Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat serta mendorong potensi lokal agar dapat berkembang secara optimal.
Desa Gembong merupakan salah satu desa yang memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup menjanjikan, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dalam pengembangannya, pelaku UMKM di desa ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, kurangnya inovasi produk, rendahnya literasi digital, serta minimnya penerapan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan dalam proses produksinya.
Di era saat ini, keberlanjutan (sustainability) menjadi aspek penting dalam pengembangan ekonomi desa. Usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang. Oleh karena itu, tema "Penguatan UMKM Ramah Lingkungan melalui Kolaborasi dan Inovasi demi Pembangunan Ekonomi Desa yang Berkelanjutan" dipilih sebagai landasan kegiatan KKN di Desa Gembong. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat, diharapkan akan tercipta sinergi yang mendukung pengembangan UMKM yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan prinsip ramah lingkungan. Inovasi dalam pengemasan, pemasaran digital, pengolahan limbah, serta diversifikasi produk menjadi fokus utama dalam upaya ini. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis potensi lokal, kegiatan KKN ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas UMKM di Desa Gembong, sekaligus mendorong terciptanya ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Mengapa Kegiatan tersebut perlu dilaksanakan
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gembong perlu dilaksanakan karena memiliki berbagai tujuan dan manfaat, baik untuk mahasiswa, masyarakat desa, maupun institusi pendidikan. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kegiatan KKN tersebut penting:
1. Penerapan Ilmu Secara Nyata Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di masyarakat. Ini membantu mereka memahami kondisi nyata di lapangan serta meningkatkan keterampilan praktis dan problem solving.
2. Memberdayakan Masyarakat Desa Gembong Desa Gembong kemungkinan memiliki potensi dan juga permasalahan yang dapat dibantu melalui program-program KKN, seperti:
Edukasi pertanian atau peternakan,
Sosialisasi kesehatan,
Peningkatan UMKM,
Pengembangan pariwisata lokal,
Pengelolaan lingkungan hidup.
3. Mendorong Pembangunan Berbasis Masyarakat KKN menjadi sarana kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa dalam menyusun serta melaksanakan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Ini mendorong pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
4. Pengalaman Sosial dan Kepemimpinan Melalui KKN, mahasiswa belajar hidup bermasyarakat, membangun komunikasi lintas budaya, dan mengasah jiwa kepemimpinan serta kerja sama tim.
5. Meningkatkan Kepedulian Sosial Kegiatan ini memupuk rasa tanggung jawab dan empati mahasiswa terhadap permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, sekaligus membentuk karakter yang lebih peduli terhadap sesama.
6. Mendukung Program Pemerintah dan Kampus KKN di Desa Gembong juga dapat sejalan dengan program pemerintah daerah maupun program kampus untuk pengabdian masyarakat, yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi
Tujuan kegiatan
Tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gembong (atau di desa mana pun) umumnya disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa tersebut. Namun, secara umum, berikut adalah tujuan kegiatan KKN di Desa Gembong:
A. Tujuan Umum:
Pengabdian kepada masyarakat : Mahasiswa menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah untuk membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat desa: Mendorong kemandirian masyarakat melalui program-program yang meningkatkan kapasitas lokal.
Penguatan hubungan kampus dan masyarakat: Membangun kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa atau lembaga lokal untuk pembangunan berkelanjutan.
B. Tujuan Khusus
Pemanfaatan potensi lokal: Mengembangkan potensi unggulan desa seperti pertanian, perikanan, UMKM, atau pariwisata (jika ada).
Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat: Memberikan edukasi atau pelatihan kepada warga, anak-anak sekolah, atau ibu-ibu PKK.
Peningkatan kesadaran lingkungan: Melakukan kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, atau konservasi sumber daya alam lokal.
