Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai perguruan tinggi di Kota Tangerang memiliki amanah untuk menjalankan tridarma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga peran tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan hirukpikuk kehidupannya, serta memberikan kontribusi yang bermakna. Pengabdian ini bukan hanya menjadi tugas dosen, tetapi juga mahasiswa, yang melalui proses belajar dituntut untuk mengasah kepedulian sosial dan melatih diri agar ilmunya dapat memberi manfaat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) hadir sebagai ruang pembelajaran yang unik. Ia bukan sekadar program formal, melainkan pengalaman hidup yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas masyarakat. Di lapangan, mahasiswa belajar berempati, mendengarkan, sekaligus berusaha menghadirkan solusi sederhana namun relevan bagi persoalan yang ada. Dengan demikian, KKN tidak hanya memperkaya kecerdasan intelektual, tetapi juga mengasah kepekaan emosional dan sosial yang kelak menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks pembangunan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional. UMKM tidak hanya membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menghadirkan kemandirian bagi masyarakat. Namun, di tengah tantangan global, UMKM dituntut untuk beradaptasi, tidak hanya dari sisi kualitas dan daya saing, tetapi juga dari segi keberlanjutan. Pertanyaan mendasarnya adalah: bagaimana usaha dapat bertumbuh tanpa harus merusak lingkungan?
Pembangunan berkelanjutan pada hakikatnya menuntut keseimbangan. Pertumbuhan ekonomi yang sehat seharusnya tidak meninggalkan jejak negatif bagi lingkungan, melainkan berjalan seiring dengan pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan sosial. Prinsip ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya, pengurangan limbah, serta penerapan praktik ramah lingkungan di berbagai sektor, termasuk dunia usaha.
Kondisi di Kelurahan Petir mencerminkan tantangan tersebut. Meski pembangunan di berbagai bidang telah menunjukkan kemajuan, persoalan lingkungan masih nyata terasa. Sampah yang belum terkelola dengan baik serta banjir yang kerap menghampiri menjadi pengingat bahwa ada pekerjaan rumah yang harus ditangani bersama. Menyalahkan pihak lain tidak akan membawa perubahan; justru perubahan bisa dimulai dari diri sendiri, dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga atau usaha, hingga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga bumi.
Dengan latar belakang tersebut, KKN UMT 2025 di Kelurahan Petir dilaksanakan dengan merujuk pada tema resmi dari kampus, yakni “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.” Program kerja yang disusun mencakup berbagai aspek, dengan penekanan pada penguatan UMKM sekaligus peningkatan kepedulian lingkungan. Mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang menggurui, melainkan sebagai mitra yang berjalan bersama masyarakat: mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang secara ekonomi sambil menanamkan nilai-nilai keberlanjutan. Harapannya, tercipta sinergi antara pertumbuhan usaha dan kepedulian lingkungan. Langkah yang dilakukan memang sederhana, tetapi di balik kesederhanaan itu ada keyakinan bahwa perubahan besar selalu bermula dari kesadaran kecil yang dijalankan dengan kesungguhan dan konsistensi.
Banyak UMKM di Kelurahan Petir masih bergantung pada metode produksi konvensional yang relatif boros sumber daya, kurang efisien, dan belum sepenuhnya memenuhi standar kualitas pasar modern. Kondisi ini membuat mereka kesulitan bersaing, apalagi ketika harus menghadapi produk dari industri besar maupun UMKM yang lebih inovatif.
Di sisi lain, konsumen kini semakin peduli terhadap keberlanjutan dan dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan. Perubahan ini menuntut UMKM untuk beradaptasi dengan praktik usaha yang lebih bertanggung jawab, sehingga tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan.
Melalui pendampingan, pelatihan, dan transfer pengetahuan, UMKM dapat mengembangkan strategi produksi yang lebih efisien, meningkatkan kualitas dan kemasan produk, memanfaatkan teknologi tepat guna, serta memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, daya saing UMKM akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan di sekitarnya.
