatkan di titik-titik strategis sehingga mudah terlihat oleh warga, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Selain itu, papan edukasi ini menjadi sarana kampanye berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan oleh warga maupun pemerintah desa untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga menjadi langkah kecil menuju terciptanya desa yang sehat, bersih, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

 

Penanaman Bibit Cabai

Penanaman bibit cabai merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UMT yang dilaksanakan di Desa Sangiang. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga. Penanaman dilakukan bersama mahasiswa KKN dengan melibatkan Ibu-ibu PKK, di mana bibit cabai ditanam baik di lahan yang tersedia maupun di pot dari galon bekas sederhana yang mudah dirawat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan bahan pangan maupun potensi ekonomi.

Faktor Pendukung : 

  1. Ketersediaan bibit cabai yang cukup.
  2. Bibit cabai mudah diperoleh dan cara perawatan yang sederhana.
  3. Tersedianya lahan dan pekarangan yang dapat dimanfaatkan.

Fakor Penghambat :

  1. Kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman.
  2. Ancaman hama dan penyakit tanaman cabai.

Hasil yang Dicapai :

Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah dan pemanfaatan barang bekas untuk bercocok tanam serta tersedianya bibit cabai yang dapat dikelola secara mandiri oleh warga.

 

 

Bidang Kesehatan :

 

Pendampingan Posyandu

Pendampingan Posyandu merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk membantu kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil. Kegiatan ini dilakukan di Posyandu Kenanga 2 (RT. 06/02) dan Posyandu Kenanga 4 (RT. 05/03) bersama kader Posyandu, bidan desa, dan perangkat kesehatan setempat. Mahasiswa KKN ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti membantu proses penimbangan balita, mengukur tinggi badan, mencatat perkembangan anak pada Kartu Menuju Sehat (KMS), hingga mendampingi pemberian vitamin maupun imunisasi yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai tenaga pendukung, tetapi juga sebagai motivator yang mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga. Kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi kader Posyandu dan menambah kelancaran kegiatan rutin bulanan.

Faktor Pendukung :

  1. Dukungan penuh dari bidan desa dan kader Posyandu.
  2. Antusiasme masyarakat, terutama ibu-ibu yang membawa balitanya.
  3. Ketersediaan fasilitas dasar Posyandu (alat timbang, KMS, vitamin, dll.).
  4. Kehadiran mahasiswa KKN yang membantu memperlancar kegiatan.

Faktor Penghambat :

  1. Masih ada sebagian masyarakat yang kurang aktif membawa anak ke Posyandu.
  2. Peserta datang secara bersamaan dan sulit diatur sesuai giliran.
  3. Keterbatasan jumlah alat kesehatan sehingga antrian panjang.

Hasil Yang Dicapai :

Pendampingan Posyandu membawa dampak positif bagi masyarakat desa. Kegiatan berjalan lebih lancar karena adanya tambahan tenaga dari mahasiswa KKN. Ibu-ibu menjadi lebih sadar akan pentingnya membawa anak ke Posyandu secara rutin untuk memantau tumbuh kembangnya. Selain itu, kader Posyandu merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa yang ikut serta dalam pencatatan maupun pelayanan. Anak-anak balita dapat terpantau dengan baik kesehatannya, sementara ibu hamil mendapat perhatian khusus dari tenaga kesehatan. Dengan adanya pendampingan ini, terjalin pula kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan desa.

 

Cek Kesehatan Gratis

Kegiatan ini bertujuan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis kepada masyarakat. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tensi darah, kadar gula darah, berat badan. Serta konsultasi kesehatan sederhana. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit, dan termotivasi untuk menjaga pola hidup sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di RT. 006/002 dan di RT. 005

Faktor Pendukung :

  1. Adanya mahasiswa kesehatan yang bersedia membantu.
  2. Antusiasme masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya.
  3. Tersedianya alat kesehatan sederhana seperti tensimeter, alat cek gula darah, timbangan, dan sebagainya

Faktor Penghambat :

  1. Peserta datang secara bersamaan dan sulit diatur sesuai giliran.
  2. Keterbatasan jumlah alat kesehatan sehingga antrian panjang.