Digitalisasi desa: Membantu masyarakat dalam pemanfaatan teknologi, seperti pemasaran produk secara online
Siapa saja yang terlibat pada Kegiatan
Menurut dokumentasi kegiatan KKN di Desa Gembong, pihak-pihak yang terlibat di antaranya:
Kepala Desa Gembong, Bapak H. Nurjen
Staf dan aparat desa Gembong
Warga desa
Ketua RT 03 RW 03
Ketua RW 03
Pemuda dari Karang Taruna Desa Gembong
Tim PKK Desa Gembong
SDN Gembong 1
Puskesmas gembong
TPA Al-Fajriah dan TPA Al-Mubtadi'in
Bapak Paryono (Pak Ono) selaku pemilik rumah untuk posko kkn
Mahasiswa peserta KKN Desa Gembong Universitas Muhammadiyah Tangerang Terpadu
Dibawah ini merupakan nama anggota KKN Desa Gembong Universitas Muhammadiyah Tangerang 2025:
No
Nama Lengkap
NIM
Fakultas
Program Studi
1
Agung Kurniawan
24212010286
Teknik
Teknik Mesin
2
Rico Ardiyanto
2221201037
Teknik
Teknik Mesin
3
Rahmanida Malikasari
2261201275
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
4
Mutia Yuri Karomah
2270201182
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Ilmu Komunikasi
5
Retno Setiyani
2255201316
Teknik
Teknik Informatika
6
Siti Aisyah Ritonga
2262201135
Ekonomi dan Bisnis
Akuntansi
7
Muhammad Sidiq Fatah
2226201170
Teknik
Teknik Industri
8
Shafa Aulia Anwar
2284202024
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Pendidikan Matematika
9
Randy Darmawan
2220201026
Teknik
Teknik Elektro
10
Yudhistira Arya Kusuma
2255201226
Teknik
Teknik Informatika
11
Azizah Aulia Putri
2226201119
Teknik
Teknik Industri
12
Imas Haerlyana
2261201268
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
13
Karolina Kafnet Daeli
2262201132
Ekonomi dan Bisnis
Akuntansi
14
Ade Siti Mariyam
2265201069
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Ilmu Pemerintahan
15
Rifani Widia Putri
2226201171
Teknik
Teknik Industri
16
Marshanda
2261201320
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
17
Muhammad Luthfi Jamil
2270201280
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Ilmu Komunikasi
18
Fika Nur Rizky
2286206060
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
19
Ayu Fitriana Putri
2286206221
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
20
Ahmad Raihan Firdaus
2255201323
Teknik
Teknik Informatika
21
Sheva Milani
2261201298
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
22
Kayla Aurawati Supriyadi
2261201279
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
23
Febryansyah Al Fajar
2255201269
Teknik
Teknik Informatika
24
Deden Farhan Agisti
22261201112
Teknik
Teknik Industri
25
Aliansyah Fajar Budiman
2265201063
Ilmui Sosial dan Ilmu Politik
Ilmu Pemerintahan
26
Siti Amaliah
2288203033
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Pendidikan Bahasa Inggris
27
Ahmad Raja Dinar Amnulloh
2255201101
Teknik
Teknik Informatika
28
Fahrizal Fauzul Akbar
2255201309
Teknik
Teknik Informatika
29
Desta Ananda
2226201101
Teknik
Teknik Industri
Apa Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gembong, Tangerang, dapat memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan jika dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Berikut ini beberapa dampak potensial yang bisa terjadi:
A. Dampak bagi Masyarakat:
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Warga bisa memperoleh edukasi tentang kesehatan, pertanian, kewirausahaan, teknologi, pendidikan, dll. Pelatihan digital, UMKM, atau keterampilan rumah tangga bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal Program KKN yang mendukung UMKM atau pertanian bisa membantu meningkatkan produktivitas dan pemasaran hasil lokal. Pendampingan dalam pengelolaan keuangan usaha kecil atau koperasi desa.
Peningkatan Kesadaran Sosial Kegiatan seperti penyuluhan kesehatan, sanitasi, dan lingkungan membantu warga lebih sadar akan pentingnya gaya hidup sehat dan bersih. Program literasi atau pendidikan untuk anak-anak dan remaja.
Perbaikan Sarana dan Prasarana Mahasiswa bisa membantu membangun fasilitas umum sederhana seperti tempat sampah, taman baca, posyandu, atau pengecatan sekolah.
B. Dampak bagi Lingkungan:
Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup Edukasi dan praktik pengelolaan sampah (reduce, reuse, recycle). Pembuatan bank sampah atau kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Peningkatan Kesadaran Lingkungan Kegiatan kampanye lingkungan (misalnya: larangan buang sampah sembarangan, hemat air). Membuat program atau poster edukasi lingkungan untuk warga dan anak-anak sekolah.
