Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari proses pendidikan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik langsung di masyarakat. KKN juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan mahasiswa.
Desa Buaran Indah terletak di Kota Tangerang yang memiliki karateristik serta tantangan unik dalam pengembagan masyarakatnya. masyarakat desa ini umumnya bergantung pada sektor UMKM dan memiliki akses terbatas terhadap berbagai fasilitas dan informasi yang dapat mendukung kesejahteraan mereka. beberapa masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat desa meliputi rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya fasilitas kesehatan,serta keterbatasan dalam pengelolaan sumberdaya alam.
Sebagian dari program KKN kelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tangerang berkesempatan untuk bekerja sama dengan masyarakat desa Buaran Indah dan upaya peningkatan kualitas hidup mereka. Kegiatan KKN ini dirancang untuk memberikan kontribusi positif melalui berbagai program yang berfokus dalam pendidikan, lngkungan, kesehatan dan mengembangkan ekonomi lokal. Melalui kegiatan ini,diharapkan dapat tercipta solusi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Program ini diangkat dari keresahan masyarakat serta keterbatasan lingkungan yang menjadi poin pendukung kegiatan tersebut perlu menjadi pertimbangan. salah satunya seperti:
1. Masyarakat lingkungan Buaran Indah rw 07 rt 01-07
2. Pemuda pemudi lingkungan Buaran Indah rw 07 rt 01-07
3. Pelajar dan pengajar lingkungan Buaran Indah rw 07 rt 01-07
4. Kader kesehatan lingkungan Buaran Indah
5. Pemerintah desa Buaran Indah kelurahan, rw 07 rt 01-07
6. mahasiswa kkn buaran indah
1. nadilla kapoor (fikes)
2. Firda Nurfadilah (Manajeme)
3. Okta Viani (Manajemen)
4. Sela Safitri (PGSD)
5. Siti Sadiah (Hukum)
6. Fachrizal Dolly (DKV)
7. Siti Nurhaliza Fauziah (Manajemen)
8. Putri Nur Afiah (Manajemen)
9. Nur Intania Fatma (Manajemen)
10. Fini Agustiani (Manajemen)
11. Ahmad zumarlen (Agama Islam)
12. Agus Sarifudin (PAI)
13. Eka Nabila Septiani (Pend. MTK)
14. Luthfi Alfiansyah (ILKOM)
15. Fiori Riza aprilia (Ilkom)
16. Rail rama wijaya (Ilkom)
17. Dicka fibiyanti (agama islam)
18. annisa nur kholijah ( inggris)
19. Mita Puput Lestari (Ilkom)
20. iklasul amal (teknik)
21. Ahmad Hidayat (Teknik)
22. Mohammad Azmi (Teknik)
1. Pelatihan Keterampilan
Peningkatan Ekonomi: Setelah pelatihan, anak-anak memulai kerajinan tangan yang dapat dijual. Hal ini membuka peluang ekonomi baru bagi mereka dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Peningkatan Kreativitas: Masyarakat menjadi lebih kreatif dan berinovasi dalam menghasilkan produk-produk kerajinan yang unik dan berkualitas.
2. Penyuluhan Kesehatan dan Kebersihan
Perubahan Pola Hidup: Ada peningkatan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat. Masyarakat mulai menerapkan kebiasaan sehat seperti mencuci tangan dengan benar, cek kesehatan berkala dan menjaga kebersihan lingkungan.
Penurunan Kasus Penyakit: Dengan meningkatnya pengetahuan tentang kesehatan, terjadi penurunan kasus penyakit menular dan tidak menular yang sebelumnya sering terjadi di wilayah Buaran Indah.
tema: tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penanggulangan kasus demam berdarah dengue (DBD)
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei untuk mengetahui kebutuhan masyarakat dan kesiapan fasilitas. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa dan kelompok kader Kesehatan setempat.
Pengaturan Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan peserta dan dilaksanakan selama sembilan hari.
