Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat, menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan, serta membangun kesadaran sosial dalam konteks kehidupan nyata. KKN bukan hanya sekadar program tahunan akademik, melainkan juga bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.
Pada tahun 2025, Universitas Muhammadiyah Tangerang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menempatkan salah satu kelompok KKN di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Jurumudi merupakan wilayah padat penduduk yang memiliki potensi ekonomi berbasis usaha kecil dan menengah, serta nilai-nilai sosial budaya yang kuat. Namun di sisi lain, wilayah ini juga dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran UMKM, serta minimnya program edukatif yang menjangkau kelompok usia muda dan masyarakat secara umum.
Didasari oleh hasil observasi awal, diskusi dengan aparatur kelurahan, RW, RT, dan tokoh masyarakat setempat, kelompok KKN Jurumudi 2025 mengusung tema “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”. Tema ini dipilih sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan riil masyarakat, sekaligus mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin 8 tentang “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi” dan poin 12 tentang “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”.
Melalui tema tersebut, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya fokus pada aspek edukasi dan sosialisasi, tetapi juga berinovasi dalam menciptakan program-program yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan. Beberapa program unggulan yang dirancang antara lain: pendampingan branding digital untuk UMKM lokal, pengelolaan sampah berbasis digital melalui program “Tukar Sampah Jadi Koin”, bimbingan belajar (Sahabat Belajar) bagi anak-anak sekitar posko, serta pelatihan keterampilan kreatif dan penyuluhan kesehatan masyarakat yang melibatkan partisipasi warga secara aktif.
KKN Jurumudi 2025 juga mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, lembaga pendidikan, komunitas warga, hingga pelaku UMKM lokal. Mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga fasilitator, mediator, dan motor penggerak perubahan sosial yang berpijak pada prinsip pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat setempat, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam konteks pembangunan daerah.
Dengan melibatkan 28 mahasiswa dari berbagai program studi dan latar belakang keilmuan, KKN Jurumudi 2025 menjadi ajang pembelajaran multidisipliner yang holistik. Tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kerja tim, empati sosial, dan tanggung jawab moral sebagai calon sarjana yang akan menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa di masa depan.
Pelaksanaan kegiatan KKN oleh mahasiswa di Kelurahan Jurumudi bukan hanya menjadi agenda rutin akademik, melainkan juga sebuah langkah strategis yang memiliki urgensi tinggi baik bagi mahasiswa, masyarakat, maupun institusi pendidikan. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi pemilik pengetahuan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Pertama, KKN menjadi media pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa memperoleh pengalaman yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas. Mereka belajar berkomunikasi lintas usia dan budaya, mengasah kepekaan sosial, serta memahami dinamika kehidupan masyarakat dengan segala kompleksitasnya. Proses ini diawali dengan kegiatan pembekalan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan warga Kelurahan Jurumudi, yang menjadi ruang awal untuk menyamakan visi, memahami kebutuhan setempat, dan membangun kedekatan. Dengan demikian, KKN bukan sekadar tugas lapangan, tetapi juga perjalanan pendewasaan diri melalui interaksi sosial yang nyata.
Kedua, pelaksanaan KKN di Kelurahan Jurumudi memiliki arti strategis karena langsung menjawab kebutuhan nyata masyarakat yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Mulai dari rendahnya pemahaman tentang pengelolaan sampah, terbatasnya akses pelaku UMKM terhadap teknologi digital, hingga minimnya program pemberdayaan yang menyasar generasi muda. Melalui tema “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”, kegiatan KKN ini tidak hanya berupaya memberi solusi praktis, tetapi juga membangun kesadaran dan kemandirian warga melalui pendekatan partisipatif. Berbagai program pun dirancang, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pemasaran digital, hingga pendampingan pembuatan QRIS dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM agar lebih siap bersaing di era modern. Dengan begitu, manfaat yang tercipta diharapkan dapat bertahan lebih lama, melampaui sekadar bantuan sesaat.