Ceritakan Bagaimana Kegiatan tersebut Berjalan
Dalam rangka mencapai tujuan KKN yang terarah dan menyeluruh, program kerja yang dilaksanakan di Desa Gembong dikelompokkan ke dalam enam bidang utama. Pengelompokan ini dilakukan agar setiap kegiatan memiliki fokus yang jelas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus potensi desa yang ingin dikembangkan. Enam bidang tersebut meliputi pendidikan dan literasi, kesehatan dan gizi, lingkungan dan kebersihan, ekonomi dan kewirausahaan, sosial budaya dan keagamaan, serta perencanaan dan pembangunan. Melalui pengelompokan ini, setiap bidang dapat memberikan kontribusi nyata sesuai perannya, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, perbaikan kesehatan masyarakat, penguatan UMKM, pelestarian lingkungan, pengembangan budaya dan keagamaan, hingga inovasi pembangunan desa. Dengan demikian, seluruh program dapat terlaksana secara terpadu dan memberikan dampak yang lebih maksimal bagi masyarakat Desa Gembong. Berikut ini adalah pengelompokan progam kerja kedalam 6 bidang utama:
Bidang Penddikan dan Literasi Pada bidang pendidikan dan literasi, program KKN difokuskan untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman anak-anak Desa Gembong. Kegiatan yang dilakukan antara lain mengajar di SDN Gembong 01, TPA Baitul Al-Muktadin, dan TPA Al-Fajriah, serta menyelenggarakan bimbingan belajar tambahan bagi siswa. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan zona kreatif berupa lomba mewarnai, penyerahan Al-Qur’an untuk mendukung pembelajaran agama, serta edukasi anti bullying agar anak-anak memiliki kesadaran terhadap pentingnya sikap saling menghargai dan menjaga pergaulan yang sehat.
Bidang Kesehatan dan Gizi Program pada bidang kesehatan dan gizi diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi program untuk ibu hamil (Bumil) dan ibu balita (Bubal), pemberian vitamin A bagi anak-anak, serta senam bersama ibu-ibu PKK yang bertujuan menjaga kebugaran jasmani sekaligus mempererat kebersamaan. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin peduli pada kesehatan diri dan keluarga.
Bidang Lingkungan dan Kebersihan Dalam bidang lingkungan dan kebersihan, mahasiswa KKN bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan desa sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan bersama. Selain itu, diperkenalkan pula program daur ulang minyak jelantah agar limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna. Mahasiswa juga membuat rocket stove sebagai inovasi ramah lingkungan yang dapat digunakan masyarakat dalam kegiatan sehari-hari.
Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Pada bidang ekonomi dan kewirausahaan, program diarahkan untuk memperkuat potensi UMKM lokal agar mampu berkembang secara mandiri. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pembagian banner UMKM sebagai media promosi, workshop pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk baru, promosi budidaya hidroponik, serta seminar UMKM yang memberikan wawasan tambahan mengenai strategi usaha. Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM Desa Gembong semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Bidang Sosial dan Keagamaan Bidang sosial budaya dan keagamaan menjadi sarana mempererat nilai-nilai kebersamaan masyarakat Desa Gembong. Program yang dijalankan meliputi kegiatan pengajian rutin untuk meningkatkan kualitas keimanan dan spiritual warga, serta partisipasi mahasiswa dalam acara HUT RI ke-80 yang diisi dengan berbagai kegiatan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa KKN dan masyarakat, sekaligus memperkokoh rasa persatuan dan gotong royong.
Bidang Perencanaan dan Pembangunan Program di bidang perencanaan dan pembangunan diarahkan untuk mendukung pengembangan desa berbasis inovasi dan teknologi. Mahasiswa melakukan pembuatan rocket stove sebagai alternatif energi ramah lingkungan, mengembangkan website KKN Desa Gembong sebagai media informasi, serta melaksanakan kegiatan social mapping untuk memetakan potensi dan permasalahan desa secara lebih terarah. Hasil dari program ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan desa yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Setelah memaparkan enam bidang utama program kerja KKN, pada bagian ini akan disampaikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Gembong. Program-program ini dipilih sebagai contoh untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa bersama masyarakat bekerja sama dalam menjalankan kegiatan yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan desa. Meski tidak seluruh kegiatan akan dipaparkan, uraian berikut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kontribusi nyata KKN terhadap bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat Desa Gembong.