Hasil Yang Dicapai :

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis berhasil memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Melalui pemeriksaan kesehatan dasar, warga dapat mengetahui kondisi tubuh mereka, seperti tekanan darah, kadar dan gula darah,. Hal ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin sebagai upaya deteksi dini terhadap penyakit. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi sederhana mengenai pola hidup sehat, termasuk pentingnya menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, dan mengatur waktu istirahat dengan baik. Di sisi lain, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa sebagai penyelenggara dengan masyarakat, sehingga tercipta suasana kebersamaan serta kepedulian sosial yang lebih erat. Dengan demikian, tujuan utama kegiatan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat dapat tercapai dengan baik.

 

Senam Sehat

Kegiatan senam sehat dilakukan bersama ibu-ibu PKK dilaksanakan sebagai upaya menjaga kebugaran jasmani sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Melalui gerakan senam yang sederhana namun menyegarkan, ibu-ibu PKK tampak bersemangat dan kompak mengikuti setiap instruksi dari pemandu senam. Selain meningkatkan kesehatan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan serta menjadi sarana refreshing dari aktivitas sehari-hari. Dengan adanya senam sehat ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat terus menjaga pola hidup sehat dan menularkan semangat positif kepada keluarga serta masyarakat sekitar.

Faktor Pendukung :

  1. Antusiasme dan semangat ibu-ibu PKK dalam mengikuti kegiatan.
  2. Cuaca cerah dan kondisi lingkungan yang mendukung.
  3. Adanya pemandu senam yang energik dan komunikatif.

Faktor Penghambat :

Beberapa peserta datang terlambat sehingga kegiatan sempat tertunda.

Hasil Yang Dicapai :

Melalui kegiatan senam sehat bersama ibu-ibu PKK, peserta merasakan manfaat berupa tubuh yang lebih segar dan bugar. Selain itu, semangat kebersamaan semakin terjalin, ditandai dengan kekompakan ibu-ibu dalam mengikuti gerakan senam. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga rutin, serta memberikan suasana kebahagiaan dan keceriaan yang dapat menularkan energi positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

 

Mengadakan Gerak Jalan Bersama Anak MI

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, dilaksanakan kegiatan gerak jalan bersama anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat nasionalisme sejak dini sekaligus melatih kekompakan, disiplin, dan kebugaran fisik. Anak-anak tampak antusias mengikuti gerak jalan, berjalan dengan tertib sambil membawa atribut bernuansa merah putih yang menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga ringan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan masyarakat. Melalui gerak jalan ini diharapkan tumbuh rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia pada generasi muda.

Faktor Pendukung :

  1. Semangat dan antusiasme anak-anak MI.
  2. Dukungan penuh dari guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Faktor Penghambat :

  1. Sebagian anak cepat merasa lelah sehingga perlu istirahat lebih sering.
  2. Jalur yang digunakan sedikit sempit, sehingga perlu pengawasan ekstra.

Hasil Yang Dicapai :

Melalui kegiatan gerak jalan ini, anak-anak MI merasa senang, sehat, dan semakin bersemangat dalam menyambut peringatan HUT RI ke-80. Kekompakan serta kedisiplinan mereka semakin terbentuk, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara siswa, guru, dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kemerdekaan.

 

 

Bidang Sosial dan Budaya :

Mengadakan Nonton Bola Bersama Warga Desa

Kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 29 Juli 2025 di jam 20.00 WIB - selesai. Kegiatan ini sebagai salah satu program kerja KKN untuk mempererat kebersamaan dan interaksi sosial antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Sangiang. Acara berlangsung di RT. 006/002 pada malam hari, dengan memanfaatkan layar proyektor dan sound system yang telah disiapkan oleh tim KKN. Warga desa dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa hadir dengan antusias untuk menyaksikan pertandingan. 

Faktor Pendukung:

  1. Dukungan dari kepala desa dan perangkat desa mempermudah perizinan, penyediaan tempat, serta pengumuman kegiatan kepada warga.
  2. Mahasiswa KKN kompak dalam mempersiapkan acara mulai dari teknis hingga konsumsi, sehingga pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
  3. Warga desa sangat bersemangat mengikuti acara, sehingga suasana menjadi hidup dan ramai.

Faktor Penghambat:

  1. Sisa sampah makanan dan minuman yang berserakan memerlukan tenaga ekstra untuk pembersihan.
  2. Karena kegiatan di malam hari, nyamuk atau serangga dapat mengganggu kenyamanan penonton.

