LAPORAN AKHIR KULIAH KERJA NYATA (KKN)

LAPORAN AKHIR KULIAH KERJA NYATA (KKN)

: Kamis, 29 Agustus 2024 : Desa Sukadamai

Latar belakang kegiatan

     Desa Sukadamai, yang terletak di Kabupaten Tangerang, memiliki potensi yang signifikan dalam berbagai aspek, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Namun, seperti halnya banyak desa lain di Indonesia, Desa Sukadamai masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat perkembangan optimal di berbagai sektor. Tantangan tersebut mencakup infrastruktur yang masih terbatas, akses yang rendah terhadap pendidikan dan kesehatan, serta kurangnya pemanfaatan potensi lokal yang ada. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan terpadu.
Pelaksanaan KKN di Desa Sukadamai diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui observasi dan interaksi awal dengan warga desa, ditemukan bahwa meskipun Desa Sukadamai memiliki tanah yang subur dan sumber daya alam yang melimpah, pemanfaatan hasil pertanian dan sumber daya alam lainnya belum dilakukan secara optimal. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal masih rendah, yang berdampak pada rendahnya pendapatan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, KKN UMT memfokuskan diri pada pemberdayaan edukasi masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sukadamai tentang teknik bertani hidroponik.
     Fokus utama dari KKN UMT di Desa Sukadamai adalah pengembangan budidaya hidroponik di SDN Cirewed, dengan penekanan pada pelatihan teknik hidroponik sebagai solusi pertanian modern yang efisien. Selain itu, program ini juga mencakup validasi dan intervensi terkait masalah kurang gizi, guna meningkatkan kesehatan anak-anak dan masyarakat di sekitar sekolah. Penciptaan zona aman sekolah menjadi prioritas lain, yang bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menjalani aktivitas belajar mengajar. Dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan, sosialisasi pencegahan nyamuk juga dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan masyarakat Desa Sukadamai dapat lebih mandiri dan sehat. Program ini tidak hanya memperhatikan aspek pendidikan dan kesehatan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan mereka. Pada akhirnya, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi Desa Sukadamai.
     Selain itu, program KKN UMT juga berusaha untuk memperbaiki infrastruktur dasar yang ada di Desa Sukadamai, seperti revitalisasi perpustakaan dan penciptaan zona aman di sekitar sekolah. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperlancar aktivitas sosial di Desa Sukadamai. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat desa, sehingga diharapkan akan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap hasil pembangunan yang telah dicapai.
     Partisipasi aktif masyarakat Desa Sukadamai menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program KKN UMT. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat tidak hanya dijadikan sebagai objek, tetapi juga sebagai subjek dalam setiap kegiatan. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa, serta keberlanjutan program yang telah direncanakan.
     Pada akhirnya, kegiatan KKN UMT di Desa Sukadamai diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Dengan berbagai program yang telah dilaksanakan, diharapkan masyarakat Desa Sukadamai tidak hanya mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan KKN, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan potensi desa secara mandiri di masa depan.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan KKN di Desa Sukadamai perlu dilaksanakan karena desa ini memiliki potensi yang besar, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat perkembangan optimal. Infrastruktur yang terbatas, rendahnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta kurangnya pemanfaatan potensi lokal adalah beberapa masalah yang harus diatasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui program KKN, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) berupaya memberdayakan masyarakat dengan pendekatan terpadu, yang mencakup edukasi, peningkatan keterampilan, dan pembangunan infrastruktur. Fokus pada pelatihan teknik hidroponik dan intervensi terkait masalah kurang gizi, serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, semuanya dirancang untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini juga sangat penting untuk memastikan bahwa perubahan yang dihasilkan dapat bertahan lama. Dengan demikian, kegiatan KKN ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek tetapi juga membangun fondasi bagi perkembangan desa yang mandiri dan berkelanjutan di masa depan.


Tujuan kegiatan

1.    Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sukadamai dalam teknik bertani hidroponik sebagai solusi pertanian modern yang efisien.
2.    Menciptakan zona aman di sekitar sekolah untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menjalani aktivitas belajar mengajar.
3.    Melakukan sosialisasi pencegahan nyamuk untuk mengurangi risiko penyakit seperti demam berdarah, serta menjaga kesehatan lingkungan desa.
4.    Revitalisasi infrastruktur dasar seperti perpustakaan dan fasilitas lainnya untuk memperbaiki kualitas hidup dan memperlancar aktivitas sosial di Desa Sukadamai.
5.    Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan desa agar tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil yang dicapai.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

Pada kegiatan KKN di Desa Sukadamai, berbagai pihak yang terlibat meliputi:
1.    Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang
2.    Dosen Pembimbing Lapangan 
3.    Aparat Desa Sukadamai
4.    Masyarakat Desa Sukadamai
5.    Karang Taruna Desa Sukadamai
6.    Pihak Sekolah (SDN Cirewed)
7.    Puskesmas Pasir Jaya
8.    Posyandu Desa Sukadamai
Dengan kolaborasi berbagai pihak ini, program KKN di Desa Sukadamai dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