Kegiatan Lomba Mewarna Tingkat Paud-TK-SD Salah satu program kerja di bidang pendidikan dan literasi yang kami laksanakan adalah Lomba Mewarnai yang diadakan pada Minggu, 27 Juli 2025. Acara dimulai pukul 09.15 WIB dengan pembukaan oleh MC sekaligus penyampaian teknis perlombaan serta pembagian lembar kertas gambar kepada peserta. Tepat pukul 09.30 WIB, anak-anak dengan antusias mulai mewarnai sesuai tema yang telah ditentukan, sementara panitia bertugas memantau jalannya lomba agar tetap tertib dan kondusif. Setelah waktu satu jam, hasil karya peserta dikumpulkan untuk dinilai oleh dewan juri. Proses penjurian berlangsung pada pukul 10.40 hingga 11.00 WIB dengan mempertimbangkan aspek kerapihan, kreativitas, dan kesesuaian warna. Selanjutnya, pemenang lomba diumumkan oleh MC dan hadiah diserahkan secara langsung kepada para juara sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka. Acara kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi, sehingga lomba mewarnai ini dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak Desa Gembong.
Workshop Sabun Minyak Jelantah Selain itu pada tanggal 3 Agustus 2025, program kerja KKN di Desa Gembong yaitu pemanfaatan minyak jelantah melalui kegiatan pelatihan pembuatan sabun. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak bekas sembarangan sekaligus memberikan keterampilan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Proses pembuatan sabun dilakukan dengan memanfaatkan minyak goreng bekas yang terlebih dahulu disaring dan dimurnikan, kemudian dicampurkan dengan air, soda api, pewangi, serta pewarna makanan. Adonan yang sudah mengental kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan didiamkan selama satu bulan sebelum dapat digunakan. Produk yang dihasilkan disebut sabun minjel (sabun minyak jelantah), yang dapat dimanfaatkan untuk mencuci pakaian, peralatan dapur, maupun membersihkan lantai. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pemahaman bahwa minyak jelantah yang semula dianggap limbah ternyata bisa diolah menjadi produk rumah tangga yang berguna, bernilai ekonomis, serta ramah lingkungan. Selain memberi edukasi tentang bahaya pembuangan minyak bekas ke saluran air, program ini juga membuka peluang bagi warga untuk menjadikannya sebagai usaha kecil yang berkelanjutan.
Seminar UMKM Balaraja Pada tanggal 12 Agustus 2025, tim KKN melaksanakan Seminar UMKM di Desa Gembong dengan mengangkat materi Transformasi Digital UMKM Perempuan di Balaraja serta praktik Desain Produk. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM, khususnya perempuan, mengenai pentingnya literasi keuangan, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi e-commerce sebagai sarana ekspansi pasar. Materi pertama disampaikan oleh narasumber dengan menjelaskan konsep transformasi digital, inovasi berbasis teknologi, serta peran penting perempuan dalam menggerakkan UMKM. Peserta diperkenalkan pada peluang pemanfaatan marketplace, online retail, hingga model bisnis digital yang relevan dengan kebutuhan usaha skala kecil. Selain itu, dibahas pula hambatan yang sering dihadapi UMKM, seperti keterbatasan SDM dan literasi teknologi, serta strategi solutif yang dapat dilakukan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik desain produk di mana peserta diajak mencoba membuat flyer promosi sederhana dengan bantuan perangkat digital. Melalui seminar ini, para pelaku UMKM mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha sekaligus memperoleh keterampilan praktis dalam promosi produk.