Hasil Yang Dicapai :

Kegiatan nonton bareng pertandingan sepak bola (Indonesia Vs Vietnam) di Desa Sangiang berhasil menciptakan suasana kebersamaan dan mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga. Acara ini menjadi hiburan positif yang memperkuat silaturahmi antarwarga, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengelola kegiatan dan membangun semangat gotong royong.

 

Mengadakan Lomba 17 Agustusan

Kegiatan lomba 17 Agustusan yang digelar oleh mahasiswa KKN di Desa Sangiang berlangsung pada hari Minggu, 10 Agustus 2025, mulai pukul 08.00 WIB - 18.00 WIB. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 dengan menghadirkan berbagai jenis lomba bagi anak-anak maupun ibu-ibu, seperti lomba balap karung, lomba mewarnai, lomba memalu paku, lomba estafet air dan lainnya yang diselenggarakan di RT.003/002 serta melibatkan partisipasi seluruh masyarakat. Suasana kegiatan terasa sangat semarak, dipenuhi keceriaan, sorakan, serta semangat sportivitas dari para peserta. Mahasiswa KKN berperan aktif sebagai panitia, mulai dari menyiapkan perlengkapan, mengatur pendaftaran, hingga bertugas menjadi juri perlombaan. Selain memberikan hiburan, acara ini juga berhasil mempererat silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan rasa persatuan dan nasionalisme.

Faktor Pendukung:

  1. Kerja sama yang kompak antara mahasiswa KKN dan warga dalam mempersiapkan perlombaan.
  2. Cuaca cerah saat pelaksanaan, sehingga semua lomba dapat berjalan sesuai rencana.
  3. Ketersediaan perlengkapan lomba yang memadai.

Faktor Penghambat:

  1. Beberapa peserta sulit diatur karena terlalu bersemangat sehingga memerlukan pengawasan ekstra.
  2. Sisa sampah makanan dan minuman yang berserakan memerlukan tenaga ekstra untuk pembersihan.

Hasil Yang Dicapai :

Kegiatan lomba 17 Agustusan yang diadakan mahasiswa KKN di Desa Sangiang berhasil menciptakan suasana meriah dan penuh semangat kebersamaan. Acara ini mempererat tali silaturahmi antarwarga, menumbuhkan rasa persatuan, serta memperkuat jiwa nasionalisme masyarakat. Partisipasi yang tinggi dari berbagai usia menunjukkan antusiasme warga dalam merayakan Hari Kemerdekaan. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengelola acara besar, membangun kerja sama dengan masyarakat, dan mengasah keterampilan kepemimpinan serta koordinasi lapangan.

 

Bidang Ekonomi :

Pembuatan Banner UMKM (Otak-Otak Bakar)

.Kegiatan  pembuatan banner UMKM (Otak-Otak Bakar) di Desa Sangiang dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal dalam meningkatkan promosi dan daya tarik produk mereka. Mahasiswa KKN berkolaborasi dengan para pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan desain, menyusun konsep visual yang sesuai dengan karakter produk, serta memilih informasi penting yang akan dicantumkan pada banner. Proses pembuatan meliputi pengumpulan data UMKM, perancangan desain kreatif, hingga pencetakan dan penyerahan banner siap pakai. Dengan adanya banner ini, diharapkan UMKM Desa Sangiang dapat lebih mudah dikenali, meningkatkan minat pembeli, dan memperluas jangkauan pemasaran, baik di lingkungan sekitar maupun ke pasar yang lebih luas.

Kegiatan  pembuatan banner UMKM (Otak-Otak Bakar) di Desa Sangiang dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal dalam meningkatkan promosi dan daya tarik produk mereka. Mahasiswa KKN berkolaborasi dengan para pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan desain, menyusun konsep visual yang sesuai dengan karakter produk, serta memilih informasi penting yang akan dicantumkan pada banner. Proses pembuatan meliputi pengumpulan data UMKM, perancangan desain kreatif, hingga pencetakan dan penyerahan banner siap pakai. Dengan adanya banner ini, diharapkan UMKM Desa Sangiang dapat lebih mudah dikenali, meningkatkan minat pembeli, dan memperluas jangkauan pemasaran, baik di lingkungan sekitar maupun ke pasar yang lebih luas.

Faktor Pendukung:

  1. Akses ke fasilitas desain dan percetakan yang memadai, sehingga proses berjalan lancar.
  2. Kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dan pelaku UMKM.