Hari Pertama: Sosialisasi kegiatan pelatihan kepada masyarakat. Pengenalan materi dan praktek mengenai teknik terapi non farmakologis pembuatan obat herbal dari tumbuhan sekitar secara modern dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan umpan balik mengenai materi yang telah diajarkan. dan nantinya diberikan reward berupa kupon cek kesehatan gratis. untuk pemateri seminar disampaikan oleh dosen fikes Dr. Eni Nuraeni., M.Kes dan pembicara untuk terapi non farmakologis dari mahasiswa Nadilla Kapoor, kolaborasi bersama RS EMC, puskesmas, kader kesehatan, kelurahan, RW dan RT Buaran indah dalam kegiatan kontrol stunting anak memberikan makanan yang bergizi untuk mejadi sesehatan anak, cek kesehatan bersama dengan tim medis dari Pk IMM Fikes UMT.konsul kesehatan dan Evaluasi
Keterbatasan Fasilitas: Beberapa masyarakat tidak memiliki akses langsung dengan pendidikan kesehatan, yang membatasi penerapan teknik baru untuk mengurangi kasus kesehatan.
Pengetahuan Baru: masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai terapi non farmakologis secara modern dan penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD)
Keterampilan Praktis: Peserta mampu menerapkan terapi yang sudah diajarkan dan memahami teori dasar tentang demam berdarah dengue
Penerapan Teknik Baru: Beberapa masyarakat mulai menerapkan teknik baru, diharapkan dapat menjadi tameng untuk menjaga kesehatan keluarga.
Feedback Positif: Peserta menyatakan puas dengan teori yang dijelaskan dan merasa lebih percaya diri dalam menerapkan teknik yang baru dipelajari.
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan pasca-pelatihan untuk memastikan bahwa teknik yang diajarkan diterapkan dengan benar.
Saran untuk Program Mendatang: Disarankan untuk menyediakan pendidikan kesehatan masyarakat dan mengatur pelatihan lebih lanjut untuk mendukung penerapan teknik baru.
A. Pelaksanaan kegiatan
tema: peran pemuda sebagai pengerak lingkungan menuju indonesia emas
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei untuk mengetahui kebutuhan masyarakat dan kesiapan fasilitas. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa dan kelompok pemuda setempat
Pengaturan Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan peserta dan dilaksanakan selama satu hari.
Hari Pertama: Sosialisasi kegiatan pelatihan kepada pemuda pemudi. Pengenalan materi dan cara penanggulangan dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan umpan balik mengenai materi yang telah diajarkan.. untuk pemateri seminar disampaikan oleh dosen FEB Dra Anggrainni Soemadi, M.Si Rizk Ulan Sari S.E.,M.M dan pembicara amalia indah fitriana, S.E.,M.Si. Evaluasi.
Keterbatasan Fasilitas: kurangnya perhatian yang seharunya di sampaikan sejak dini pada anak-anak, kualitas pembekalan dar rumah dan tingkat inggin tau atau belajar hal baru yang kurang.
B. Hasil dan Evaluasi
a. Peningkatan Pengetahuan
Pengetahuan Baru: pemuda mendapatkan pemahaman yang lebih baik lingkugan pertemanan yang toxic.
Keterampilan Praktis: Peserta mampu menerapkan terapi yang sudah diajarkan dan memahami teori dasar tentang kepemimpinan diri.
b. Perubahan Perilaku
Penerapan Teknik Baru: Beberapa masyarakat mulai menerapkan teknik baru dan, yang diharapkan dapat menjadi tameng untuk menjaga diri.
Feedback Positif: Peserta menyatakan puas dengan teori yang dijelaskan dan merasa lebih percaya diri dalam menerapkan teknik yang baru dipelajari.
c. Tindak Lanjut
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan pasca-pelatihan untuk memastikan bahwa teknik yang diajarkan diterapkan dengan benar.
Saran untuk Program Mendatang: Disarankan untuk membekal anak terhadap pergaulan nyang tidak baik, pelencengan sikap, identitas.