1.    Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan: Melalui pelatihan teknik bertani hidroponik, masyarakat Desa Sukadamai akan memiliki kemampuan untuk mengadopsi metode pertanian modern yang lebih efisien. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan keluarga, sehingga secara langsung mengangkat taraf hidup masyarakat.
2.    Perbaikan Kesehatan Anak-anak dan Masyarakat: Intervensi terkait masalah kurang gizi dan sosialisasi pencegahan nyamuk akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak. Dengan demikian, risiko penyakit dan kondisi kesehatan yang buruk dapat diminimalisir, menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
3.    Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Sekolah: Penciptaan zona aman di sekitar sekolah akan memberikan dampak signifikan dalam menjamin keselamatan siswa saat bersekolah. Ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan dalam proses belajar mengajar tetapi juga menanamkan rasa aman bagi orang tua.
4.    Peningkatan Kualitas Infrastruktur: Revitalisasi perpustakaan akan memperbaiki kualitas infrastruktur dasar di Desa Sukadamai. Ini akan memperlancar aktivitas sosial dan pendidikan, serta memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan.
5.    Pelestarian dan Penjagaan Lingkungan: Sosialisasi mengenai pencegahan nyamuk dan peningkatan kesadaran tentang kebersihan lingkungan akan berdampak pada terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat. Hal ini juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dalam jangka panjang.
6.    Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat: Dengan keterlibatan aktif dalam program pembangunan desa, masyarakat akan merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab terhadap hasil-hasil yang dicapai. Hal ini mendorong keberlanjutan program dan menguatkan rasa kebersamaan dalam komunitas.
7.    Dampak Berkelanjutan: Semua upaya yang dilakukan melalui program KKN ini bertujuan untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi desa secara mandiri di masa depan, sehingga Desa Sukadamai bisa terus berkembang dan maju.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

     Pada minggu pertama KKN di Desa Sukadamai, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang memulai kegiatan dengan penuh antusiasme dan semangat gotong royong. Kegiatan diawali dengan acara pelepasan KKN di Stadion Benteng Reborn yang diikuti oleh ribuan peserta, menandai semangat tinggi mahasiswa dalam menjalankan program ini. Setelah itu, mereka berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat untuk membahas rencana kerja yang akan dilaksanakan. Selama minggu pertama, mahasiswa berhasil melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti sosialisasi program KKN, gotong royong membersihkan fasilitas desa, dan kegiatan interaktif bersama anak-anak. Mereka juga mulai menginisiasi program-program sosial dan pendidikan, termasuk observasi dan pembuatan surat untuk sosialisasi di sekolah dasar, serta membantu mengajar pengajian di desa. Seluruh kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kolaborasi untuk keberhasilan program-program KKN.Secara keseluruhan, minggu pertama KKN di Desa Sukadamai berjalan dengan sukses, ditandai oleh kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat, serta perencanaan yang matang untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.
     Pada minggu kedua kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukadamai dan SDN Cirewed, mahasiswa berhasil menjalankan berbagai aktivitas yang berfokus pada pengembangan pendidikan, kesehatan, dan kebersamaan dengan masyarakat. Beberapa kegiatan utama meliputi observasi dan pemberian surat di SDN Cirewed untuk sosialisasi serta revitalisasi perpustakaan, yang bertujuan meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran. Mahasiswa juga aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti yasinan bersama warga dan mengajar ngaji, yang mempererat hubungan dengan masyarakat setempat. Di bidang kesehatan, mereka turut membantu dalam program pencegahan stunting dan program Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Pasir Jaya, serta mengadakan kegiatan senam pagi untuk warga. Selain itu, kegiatan gotong royong seperti revitalisasi perpustakaan di balai desa dan pembersihan hidroponik, kolam ikan, serta taman di SDN Cirewed menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Secara keseluruhan, minggu kedua KKN ini menunjukkan komitmen mahasiswa dalam mendukung pendidikan, kesehatan, dan membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat, sehingga dapat memperkuat kerjasama antara mahasiswa dan warga desa.
     Pada minggu ketiga Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukadamai, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan lingkungan, kesehatan, dan edukasi masyarakat. Di SDN Cirewed, mereka terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan hidroponik, kolam ikan, dan taman sekolah, serta melanjutkan revitalisasi perpustakaan dengan membersihkan dan menata buku-buku. Selain itu, mahasiswa juga melakukan evaluasi kegiatan KKN untuk memastikan program berjalan dengan baik. Kegiatan kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas, dengan mahasiswa melakukan validasi data anak kurang gizi, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan imunisasi polio di Posyandu desa. Mereka turut terlibat dalam persiapan lomba 17 Agustus bersama Karang Taruna. Kegiatan edukasi juga dilaksanakan dengan mengikuti seminar tentang public speaking dan pentingnya membaca, serta belajar membuat kue nastar bersama warga desa. Kegiatan ini memperkuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat dan menambah wawasan serta keterampilan mereka. Secara keseluruhan, minggu ketiga KKN di Desa Sukadamai berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat.
     Pada minggu keempat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukadamai, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas yang memperkuat hubungan mereka dengan masyarakat setempat. Kegiatan dimulai dengan persiapan pembungkus kado untuk perayaan 17 Agustus, yang diharapkan dapat memeriahkan suasana perlombaan dan mempererat kebersamaan warga serta peserta KKN. Selanjutnya, pada tanggal 16 Agustus 2024, mahasiswa KKN membantu dalam pengambilan makanan stunting untuk ibu hamil dan balita, sebuah langkah penting dalam mencegah kekurangan gizi di desa tersebut. Kegiatan ini menunjukkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat dan upaya untuk mendukung pertumbuhan anak-anak di Desa Sukadamai. Puncak peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Kecamatan Cikupa pada 17 Agustus diikuti dengan penuh khidmat oleh para peserta KKN. Mereka turut serta dalam upacara bendera, menunjukkan rasa nasionalisme dan kebersamaan dengan warga desa. Upacara tersebut menjadi momen penting yang mengukuhkan semangat persatuan dan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat. Selain mengikuti upacara, mahasiswa KKN juga aktif dalam pelaksanaan lomba 17 Agustus di RT 04, Desa Sukadamai. Keikutsertaan mereka dalam lomba-lomba tradisional seperti balap karung dan tarik tambang menambah semarak perayaan dan mempererat hubungan mereka dengan masyarakat. Lomba-lomba ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat gotong royong dan kebersamaan. Pada tanggal 18 Agustus, kegiatan perlombaan dilanjutkan dengan melibatkan mahasiswa KKN dan warga setempat. Acara ini tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga momen penting untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Pembagian hadiah dan penampilan hiburan sederhana menutup rangkaian acara dengan penuh kebahagiaan. Selain kegiatan perlombaan, mahasiswa KKN juga mengikuti seminar yang disampaikan oleh dosen dari Universitas Muhammadiyah Tangerang mengenai keamanan listrik di rumah tangga. Seminar ini memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mencegah kebakaran akibat korsleting listrik, meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan rumah tangga. Minggu keempat ditutup dengan pemasangan kaca cembung di zona sekolah SMK PGRI Cikupa, sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di area tersebut. Kegiatan ini menandai akhir dari serangkaian program KKN yang telah dijalankan dengan sukses, dan diakhiri dengan acara penutupan yang penuh haru di Aula Desa Sukadamai. Mahasiswa KKN meninggalkan desa dengan kenangan manis dan harapan bahwa program yang telah mereka jalankan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.