Faktor Penghambat:

  1. Kendala komunikasi dengan beberapa pelaku UMKM yang sulit ditemui atau lambat memberikan informasi.
  2. Akses transportasi ke lokasi percetakan yang memakan waktu lebih lama.

Hasil Yang Dicapai :

Kegiatan pembuatan banner UMKM di Desa Sangiang berhasil meningkatkan identitas visual dan promosi usaha para pelaku UMKM, sehingga produk mereka lebih mudah dikenali masyarakat. Selain itu, tercipta hubungan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dan warga, munculnya kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya pemasaran visual, serta tersedianya media promosi yang dapat digunakan dalam jangka panjang untuk menarik pelanggan baru dan memperluas jangkauan pasar.

 

Pembuatan Video Pemasaran UMKM Desa Sangiang

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemilik UMKM otak-otak untuk menjelaskan tujuan promosi, manfaat yang akan diperoleh, serta mendapatkan izin pelaksanaan. Setelah itu, tim KKN melakukan pendataan yang meliputi informasi bahan dari otak-otak, tantangan dalam berjualan, pengalaman selama berjualan otak-otak dan alamat pedagang otak-otak. Pada hari pelaksanaan, mahasiswa KKN mewawancarai penjual otak-otak nya. Lalu video yang telah selesai kemudian dipublikasikan Instagram menggunakan fitur Story dan Reels, lengkap dengan caption, hashtag, dan lokasi. Video tersebut juga dipromosikan melalui kolaborasi dengan media besar. Untuk memperluas jangkauan, tautan video dibagikan juga melalui grup WhatsApp. Berikut link yang dapat diakses https://www.instagram.com/reel/DM7flvEzhPe/?igsh=MTl5bm92bDcydzc1ZA==

Faktor Pendukung:

  1. Antusiasme dan kerja sama pelaku UMKM yang ingin produk mereka lebih dikenal luas.
  2. Kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam membuat konsep konten video.

Faktor Penghambat:

a.    Jangkauan internet di desa yang terkadang tidak stabil, menghambat proses upload dan distribusi video.

b.    Masih minimnya pemahaman pelaku UMKM terhadap strategi pemasaran digital, sehingga perlu pendampingan lebih lanjut.

 

 

Pembuatan Video Dokumenter UMKM

Kegiatan KKN pembuatan video dokumenter UMKM Desa Sangiang dilaksanakan pada 3 Agustus 2025. Pada hari tersebut, mahasiswa melakukan proses wawancara dengan pelaku UMKM, mendokumentasikan kegiatan produksi, serta mengambil gambar pendukung untuk kebutuhan video. Setelah itu, hasil dokumentasi diolah melalui proses editing agar lebih menarik dan informatif, kemudian dipublikasikan ke media sosial sebagai sarana promosi produk UMKM desa. Berikut link yang dapat diakses https://www.instagram.com/reel/DNVCtU_TABQ/?igsh=MW04N2YyNm02Nmd4cQ==

Faktor Pendukung:

  1. Adanya akses media sosial yang dapat digunakan sebagai sarana publikasi video dokumenter.
  2. Lingkungan desa yang mendukung, dengan suasana produksi yang bisa divisualisasikan menarik.
  3. Kreativitas dan kerja sama tim mahasiswa KKN dalam mengatur alur cerita serta proses pengambilan gambar.

Faktor Penghambat:

  1. Keterbatasan peralatan produksi seperti kamera profesional, mikrofon, dan pencahayaan yang membuat hasil dokumentasi kurang maksimal.

Hasil Yang Dicapai :

Kegiatan ini berhasil menghasilkan sebuah video dokumenter yang menampilkan proses produksi serta kisah di balik usaha UMKM Desa Sangiang, khususnya produk unggulan seperti otak-otak. Video tersebut menjadi sarana promosi yang dapat dipublikasikan melalui media sosial, sehingga membantu UMKM memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pelaku UMKM memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya dokumentasi dan pemasaran digital sebagai strategi pengembangan usaha. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktis dalam membuat karya dokumenter, mulai dari riset, wawancara, pengambilan gambar, hingga editing. Kegiatan ini turut memperkuat hubungan kerja sama antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.