Ketiga, melalui program seperti pendampingan digitalisasi UMKM, pengelolaan sampah berbasis insentif koin digital, Sahabat Belajar untuk anak-anak, hingga penyuluhan kesehatan masyarakat, mahasiswa bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga belajar menyusun program dari nol, mengatur strategi pelaksanaan, membangun jejaring lokal, hingga melakukan evaluasi secara mandiri. Hal ini melatih soft skill dan leadership yang sangat diperlukan dalam dunia profesional pasca kampus.
Keempat, kegiatan KKN juga memperkuat konektivitas antara perguruan tinggi dan masyarakat, membuktikan bahwa keberadaan institusi akademik bukan menara gading yang terpisah dari realitas sosial, melainkan bagian dari masyarakat itu sendiri. Kampus hadir secara nyata lewat mahasiswa untuk mendukung pembangunan daerah secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Terakhir, pelaksanaan KKN ini penting sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, edukasi lingkungan, dan pembangunan sosial berbasis komunitas. Dalam jangka panjang, kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi warga Jurumudi, tetapi juga membentuk mahasiswa sebagai pribadi yang lebih peka, adaptif, dan bertanggung jawab terhadap tantangan bangsa.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang di Kelurahan Jurumudi tahun 2025 memiliki sejumlah tujuan utama yang saling berkaitan, baik dalam kerangka akademik, sosial, maupun pembangunan masyarakat. Adapun tujuan kegiatan tersebut antara lain:
Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Kegiatan KKN Jurumudi 2025
Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Jurumudi tidak hanya melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana utama, tetapi juga melibatkan berbagai pihak yang berperan penting dalam mendukung kelancaran dan keberhasilan program. Adapun pihak-pihak yang terlibat antara lain:
ADINDA KEYSHA NAMORA/2262201032/MANAJEMEN AKUNTANSI
AGIS SYADINA PUTRA/2274201057/HUKUM
AHMAD DAFFA HASAN/2265201088/ILMU PEM/ERINTAHAN
AHMAD THORIQ/2170201282/ILMU KOMURNIKASI
ALDI YANTO/24222010011/TEKNIK SIPIL
AMELIA GUSTI ESA PUTRI/2261201159/MANAJEMEN
ANDI RAHMATULLAH/2070201107/ILMU KOMUNIKASI
ANGGUN ARDIANIH/2262201016/MANAJEMEN
ARIE RAHAYU/2255201060/TEKNIK INFORMATIKA
DELA KURNIA AGUSTINA/2286206027/ILMU PENDIDIKAN
DINAH SILFIYANA/2261201288/MANAJEMEN
ETI ERNAWATI/2286206227/ILMU PENDIDIKAN
FACHRI PAHLEVI/2261201105/MANAJEMEN
HAIKAL HIKMAL/2255201265/TEKNIK INFORMATIKA
HIKAYAHNUR IKLKMAH/2274201046/HUKUM
IBNU AKBAR AN NUHA/24552010202/TEKNIK INFORMATIKA
INDRI NURUSYIFA/2261201065/MANAJEMEN
IZZATU DINI AMALI/2215201071/ILMU KESEHATAN
JANUARI NISA ANGGRAENI/2261201603/MANAJEMEN
MUFID NASTANGILLAH/2290241064/PARINKRAF
MOHAMAD FIKRI/2270201259/ILMU KOMUNIKASI
MUHAMMAD SIDQI HAWARI/2270201254/ILMU KOMUNIKASI
NIA AGHNIA/2286207001/ILMU PENDIDIKAN
NUR CAHYA INSAN/2255201288/TEKNIK INFORMATIKA
PUTRI ANDRIANY ALHASANY/2286208063/PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SALSABILA AULIA ADHA/2286208031/PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SHOFY SILFIYA/2286206160/ILMU PENDIDIKAN
SUGIYO/2070201174/ILMU KOMUNIKASI
1. Dampak Sosial dan Edukatif bagi Masyarakat
a. Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Kegiatan KKN telah membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berbagai bidang, terutama melalui program-program seperti pelatihan literasi digital untuk UMKM, penyuluhan kesehatan, dan edukasi lingkungan. Warga tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga pelatihan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Penyadaran tentang Pentingnya Pendidikan dan Kreativitas Anak
Lewat program Sahabat Belajar dan kegiatan mewarnai/menggambar yang diselenggarakan di posko KKN, anak-anak memperoleh ruang tumbuh alternatif di luar sekolah formal. Hal ini menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas belajar dan kurangnya pendampingan belajar di rumah. Selain memberikan dukungan edukatif, kegiatan ini juga memperkuat ikatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat.