A. Pelaksanaan Kegiatan
- Penanaman pohon herbal
- Bank sampah cilupba Buaran indah
- Gotong royong bersama di rw 07 rt 01-07 dan kelurahan
a. Persiapan
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei untuk mengetahui kebutuhan masyarakat dan kesiapan fasilitas. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa Pengaturan
Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan peserta dan dilaksanakan selama satu hari. Dan bank sampah dua hari
b. Pelaksanaan
Hari Pertama: melakukan penanaman obat serta pengenalan manfaat dari jenis pohon yang sudah di sediakan penanaman di lakukan di kebun yang terbangkalai, gontong royong bentuk memanalisir kasus penyakit yang bersumber dari kebersihan seperti penyakit menular dan tidak menular dan colaborasi bank sampah dalam kegiatan bualan Buaran Indah, Evaluasi.
Keterbatasan Fasilitas: fasilitas yang memadai, antusias pekerja dalam menjaga kebersiha walau ada saja oknum yang masih merusak lingkugan.
Cuaca: cuaca menjadi faktor yang mempengaruhi keberlanjutan kegiatan tersebut.
B. Hasil dan Evaluasi
a. Peningkatan Pengetahuan
Pengetahuan Baru: mayarakat mengatahui pentingnya lingkugan bersih. Bagai mana penanggulangan dalam kasus penyakit menular dan tidak menular.
Keterampilan Praktis: masyarakat mampu menerapkan ilmu yang sudah diajarkan, menjaga kebersihan lingkungan dan memahami teori dasar.
Penerapan Teknik Baru: Beberapa masyarakat mulai menerapkan teknik baru dan, yang diharapkan dapat menjadi tameng untuk menjaga diri.
Feedback Positif: Peserta menyatakan puas dengan teori yang dijelaskan, dan merasa lebih percaya diri dalam penanganan kasus penyakit yang akan datang.
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan pasca-pelatihan untuk memastikan bahwa teori yang diajarkan diterapkan dengan benar.
Saran untuk Program Mendatang: program ini bisa berkelanjutan tidak menjadi beban dan sebagai kebiasaan yang positif.
A. Pelaksanaan Kegiatan
1. Pelaksanaan Kegiatan TPQ At-Taqwa
a. Persiapan
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei ke TPQ At Taqwa dan Meminta izin untuk membantu mengajar mengaji
Pengaturan Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan pengurus TPQ At Taqwa dan dilaksanakan selama 4 hari di dua pekan.
b. Pelaksanaan
Hari Pertama: Sosialisasi perkenalan kepada para siswa di TPQ At Taqwa, belajar Bahasa Arab dan Mengaji IQRO
Hari Kedua: Setoran Hafalan Surat - Surat Pendek dalam Juz Amma dan Murojaah
Hari ketiga: belajar Bahasa Arab dan Mengaji IQRO
Hari keempat: Setoran Hafalan Surat - Surat Pendek dalam Juz Amma dan Murojaah sekaligus berpamitan kepada Siswa di TPQ At Taqwa dan guru guru yang mengajar di TPQ At Taqwa
c. Kendala :
Keterbatasan fasilitas yang membuat kurangnya fokus siswa terhadap pelajarannya, karna ada 3 kelas dalam 1 ruangan
B. Hasil dan Evaluasi
Pengetahuan Baru: anak-anak siswa TPQ At Taqwa sudah bisa menulis Bahasa Arab dengan rapih di usia dini mereka
Keterampilan Praktis: Siswa mampu menghafal surat surat pendek
Penerapan Teknik Baru: siswa mengetahui banyak kosa kata baru dalam bahasa arab
Feedback Positif: Siswa antusias dalam belajar bahasa arab
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan pasca-mengajar untuk memastikan bahwa materi yang diajarkan diterapkan dengan benar.
Saran untuk Program Mendatang: Disarankan untuk menyiapkan ilmu-ilmu baru kepada siswa-siswa TPQ At Taqwa
2. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Malam (Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab)
A. Pelaksaanaan Kegiatan
a. Persiapan
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei untuk mengetahui apa yang di butuhkan oleh anak anak tentanh pelajaran bahasa inggris matematika dan juga bahasa arab.
