LATAR BELAKANG KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. KKN juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan problem solving dalam menghadapi tantangan di lingkungan sekitar.
Pada tahun 2025, KKN UMT mengusung tema “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan” dengan lokasi pelaksanaan di Kelurahan Batusari. Wilayah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian lokal. UMKM di Batusari menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta mendorong kemandirian warga. Namun, perkembangan UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah rendahnya penerapan prinsip ramah lingkungan dalam proses produksi dan pengelolaan usaha. Padahal, di tengah meningkatnya isu global tentang keberlanjutan, penerapan konsep green economy atau ekonomi hijau menjadi hal yang penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan KKN yang berlangsung selama satu bulan, mulai 16 Juli 2025 hingga 16 Agustus 2025, ini dirancang untuk membantu para pelaku UMKM Batusari melalui edukasi, pendampingan, dan inovasi. Program yang dilaksanakan meliputi penerapan metode produksi ramah lingkungan, pengelolaan limbah usaha, pengemasan berkelanjutan, hingga strategi pemasaran digital yang menonjolkan citra hijau (green branding). Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, pelaku UMKM, dan masyarakat, KKN UMT 2025 di Kelurahan Batusari diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan UMKM yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) demi masa depan ekonomi yang tangguh dan lingkungan yang lestari.
MENGAPA KEGIATAN TERSEBUT PERLU DILAKSANAK AN
Pelaksanaan KKN UMT 2025 di Kelurahan Batusari dengan tema “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan” memiliki urgensi yang tinggi karena menyentuh dua aspek penting sekaligus, yaitu penguatan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.
Rendahnya penerapan prinsip ramah lingkungan pada sektor UMKM berpotensi menimbulkan dampak negatif jangka panjang, seperti pencemaran lingkungan, pemborosan sumber daya, dan menurunnya kualitas hidup masyarakat. Padahal, tren konsumen saat ini mulai bergeser ke arah produk dan layanan yang memperhatikan aspek keberlanjutan. Dengan mengintegrasikan konsep green economy, UMKM tidak hanya dapat menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra dan nilai jual produknya.
Kegiatan ini menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah secara nyata di tengah masyarakat. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku UMKM, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Sinergi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pemerintah kelurahan diharapkan mampu menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mendapatkan wawasan baru tentang manajemen usaha, pemasaran, inovasi produk, dan strategi penjualan berbasis digital yang lebih efektif. Peningkatan ini dilakukan melalui kegiatan workshop yang membahas peran literasi digital marketing untuk memperluas pasar, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga performa lingkungan UMKM agar tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pelaku UMKM mulai menerapkan konsep green economy dalam produksi, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai, dan memilih bahan baku yang lebih aman.
Edukasi yang diberikan selama KKN mendorong warga untuk lebih peduli pada kebersihan lingkungan, mengelola sampah rumah tangga, dan menjaga kelestarian sumber daya alam. Peningkatan kesadaran ini juga diwujudkan melalui kegiatan “Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Inovasi Produk Ramah Lingkungan”, yang mengajarkan cara mengolah limbah minyak bekas menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Melalui interaksi langsung, mahasiswa dapat berbagi ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat, sementara masyarakat juga membagikan pengetahuan lokal dan pengalaman usaha kepada mahasiswa. Proses dua arah ini menciptakan pembelajaran bersama yang memperkaya wawasan kedua belah pihak.
Adanya kerja sama antara pelaku UMKM, masyarakat, pemerintah kelurahan, dan perguruan tinggi memperkuat jaringan dukungan yang akan tetap berjalan meski KKN sudah selesai.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Batusari dimulai dengan acara Pelepasan KKN di GOR Nambo pada 15 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan universitas, pemerintah daerah, dan peserta KKN. Suasana penuh semangat dan harapan mengiringi keberangkatan para mahasiswa ke lokasi pengabdian. Dua hari setelahnya, 17 Juli 2025, dilaksanakan Pembukaan KKN di Kelurahan Batusari. Dalam kegiatan ini, tim KKN disambut hangat oleh perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Sambutan yang penuh antusias membuat para peserta semakin bersemangat untuk melaksanakan program kerja.
Mulai 18 Juli hingga 15 Agustus 2025, mahasiswa KKN mengadakan kegiatan mengajar les dan mengaji bagi anak-anak di sekitar kelurahan. Setiap sore, anak-anak berkumpul di tempat yang telah disediakan untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan umum dan pelajaran agama. Kegiatan ini menjadi momen yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Pada 21–28 Juli 2025, mahasiswa juga mengajar di SDN Darussalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Mahasiswa KKN memberikan pelajaran tambahan, membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar, serta memperkenalkan metode belajar kreatif untuk meningkatkan minat siswa.
Sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal, pada 26 Juli 2025 dilaksanakan Edukasi Literasi Digital dengan tema Peran Literasi Digital Marketing & Keterlibatan Masyarakat dalam Performa Lingkungan UMKM. Materi ini diberikan oleh narasumber yang berpengalaman, diikuti oleh pelaku UMKM dan warga yang tertarik mengembangkan usaha melalui platform digital. Keesokan harinya, 27 Juli 2025, diadakan Demonstrasi Pemanfaatan Cabai Kering Menjadi Produk UMKM Desa yang dipandu oleh Bu Lathifa dan Bu Fitri. Peserta belajar cara mengolah cabai menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti bubuk cabai dan sambal kering.
Pada 29–30 Juli 2025, tim KKN bersama warga melaksanakan kerja bakti dan penanaman benih cabai. Kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga menjadi langkah awal pengembangan pertanian kecil yang dapat dimanfaatkan warga.
Untuk memperindah lingkungan, pada 2–5 Agustus 2025 dilaksanakan kerja bakti dan pembuatan mural. Lukisan mural bertema edukasi lingkungan dan semangat kebersamaan menghiasi dinding-dinding di RW setempat.
Pada 10 Agustus 2025, diadakan Edukasi dan Praktik Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi inovasi ramah lingkungan. Warga diajarkan mengolah minyak bekas pakai menjadi sabun cair dan lilin aroma terapi, sehingga limbah rumah tangga dapat bernilai guna.Kegiatan mempercantik lingkungan dilanjutkan dengan pemasangan umbul-umbul di RW 04 pada 11–13 Agustus 2025 untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Memasuki akhir masa KKN, 15 Agustus 2025 menjadi hari Penutupan Les dan Mengaji. Anak-anak menampilkan hasil belajar mereka, mulai dari membaca ayat-ayat Al-Qur’an hingga keterampilan akademik. Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan KKN Batusari resmi berakhir pada 16 Agustus 2025 dengan Penutupan dan Pelepasan KKN. Acara ini diwarnai rasa haru sekaligus kebanggaan atas kerja sama yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat selama satu bulan penuh.
![]() Pelepasan KKN UMT 2025 di Gor Nambo |
Pembukaan KKN UMT 2025 di Kelurahan Batusari |
![]() Mengajar Les dan Mengaji |
![]() KBM di SDN Darussalam |
![]() Edukasi Literasi Digital Marketing & Keterlibatan Masyarakat dalam Performa Lingkungan UMKM |
![]() Demontrasi Pemanfaatan Cabai Kering Menjadi Produk Chili Oil Untuk Memperkembangkan UMKM Di Desa Batusari |
![]() Kerja Bakti dan Penanaman Benih Cabai di Kelompok Wanita Tani ( KWT ) Batusari |
![]() Pembagian Kupon Cek Kesehatan |
![]()
Cek Kesehatan di Griya Harmoni Warga RW 04 |
![]() Kerja Bakti dan Mural bersama Lurah RW RT dan warga di Jl. Pematang Kelurahan Batusari
Pemasangan Plang Edukasi Sampah di JL. Pematang RW 04 Kelurahan Batusari
![]() Pemasangan Plang Edukasi Sampah di Griya Harmoni Warga
Penutupan Kegiatan Mengajar Mengaji dan Bimbel
![]() Edukasi dan Praktik Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan Di Griya Harmoni Warga RW 04 |
![]() Kerja sama Pemasangan Bendera HUT Kemerdekaan RI di RW 04 / RT 02
Penutupan sekaligus pelepasan KKN UMT Batusari 2025 (Kegiatan Movie Night dan Makan Bersama Warga Batusari) |
PENUTUP
Pelaksanaan KKN UMT 2025 di Kelurahan Batusari dengan tema “Penguatan UMKM Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan” diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui sinergi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan warga, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan kelestarian lingkungan dalam setiap aktivitas ekonomi.
Kami juga menyadari bahwa pelaksanaan kegiatan ini mungkin belum sempurna dan masih terdapat kekurangan, baik dari segi waktu, sumber daya, maupun keterbatasan lain. Oleh karena itu, segala masukan dan kritik yang membangun akan menjadi bahan evaluasi berharga untuk perbaikan di masa mendatang. Akhirnya, semoga KKN UMT 2025 ini dapat menjadi langkah kecil yang berarti menuju pembangunan ekonomi lokal yang tangguh, inovatif, dan ramah lingkungan, serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu untuk kemajuan bersama.
Indah Ocfriadila