Pembuatan Rocket Stove Salah satu program kerja di bidang perencanaan dan pembangunan adalah pembuatan Rocket Stove sebagai solusi pembakaran sampah minim asap. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh permasalahan sampah rumah tangga di masyarakat yang seringkali ditangani dengan cara dibakar secara terbuka sehingga menimbulkan asap pekat dan mencemari lingkungan. Rocket stove didesain berbentuk huruf “L” dengan aliran udara yang teratur, sehingga mampu menghasilkan pembakaran lebih sempurna, minim asap, serta efisien dalam penggunaan energi. Proses pembuatannya dilakukan dengan memanfaatkan bahan lokal seperti bata, semen, serta pipa sederhana. Setelah selesai dibangun, alat ini digunakan sebagai media pembakaran sampah organik maupun anorganik ringan, dengan hasil residu berupa abu yang masih bisa dimanfaatkan kembali, misalnya untuk campuran pupuk atau bahan paving block. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang teknologi tepat guna ramah lingkungan, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam pengelolaan sampah berbasis mandiri. Rocket stove ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung terciptanya desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sosial mapping (pemetaan sosial) adalah suatu kegiatan untuk menggali, mengidentifikasi, dan memetakan kondisi sosial suatu komunitas atau masyarakat. Tujuannya adalah untuk memahami struktur sosial, potensi, permasalahan, serta hubungan antarindividu atau kelompok di suatu wilayah. Dengan adanya sosial mapping ini bisa menjadi bahan untuk meningkat kan sdm yang ada di desan gembong.
Dokumentasi
Gambar 1. Pembukaan KKN Desa Gembong UMT 2025Gambar 2. Kegiatan BuBal (Ibu Balita)Gambar 3. Pembuatan Rocket StoveGambar 4. Kegiatan Workshop Sabun MinJel (Minyak Jelantah)Gambar 5. Acara Seminar UMKM BalarajaGambar 6. Kegiatan Lomba Mewarnai
Gambar 7. Sosial Mapping Gambar 8. Sosial MappingGambar 9. Penutupan KKN Desa Gembong UMT 2025
Penutup
Kesimpulan Demikianlah laporan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang yang bertema “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan melalui Kolaborasi dan Inovasi demi Pembangunan Ekonomi Desa yang Berkelanjutan” di Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Selama masa kegiatan, para mahasiswa telah berupaya memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja yang dikelompokkan dalam enam bidang utama, yaitu pendidikan dan literasi, kesehatan dan gizi, lingkungan dan kebersihan, ekonomi dan kewirausahaan, sosial budaya dan keagamaan, serta perencanaan dan pembangunan. Seluruh kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk pendampingan belajar, edukasi kesehatan, pengelolaan minyak jelantah menjadi sabun, pembangunan rocket stove, seminar UMKM, kegiatan sosial keagamaan, hingga pembuatan website desa. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Gembong, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, maupun pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Gembong beserta perangkat desa, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah mendukung dan bekerja sama selama pelaksanaan KKN. Tidak lupa kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa peserta KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang atas dedikasi dan semangatnya dalam menjalankan program ini. Akhir kata, kami berharap semoga kegiatan KKN ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara universitas, masyarakat, dan pemerintah.
Saran
Keberlanjutan Program: Masyarakat Desa Gembong diharapkan dapat melanjutkan program-program yang telah dirintis, khususnya di bidang pendidikan anak, kesehatan keluarga, serta pengelolaan lingkungan ramah lingkungan.
Penguatan UMKM: Pemerintah desa dan pihak terkait sebaiknya memberikan pendampingan lanjutan bagi pelaku UMKM, terutama dalam pengembangan produk, strategi pemasaran digital, dan akses modal usaha.
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna: Inovasi yang telah diperkenalkan, seperti rocket stove dan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun, diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberi manfaat nyata baik secara lingkungan maupun ekonomi.
Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat: Perlu terus ditingkatkan kerja sama antara perangkat desa, karang taruna, PKK, lembaga pendidikan, dan warga dalam menjaga keberlanjutan program-program sosial, budaya, dan pembangunan desa.
Dukungan dari Perguruan Tinggi: Kegiatan KKN berikutnya sebaiknya diperkuat dengan kolaborasi lintas disiplin ilmu sehingga dapat menghadirkan program-program yang lebih variatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Gembong.
Solusi Pengelolaan Sampah Desa: Mengingat Desa Gembong menghadapi keterbatasan TPA dan tingginya biaya pengangkutan, serta masih adanya kebiasaan warga membakar sampah secara sembarangan, maka diperlukan penguatan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Alternatifnya adalah optimalisasi rocket stove, pembentukan bank sampah, dan pemanfaatan residu sampah menjadi produk bernilai guna seperti pupuk atau paving block.