 


Dokumentasi

Bimbel :

 

Edukasi Menabung :

Mewarnai Bersama Anak MI :

Mengajar Ngaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an :

Bantuan 40 Al-Qur’an Untuk Majelis Taklim Sekitar Desa :

Melaksanakan Jum'at Bersih :

Pembuatan Papan Edukasi Sampah :

Penanaman Bibit Cabai :

Pendampingan Posyandu :

Cek Kesehatan Gratis :

Senam Sehat : 

Mengadakan Gerak Jalan Bersama Anak MI :

Mengadakan Nonton Bola Bersama Warga :

Mengadakan Lomba 17 Agustusan :

Pembuatan Banner UMKM Otak-Otak :

Pembuatan Video Pemasaran UMKM (Otak-Otak) Desa Sangiang : 

Pembuatan Video Dokumenter UMKM (Otak-Otak) :

Pembukaan KKN di Kantor Desa :

LAMPIRAN 

Penutup

Kesimpulan

KKN Desa Sangiang merupakan Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Tangerang. Khususnya bagi kelompok kami. KKN Kelompok Desa Sangiang ini dilaksanakan di Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang selama satu bulan penuh, dimulai dari tanggal 16 Juli 2025 sampai dengan 16 Agustus 2025. Melalui Program KKN Desa Sangiang, kelompok kami telah berhasil melaksanakan secara keseluruhan dari program yang telah direncanakan. Dari hasil pelaksanaan tersebut dapat diambil kesimpulan :

  1. Untuk kepentingan mahasiswa adalah membantu para mahasiswa meningkatkan kemampuan menyatu bersama masyarakat, menerapkan Ilmu dan teknologi yang sudah dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori, atau kuliah yang diikutinya serta membawa manfaat untuk masyarakat setempat.
  2. Realisasi program kerja mencapai 100%, termasuk pembuatan papan petunjuk jalan yang telah selesai direalisasikan sesuai rencana.
  3. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sangiang telah terlaksana dengan baik melalui berbagai program yang mencakup bidang pendidikan, keagamaan, lingkungan, kesehatan, sosial-budaya, dan ekonomi.
  4. Kegiatan bimbingan belajar, mewarnai, serta edukasi menabung sejak dini berhasil mendukung perkembangan pengetahuan dan kreativitas anak. 
  5. Dalam bidang keagamaan, pelaksanaan TPA serta pemberian bantuan Al-Qur’an turut memperkuat nilai religius masyarakat. 
  6. Pada bidang lingkungan, program jumat bersih, pembuatan papan edukasi sampah, penanaman bibit cabai, dan pemanfaatan barang bekas menjadi upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. 
  7. Bidang kesehatan terlaksana melalui cek kesehatan gratis, senam sehat, pendampingan posyandu, serta gerak jalan yang menumbuhkan kesadaran hidup sehat. 
  8. Sementara itu, kegiatan sosial-budaya berupa nonton bola bersama dan lomba 17 Agustus mampu mempererat silaturahmi serta semangat kebersamaan warga. 
  9. Adapun bidang ekonomi diwujudkan melalui pembuatan banner, video pemasaran, dan dokumenter UMKM otak-otak yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal. 

Dengan demikian, seluruh kegiatan KKN ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sangiang sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Saran 

Saran ini disusun sebagai upaya untuk mengembangkan serta meningkatkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masa mendatang. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan KKN Desa Sangiang selama masa penerjunan, dapat disampaikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan ke depan. Diantaranya :

  1. Bagi mahasiswa, diharapkan agar lebih mempersiapkan diri sebelum penerjunan, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun mentalitas, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih maksimal.
  2. Penentuan waktu pelaksanaan KKN sebaiknya dipertimbangkan kembali, mengingat mahasiswa semester 7 setelah mengikuti KKN masih harus menempuh perkuliahan dan menyelesaikan skripsi, sehingga konsentrasi mereka tidak terbagi dan dapat lebih fokus dalam menjalankan kegiatan.
  3. Untuk format proposal sebaiknya disosialisasikan pada saat pembekalan peserta KKN.
  4. Bagi masyarakat, diharapkan dapat terus melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dilaksanakan selama KKN, sehingga manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
  5. Bagi pihak universitas, disarankan untuk lebih memperhatikan pembekalan mahasiswa sebelum turun ke lapangan, sehingga mahasiswa memiliki bekal yang cukup dalam melaksanakan pengabdian masyarakat.
  6. Perencanaan program kerja sebaiknya disusun lebih matang sejak awal agar semua kegiatan dapat terealisasi secara optimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis

Yulia Eka Pratiwi

Yulia Eka Pratiwi

S1-Manajemen