c. Meningkatkan Partisipasi Sosial dan Gotong Royong
Keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan, seperti gotong royong lingkungan, lomba HUT RI, senam pagi, dan pembuatan papan peringatan buang sampah, menunjukkan adanya peningkatan rasa memiliki dan tanggung jawab sosial. KKN menjadi pemantik kebersamaan di tengah rutinitas warga yang selama ini cenderung individualistik.
d. Mendorong Perubahan Pola Pikir Warga terhadap Potensi Lokal
Melalui pendekatan dialogis dan berbasis partisipasi, warga mulai menyadari bahwa potensi di lingkungan mereka—baik dari sektor UMKM, kerajinan, maupun kegiatan sosial—dapat dikembangkan secara kolektif. Warga mulai terbuka terhadap inovasi, seperti penggunaan media sosial untuk promosi usaha dan pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai jual.
2. Dampak Ekonomi melalui Pemberdayaan UMKM
a.Peningkatan Pengetahuan Pelaku UMKM tentang Branding dan Digital Marketing
b. Munculnya Kesadaran Kolektif untuk Mendukung Produk Lokal
Kegiatan KKN turut mendorong semangat membeli dan mempromosikan produk warga sendiri. Kesadaran ini ditanamkan tidak hanya lewat pelatihan, tetapi juga melalui kolaborasi yang aktif antara mahasiswa dan warga, seperti bazar kecil, promosi bersama, dan kampanye “Kenalan Yuk Sama UMKM Jurumudi!”.
c. Penguatan Jejaring Usaha Kecil
Melalui dokumentasi usaha warga dan pencatatan data pelaku UMKM, masyarakat memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun koneksi antar pelaku usaha. Bahkan, beberapa pelaku UMKM mulai saling mendukung dalam hal pemesanan bahan, saling promosi, dan saling belajar.
d. Peningkatan Legalitas dan Akses Finansial melalui Pembuatan NIB dan QRIS
Mahasiswa membantu pelaku UMKM dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha yang memudahkan mereka mendapatkan akses pembiayaan, mengikuti program pemerintah, serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain itu, pengenalan dan pendampingan penggunaan QRIS memberikan kemudahan transaksi non-tunai yang lebih cepat, aman, dan praktis. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar modern dan memperluas jaringan pelanggan, sekaligus mendorong literasi keuangan digital di masyarakat.
3. Dampak Lingkungan dan Kesadaran Ekologis
a. Meningkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Salah satu program unggulan, “ Pemberdayaan Tong sampah untuk lingkungan RT ”, mendorong warga untuk mulai memilah sampah anorganik dan organik dari rumah masing-masing. Dengan sistem insentif sederhana, warga termotivasi untuk lebih peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan, dan mulai memahami bahwa sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai.
b. Edukasi dan Aksi Lingkungan Secara Langsung
Mahasiswa menginisiasi pembuatan papan peringatan di beberapa titik strategis untuk mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Tidak hanya sebatas tanda, mahasiswa juga melakukan edukasi langsung kepada warga, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga, tentang bahaya penumpukan sampah dan dampaknya terhadap kesehatan serta kebersihan lingkungan.
c. Revitalisasi Fisik Lingkungan
Melalui kegiatan bersih-bersih, pengecatan pos ronda, dan penataan sekitar lingkungan RW dan RT, mahasiswa bersama warga membangun kembali semangat untuk menjaga lingkungan bersama. Hasilnya bukan hanya secara fisik lebih bersih dan indah, tetapi juga membangun nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan.
Pelaksanaan Kegiatan KKN di Kelurahan Jurumudi 2025
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, secara resmi dimulai pada awal Juli 2025. Dengan mengusung tema “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”, kelompok yang beranggotakan 27 mahasiswa dari berbagai jurusan ini menetap dan beraktivitas di lingkungan RW 03 selama kurang lebih satu bulan.