Pengaturan Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan para rekan mahasiswa yang terlibat yaitu pada malam hari selama 7 hari.
b. Pelaksanaan
Hari Pertama: Perkenalan dan memperkenalkan diri kepada para anak anak yang sudah datang untuk belajar malam
Hari Kedua: pembagian kelas, yaitu kelas matematika, kelas bahasa inggris, dan bahasa arab
Hari ketiga - Hari terakhir : Memberikan materi baru dan juga quiziz kepada anak anak tentang materi yang sudah di berikan.
c. Kendala
Keterbatasan Fasilitas: Kurangnya media pembelajaran yang mungkin sedikit bisa membantu anak anak untuk belajar
B. Hasil dan Evaluasi
a. Peningkatan Pengetahuan
Pengetahuan Baru: anak-anak di lingkungan rw 007 menjadi lebih paham tentang pelajaran matematika, bahasa inggris dan bahasa arab
Keterampilan Praktis: Peserta mampu menerapkan cara cepat berhitung dalam matematika
b. Perubahan Perilaku
Penerapan Teknik Baru: Anak anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan juga menghapal materi materi baru
Feedback Positif: Peserta
c. Tindak Lanjut
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan pasca-pelatihan untuk memastikan bahwa teknik yang diajarkan diterapkan dengan benar.
Saran untuk Program Mendatang: Disarankan untuk menyiapkan ilmu-ilmu baru kepada anak-anak dilingkungan rw 007
3. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengadi di TPA Al-Barkah
A. Pelaksanaan Kegiatan
a. Persiapan
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei ke TPA AL-BARKAH dan Meminta izin untuk membantu mengajar mengaji
Pengaturan Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan pengurus TPA Al-Barkah dan dilaksanakan selama 4 hari.
b. Pelaksanaan
Hari Pertama: Sosialisasi perkenalan kepada para siswa di TPA Al-Barkah dan sekaligus mengajar membaca al-qur'an
Hari Kedua: Mengajar dengan menyimak bacaan Al-Qur'an siswa TPA Al-Barkah
Hari ketiga: Mengajarkan tentang tata cara sholat dan wudhu
Hari keempat: Mengajar dengan menyimak bacaan Al-Qur'an siswa Al-Barkah sekaligus berpamitan.
c. Kendala :
Keterbatasan fasilitas: keterbatasan media pembelajaran yang mendukung belajar mengajar
B. Hasil dan Evaluasi
a. Peningkatan Pengetahuan
Pengetahuan Baru: anak-anak siswa TPA Al-Barkah jadi tahu tentang tata cara sholat dan berwudhu serta praktiknya
Keterampilan Praktis: Peserta mampu menerapkan tentang praktik wudhu dan sholat
b. Perubahan Perilaku
Penerapan Teknik Baru: siswa paham tentang tata cara wudhu dan sholat serta syarat-syarat rukun-rukun wudhu dan sholat
Feedback Positif: Siswa antusias dalam memahami cara praktik wudhu dan sholat
c. Tindak Lanjut
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan pasca-mengajar untuk memastikan bahwa materi yang diajarkan diterapkan dengan benar.
Saran untuk Program Mendatang: Disarankan untuk menyiapkan ilmu-ilmu baru kepada siswa-siswa TPA Al-Barkah
4. Pembuatan Kriya Lukis Pada Sebuah Kanvas Berbahan Kanvas Dengan Metode ECOPRINT, di TK Alamanda Buaran Indah
A. Pelaksanaan Kegiatan
a. Persiapan
Persiapan Awal: Dilakukan rapat dengan guru/pengajar di TK Alamada perihal berbagai karakteristik siswa/i hingga kondisi lingkungan TK mensiasati program kerja agar berjalan dengan kondusif
Pengaturan Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan para guru dan teman-teman kelompok KKN, yaitu berlangsung selama lima hari. Satu hari dilaksanakan langsung oleh siswa-siswi TK Alamanda, kemudian empat hari berikutnya dilakukan proses pengeringan oleh anggota kelompok KKN.
b. Pelaksanaan
Hari Pertama: Pengenalan dan peragaan teknik ecoprint dilakukan kepada seluruh siswa dan siswi TK Alamanda yang telah berkumpul di aula TK.
Setelah itu, setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok. TK Alamanda memiliki 4 kelas, sehingga secara keseluruhan terdapat 8 kelompok.