Dokumentasi

 

Penutup

Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) di Desa Sukadamai menjadi momen refleksi yang penuh makna bagi seluruh pihak yang terlibat. Selama satu bulan penuh, para mahasiswa telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, dari pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan. Penutupan ini tidak hanya menandai akhir dari program KKN, tetapi juga menegaskan komitmen UMT untuk terus mendukung pengembangan potensi desa melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui program KKN ini, mahasiswa telah berhasil membangun hubungan yang erat dengan masyarakat Desa Sukadamai. Mereka tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga sahabat dan mitra bagi warga desa. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif masyarakat yang dengan antusias terlibat dalam setiap kegiatan. Pendekatan partisipatif ini telah menciptakan rasa memiliki di antara warga desa terhadap hasil yang dicapai bersama, sehingga memastikan keberlanjutan program di masa depan. Penutupan KKN juga menjadi saat yang tepat untuk merayakan pencapaian bersama. Dari revitalisasi perpustakaan hingga kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Upaya untuk meningkatkan keterampilan bertani hidroponik, menciptakan zona aman sekolah, serta memperbaiki infrastruktur dasar telah menambah nilai tambah bagi kehidupan warga Desa Sukadamai. Program KKN ini berhasil menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan desa, dengan harapan bahwa perubahan yang telah dimulai dapat terus berkembang. Namun, keberhasilan ini tidak berarti bahwa pekerjaan telah selesai. Program KKN hanya merupakan langkah awal dalam perjalanan panjang menuju kemajuan Desa Sukadamai. Diperlukan upaya lanjutan dan dukungan berkelanjutan dari semua pihak untuk memastikan bahwa perubahan positif yang telah terjadi dapat terus berlanjut. Universitas Muhammadiyah Tangerang berkomitmen untuk terus mendampingi Desa Sukadamai dalam mengembangkan potensi yang ada, dengan harapan bahwa desa ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memberdayakan diri secara mandiri. Dengan ditutupnya program KKN di Desa Sukadamai, mahasiswa UMT meninggalkan desa dengan rasa bangga dan haru. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga, tetapi juga meninggalkan warisan yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Penutupan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan baru bagi Desa Sukadamai menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.

Penulis

Adinda Isnaini Cahyaningtyas

Adinda Isnaini Cahyaningtyas

S1-Teknik Industri