NO | NAMA | NIM |
1 | Achmad Jumran Sodiq | 2274201145 |
2 | Agung Satya Irawan | 2255201007 |
3 | Ahmad Firdiansyah | 2255201059 |
4 | Ahmad Romzan | 2270201351 |
5 | Aisah | 2261201203 |
6 | Aldi Agustian Firmansyah | 2290241055 |
7 | Ani Nabbila Allina | 2261201498 |
8 | Bagus Abdul Wahhab | 2255201073 |
9 | Banu Eka Prayoga | 2255201137 |
10 | Deanira Chantika | 2286206092 |
11 | Della Adelia | 2261201228 |
12 | Fachri Noor Said | 2286206166 |
13 | Haikal Maulizat | 2286208134 |
14 | Hilda Nur Fadila | 2215201078 |
15 | Mariana Anggraini | 2270201173 |
16 | Mita Mimul Qorimah | 2255201024 |
17 | Mohamat Swandy Sugiarto | 2274201121 |
18 | Nurkhofifah | 2215201025 |
19 | Nurlaili Febriani Hasanah | 2261201290 |
20 | Nurmaliza Oktaviani | 2261201226 |
21 | Putri Dwi Mariana | 2286206095 |
22 | Putri Rahayu | 2262201126 |
23 | Rasti Fauzia Hanum | 2270201112 |
24 | Sholawati Cantika Dewi | 2261206017 |
25 | Siirsani | 2284202037 |
26 | Sumeni | 2274201155 |
27 | Tiara Ayu Dijaya | 2270201083 |
28 | Tiara Ramadhani | 2261201671 |
Pelaksanaan Kegiatan KKN UMT Kelurahan Petir Tahun 2025
Kegiatan KKN UMT Kelurahan Petir tahun 2025 dilaksanakan sejak 16 Juli hingga 16 Agustus 2025. Selama satu bulan penuh, mahasiswa menjalankan berbagai program kerja yang telah disusun baik dari kelompok maupun yang bersifat terpadu sesuai tema kampus, yaitu “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.”
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai pendamping sekaligus mitra bagi masyarakat, kader, dan pengurus lokal. Pendekatan partisipatif menjadi landasan, sehingga kegiatan berjalan melalui kerja bersama, saling berbagi pengetahuan, dan mencari solusi atas persoalan yang ada di lingkungan Kelurahan Petir. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi beragam aspek, antara lain:
A. Bidang Pendidikan
1. Edukasi Stop Bullying di SDN Petir 5
2. Program bimbingan belajar (bimbel) yang dilaksanakan di posko KKN (Senin-Kamis pukul 15.00-17.00 WIB)
B. Bidang Keagamaan
1. Pendampingan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Ibu Sopiah di RT.011/RW.003
2. Nonton Bersama (Nobar) Film Keagamaan bersama anak-anak di posko KKN
C. Bidang Lingkungan dan Kemasyarakatan
1. Kerja bakti membersihkan lingkungan RT.007, RT.009, RT.011 di RW.003.
2. Edukasi peduli lingkungan dan belajar menabung pada anak-anak melalui kegiatan daur ulang barang bekas menjadi celengan.
3. Edukasi mengelola sampah plastik dengan kegiatan kreatif yakni kolase sampah plastik.
4. Seminar UMKM berjudul “UMKM Bijak Peduli Bumi: Usaha yang Bertumbuh, Tanpa Harus Merusak” yang mengedukasi pelaku usaha agar tetap berkembang tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
5. Partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti perbantuan tenaga di Kantor Kelurahan Petir, mendatangi undangan pengajian, serta membantu karang taruna ataupun PKK sekitar.
D. Bidang Kesehatan
1. Edukasi Kesehatan reproduksi di Posyandu Murai RT.011/RW.003
2. Cek Kesehatan Gratis di Posko KKN
3. Partisipasi aktif pada kegiatan di Posyandu RT.009/RW.003,
Posyandu RT.003/RW.004, dan Posyandu RW.002
E. Bidang Ekonomi
1. Digitalisasi UMKM melalui pembuatan QRIS, desain menu, dan penambahan titik lokasi usaha di Google Maps untuk meningkatkan kemudahan transaksi dan pemasaran.



















Pelaksanaan KKN UMT 2025 di Kelurahan Petir berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar kontekstual dengan terjun langsung ke lapangan, sementara masyarakat mendapatkan pendampingan yang relevan dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan penguatan
UMKM.
Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik dari pembimbing lapangan, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, maupun warga yang terlibat aktif. Kehadiran mahasiswa bukan sebagai pengganti peran masyarakat, melainkan sebagai mitra yang bekerja bersama untuk mencari solusi dan mendorong perbaikan sederhana yang berdampak nyata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. KKN bukan hanya sebuah program akademik, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya.
Tiara Ayu Dijaya