Kemudian, anggota kelompok KKN yang hadir juga dibagi menjadi 8. Mereka bersiap duduk di setiap sudut ruangan, masing-masing dilengkapi dengan satu set ecoprint kit yang telah disiapkan.
Kemudian, kelompok siswa-siswi TK yang telah dibagi mendekati masing-masing anggota KKN dan duduk membentuk lingkaran.
Setelah kelompok didik terbentuk, anggota KKN memperagakan kembali teknik ecoprint yang telah dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya, para siswa-siswi TK Alamanda mulai bekerja dalam kelompok masing-masing untuk menerapkan teknik tersebut.
Kegiatan ini berlanjut hingga tahap pencetakan daun, di mana daun ditempatkan di atas kain kanvas dan kemudian dilapisi dengan plastik wrap untuk melindunginya dari kotoran saat diketuk atau dipukul dengan batu dan kayu yang telah disiapkan.
Setelah permukaan daun melekat pada kain kanvas, kain dibiarkan selama sekitar 15-30 menit. Kemudian, daun yang menempel dilepaskan sedikit demi sedikit hingga seluruhnya bersih.
Karena proses selanjutnya melibatkan pengeringan yang membutuhkan waktu beberapa hari, langkah ini kemudian dilaksanakan oleh anggota kelompok KKN di posko KKN.
Hari Kedua - Hari Keempat: Pengeringan produk kriya ecoprint dilakukan dengan cara dijemur. Kegiatan ini berlangsung di posko KKN Buaran Indah dan dilaksanakan oleh anggota kelompok KKN. Proses pengeringan memakan waktu 3 hari.
Hari Keempat: Setelah dijemur selama 3 hari penuh, selurug tote bag kanvas direndam di dalam bak berisi air dengan campuran tawas yang telah disiapkan. Kemudian dijemur kembali hingga keesokan harinya
Hari Kelima: Setelah dijemur sebelumnya, pada pagi hari tote bag kanvas diangkat dan dirapikan. Setelah itu, tote bag tersebut dikembalikan kepada pihak TK Alamanda untuk dipajang di masing-masing kelas.
c. Kendala
Perilaku siswa dan siswi yang masih kanak-kanak cenderung kurang tanggap dan tidak sabaran saat beraktivitas dalam kelompok, sering kali ingin mendahului satu sama lain. Hal ini menciptakan kondisi yang kurang kondusif, sehingga beberapa kain kanvas tidak tercetak dengan sempurna.
B. Hasil dan Evaluasi
Feedback Positif: Para guru atau pendidik menyatakan senang dan puas dengan praktik yang dilakukan, karena teknik ini memanfaatkan alam sekitar dan secara tidak langsung mengajarkan keterampilan baru kepada siswa-siswi TK Alamanda dalam berkriya. Selain itu, kegiatan ini juga mengembangkan keterampilan kerja sama dalam berkelompok.
A. Pelaksanaan Kegiatan
a. Persiapan
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei ke SDN Tanah Tinggi 7 dan Meminta izin kepada kepala sekolah SDN Tanah Tinggi 7 untuk Mahasiswa/i KKM UMT memberikan edukasi Anti Bullying.
Pengaturan Jadwal: Jadwal ditentukan pada hari Jumat 9 Agustus 2024.
b. Pelaksanaan
Edukasi tentang Anti Bullying kepada Siswa-siswi Kelas 5 SDN Tanah Tinggi 7 yang berada di kelurahan Buaran Indah. Pelaksanaan kegiatan Edukasi Anti Bullying dimulai dengan pengenalan materi dasarnya seperti Pengertian Bullying atau Perundungan yang yang terjadi di tingkat Sekolah Dasar. Selain itu juga mengenai jenis-jenis bullying, penyebab dan dampak terjadinya bullying baik bagi korban maupun pelaku.
Setelah siswa-siswi diberikan materi dasar mengenai Bullying, kami menyiapkan sebuah video mengenai bahaya nya bullying jika terjadi di lingkungan sekolah. Video tersebut memiliki makna untuk anak-anak tidak mengejek, meledek, mendorong, ataupun menganggu teman-teman nya hingga temannya tidak mau pergi ke sekolah lagi.
c. Kendala :
Keterbatasan fasilitas: keterbatasan tempat yang disediakan sehingga kurang maksimal untuk siswa-siswi menyimak materi dengan baik.