Pelaksanaan KKN diawali dengan tahap pengenalan dan observasi lingkungan. Mahasiswa secara langsung melakukan silaturahmi ke kantor kelurahan, rumah Ketua RW, dan para Ketua RT untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan program KKN. Kunjungan ini disambut hangat oleh warga, menandakan keterbukaan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa. Di hari-hari awal, tim juga melakukan pemetaan potensi wilayah dan diskusi informal dengan warga guna memahami kondisi sosial, ekonomi, serta lingkungan secara lebih mendalam.
Setelah observasi dan koordinasi, dilanjutkan dengan penyusunan dan pelaksanaan program kerja yang dibagi ke dalam beberapa bidang utama: pemberdayaan UMKM, edukasi dan lingkungan, sosial kemasyarakatan, serta digitalisasi. Kegiatan bimbingan belajar yang diberi nama “Sahabat Belajar” menjadi salah satu program unggulan yang dilaksanakan secara rutin setiap sore di posko KKN. Anak-anak sekitar dengan antusias mengikuti kegiatan ini yang meliputi belajar membaca, menulis, menggambar, hingga permainan edukatif.
Di sisi lain, mahasiswa juga melakukan pendampingan pelaku UMKM lokal, khususnya yang bergerak di bidang kuliner dan kerajinan. Mereka diberikan pelatihan sederhana mengenai branding usaha, pembuatan konten promosi, serta pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp Business dan Instagram. Beberapa pelaku usaha bahkan dibantu membuat desain label produk yang lebih menarik dan informatif.
Pada bidang lingkungan, mahasiswa menginisiasi program “Tukar Sampah Jadi Koin”, di mana warga diajak menukarkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kaleng dengan koin sederhana yang dapat ditukarkan dengan barang kebutuhan kecil. Program ini dikombinasikan dengan kegiatan pembuatan papan peringatan buang sampah, gotong royong membersihkan saluran air, serta edukasi langsung kepada warga mengenai pentingnya memilah sampah dari rumah.
Tak hanya kegiatan harian, tim KKN juga berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk persiapan peringatan HUT RI ke-80. Mahasiswa ikut mendampingi warga dalam membuat dekorasi lingkungan, merancang lomba 17-an, dan menjadi panitia dalam acara senam sehat, jalan santai, serta malam hiburan warga. Kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Setiap akhir pekan, kelompok KKN juga melakukan evaluasi rutin internal untuk meninjau efektivitas program dan merancang strategi lanjutan agar kegiatan yang dilaksanakan tetap adaptif dan sesuai kebutuhan lapangan. Koordinasi terus dijaga dengan aparatur kelurahan dan RW/RT untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan tidak mengganggu aktivitas warga, melainkan menjadi bagian dari gerakan bersama.
Menjelang akhir masa KKN, mahasiswa melaksanakan dokumentasi dan pelaporan kegiatan, serta menyerahkan secara simbolis hasil-hasil program kepada kelurahan dan RW. Warga menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar program-program seperti ini bisa dilanjutkan di masa mendatang, karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama dalam hal edukasi, kebersihan lingkungan, dan pendampingan UMKM.































Pelaksanaan KKN Jurumudi 2025 berjalan dengan lancar, dinamis, dan penuh makna. Meski diwarnai tantangan, seperti penyesuaian jadwal warga dan keterbatasan fasilitas, mahasiswa mampu membangun komunikasi yang baik dan menjadikan kegiatan ini sebagai proses pembelajaran sosial yang nyata. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
KKN Jurumudi 2025 tidak hanya meninggalkan jejak berupa kegiatan dan dokumentasi, tetapi juga menanamkan nilai, pengetahuan, serta semangat kolektif yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Lewat sinergi mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah kelurahan, kegiatan ini menjadi model mini pembangunan lokal yang berbasis edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi lintas sektor. Harapannya, benih kebaikan dan perubahan yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kehidupan warga Jurumudi.
Mohamad Fikri