Meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan anak-anak dan masyarakat mendorong terbentuknya Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02. Pada era modern ini, budaya membaca mulai tergeser oleh kemajuan teknologi dan media digital. Oleh karena itu, Pojok Baca diinisiasi oleh Karang Taruna RW 02 dengan dukungan dari KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) tahun 2024. Pojok Baca ini bertujuan menyediakan ruang baca yang nyaman bagi anak-anak dan masyarakat setempat, sehingga dapat mendorong peningkatan minat baca dan literasi sejak dini.
Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena:
Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02 berjalan dengan baik sejak diresmikan oleh Karang Taruna dan mahasiswa KKN UMT. Pojok Baca ini dirancang dengan desain yang ramah anak dan nyaman untuk membaca, seperti yang terlihat pada gambar terlampir. Anak-anak secara rutin datang untuk membaca buku, didampingi oleh pengurus Karang Taruna dan mahasiswa. Buku-buku yang tersedia mencakup berbagai jenis, dari buku cerita anak hingga ensiklopedia sederhana. kegiatan membaca bersama juga diadakan untuk lebih mendorong partisipasi anak-anak.
Kegiatan ini juga didukung oleh warga setempat yang menyumbangkan buku-buku untuk menambah koleksi Pojok Baca. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, terutama orang tua yang merasa bahwa anak-anak mereka mendapatkan alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat.



Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02 merupakan langkah yang positif untuk meningkatkan literasi dan membangun kebiasaan membaca di kalangan anak-anak dan masyarakat. Program ini tidak hanya menyediakan akses terhadap buku dan materi bacaan, tetapi juga menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan bermain. Dengan dukungan yang terus berlanjut dari warga, Karang Taruna, dan pemerintah setempat, Pojok Baca ini diharapkan dapat berkembang menjadi pusat literasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan anak-anak dan masyarakat mendorong terbentuknya Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02. Pada era modern ini, budaya membaca mulai tergeser oleh kemajuan teknologi dan media digital. Oleh karena itu, Pojok Baca diinisiasi oleh Karang Taruna RW 02 dengan dukungan dari KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) tahun 2024. Pojok Baca ini bertujuan menyediakan ruang baca yang nyaman bagi anak-anak dan masyarakat setempat, sehingga dapat mendorong peningkatan minat baca dan literasi sejak dini.
Pertanian hidroponik merupakan salah satu solusi untuk menghadapi masalah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Kelurahan Neroktog RT 01/02. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN UMT 2024, bekerja sama dengan warga dan pemerintah setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal dengan metode pertanian modern yang tidak membutuhkan lahan yang luas serta lebih ramah lingkungan. Hidroponik juga diharapkan menjadi alternatif bagi warga untuk menanam tanaman sayuran secara efisien dan produktif di lingkungan rumah.
Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena:
Kegiatan hidroponik di Kelurahan Neroktog RT 01/02 berjalan dengan lancar, dimulai dengan sosialisasi kepada warga mengenai manfaat dan cara kerja sistem hidroponik. Mahasiswa KKN UMT 2024 merakit instalasi hidroponik menggunakan pipa PVC seperti yang terlihat pada gambar terlampir. Sistem ini dipasang di rw 02 yang memungkinkan masyarakat untuk turut serta dalam menanam sayuran seperti selada, bayam, dan kangkung.
Warga antusias terlibat dalam kegiatan ini, terutama karena teknik hidroponik memungkinkan mereka untuk bercocok tanam tanpa memerlukan lahan yang luas. Mahasiswa KKN juga secara berkala memonitor perkembangan tanaman dan memberikan tips serta solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam proses perawatan tanaman hidroponik.
Selain menjadi media belajar yang efektif, kegiatan ini juga menghasilkan panen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan beberapa keluarga di lingkungan tersebut.