B. Hasil dan Evaluasi
a. Peningkatan Pengetahuan
Pengetahuan Baru: Siswa-siswi SDN Tanah Tinggi 7 lebih mengetahui mengenai jenis-jenis dari Bullying atau Perundungan serta Apa saja penyebab dan dampak jika terjadinya Bullying di lingkungan Sekolah Dasar.
Keterampilan Praktis: Siswa-siswi SDN Tanah Tinggi 7 mampu menerangkan kembali bahwa mengejek, menganggu, memanggil teman dengan sebutan lain, mendorong, dan yang lain-lain termasuk perbuatan bullying.
b. Perubahan Perilaku
Penerapan Teknik Baru: Siswa-siswi memahami tentang jenis-jenis Bullying dam bagaimana dampak yang berbahaya jika terjadinya Bullying.
Feedback Positif: Siswa-siswi tidak akan melakulan perbuatan Bullying seperti mengejek, menganggu, mendorong teman dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tentram.
c. Tindak Lanjut
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan lanjutan oleh guru-guru SDN Tanahn Tinggi 7 untuk memastikan siswa-siswi menerapkan materi yang sudah diberikan.
Saran untuk Program Mendatang: Disarankan untuk materi Bullying bisa diberikan kepada siswa-siswi baik untuk kelas 1 sampai 6 Sekolah Dasar.
Mengajar di TK Al Amanda
a. Persiapan
Persiapan Awal: Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei untuk mengetahui apa yang di butuhkan oleh anak anak tentang materi pembelajaran yang sudah di tentukan.
Pengaturan Jadwal: Jadwal disusun berdasarkan kesepakatan dengan para rekan mahasiswa yang terlibat yaitu 5 hari dari jam 07.30 - 10.30
b. Pelaksanaan
Hari Pertama: Perkenalan dan memperkenalkan diri kepada para murid Tk Al amanda
Hari Kedua: Membantu Pin polio yang di adakan di Tk Alamanda
Hari ketiga: Memberikan dan mengajar materi yang telah di tentukan oleh para wali kelas ( b1 -b3 dan a1 )
Hari keempat : Memberikan materi dan mengajar agama islam di hari jumat
Hari kelima : Pelaksanaan kegiatan program kerja eco print di Tk Al amanda
c. Kendala
Keterbatasan Fasilitas: Kurangnya media pembelajaran yang mungkin sedikit bisa membantu anak anak untuk belajar.
Anak tidak mau fokus belajar :
Ada beberapa anak yang tidak mau nurut saat bejalar. Jadi ada saja hal-hal lain yang ingin mereka lakukan. Mereka berusaha mengalihkan topik untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Bisa juga mereka juga enggan melakukan pelajaran tertentu, misal tidak mau membaca.
kurangnya kualitas guru : kurangnya kualitas guru dalam tk tersebut. karena masih terlihat anak yang masih belum bisa menyesuaikan diri serta membaca dan menulis. dan ada anak yang masih belum tertarik dengan belajar serta metode belajar guru yang monoton.
2. Hasil dan Evaluasi
a. Peningkatan Pengetahuan
Pengetahuan Baru: anak-anak di lingkungan rw 007 menjadi lebih paham tentang pelajaran matematika, bahasa inggris dan bahasa arab
Keterampilan Praktis: Peserta mampu menerapkan cara cepat berhitung dalam matematika
b. Perubahan Perilaku
Penerapan Teknik Baru: Anak anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan juga menghapal materi materi baru
Feedback Positif: Peserta
c. Tindak Lanjut
Rencana Pemantauan: Rencana untuk melakukan pemantauan pasca-pelatihan untuk memastikan bahwa teknik yang diajarkan diterapkan dengan benar.






Program kerja yang dilaksanakan selama KKN berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Meskipun terdapat beberapa kendala, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Tindak lanjut dan pemantauan akan dilakukan untuk memastikan penerapan teknik yang efektif. Program ini merupakan contoh nyata bagaimana KKN dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan masyarakat.
Nadilla Kapoor