Program hidroponik di Kelurahan Neroktog RT 01/02 berhasil meningkatkan ketahanan pangan lokal, memberikan solusi pertanian di lahan sempit, serta meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat. Dengan adanya program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil dari tanaman yang mereka tanam, tetapi juga pengetahuan yang berharga tentang metode pertanian modern yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan diperluas ke wilayah lain di sekitar Kelurahan Neroktog, sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari pertanian hidroponik.
Kampung ProKlim merupakan salah satu inisiatif pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim melalui partisipasi aktif masyarakat di tingkat lokal. Program ini diimplementasikan di berbagai daerah termasuk Kelurahan Neroktog RT 01/02 melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Dengan adanya degradasi lingkungan dan meningkatnya risiko perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan suhu, kampung-kampung di perkotaan menghadapi tantangan yang signifikan. Oleh karena itu, program Kampung ProKlim bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh melalui adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
KWT Kelurahan Neroktog RT 01/02 berperan sebagai penggerak utama dalam program ini, memanfaatkan lahan kosong dan area perkotaan untuk pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan KWT Kampung ProKlim di Kelurahan Neroktog dianggap penting untuk dilaksanakan karena:
Program Kampung ProKlim dimulai dengan sosialisasi yang diberikan oleh penyuluh lingkungan kepada anggota KWT dan masyarakat setempat. Setelah masyarakat memahami pentingnya upaya adaptasi perubahan iklim, program dilanjutkan dengan kegiatan penghijauan di area yang telah dipetakan. Warga bersama-sama menanam pohon dan tanaman hias yang memiliki kemampuan menyerap polutan. KWT juga memulai kegiatan urban farming dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam sayuran organik.
Program ini berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah,warga, dan para anggota kelompok KKN UMT serta didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan rutin khususnya seperti gotong royong membersihkan lingkungan, pemilahan sampah, dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos diadakan untuk mendukung keberlanjutan program. Berkat program ini, lingkungan Kelurahan Neroktog RT 01/02 menjadi lebih hijau dan sehat, serta masyarakat memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.



Program Kampung PROKLIM yang dijalankan oleh KWT Kelurahan Neroktog RT 01/02 menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Selain memberikan dampak langsung pada lingkungan, program ini juga memberdayakan masyarakat, terutama kaum perempuan, dalam peran mereka menjaga kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar. Diharapkan program ini dapat berlanjut dan berkembang lebih luas, dengan melibatkan lebih banyak komunitas di wilayah lain.
Secara umum, menstruasi merupakan proses alami yang tentu dialami oleh setiap perempuan sebagai bagian dari bentuk siklus reproduksi. Meski demikian, masih banyak stigma dan kurangnya informasi yang beredar di kalangan masyarakat mengenai menstruasi. Hal ini mengakibatkan banyaknya perempuan, terutama remaja yang merasa malu serta adanya ketidak nyamanan dan bahkan takut untuk membicarakan tentang menstruasi.
Dari banyaknya sekolah, topik mengenai menstruasi masih dianggap tabu dan arang sekali dibahas secara terbuka. Hingga akibatnya banyak siswa perempuan yang merasa bingung dan tidak nyaman saat mengalami menstruasi.
Oleh sebab itu, dengan adanya masalah-masalah di atas, kami mencoba memberikan akses informasi berupa sosialisasi mengenai menstruasi yang kami tujukan kepada anak-anak atau siswa-siswi sekolah dasar yang menginjak bangku kelas 5 sampai dengan 6. Dengan hal ini, dapat memberikan pemahaman yang mendasar dan menyeuruh bagi mereka supaya tidak ada lagi rasa malu dan bingung apabila mengadapi masalah menstruasi.
Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena:
Dari latar belakang di atas, tentu kegiatan ini memiliki tujuan. Di antaranya sebagai berikut:
Tentu dalam segala kegiatan yang dijalankan membawa dampak tertentu bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, terutama dalam kegiatan ini membawa dampak bagi siswa-siswi sekolah dasar yang mengadiri sosialisasi menstruasi. Beberapa dampaknya adalah:
Kegiatan sosialisasi menstruasi di SD Kelurahan Neroktog RT 01/02 dimulai dengan penyampaian materi edukatif oleh tenaga medis yang menjelaskan secara detail tentang proses menstruasi, perubahan biologis yang terjadi selama masa pubertas, serta pentingnya menjaga kebersihan diri. Siswa-siswi diperkenalkan pada berbagai produk kebersihan menstruasi, seperti pembalut, dan cara penggunaannya.
Selama kegiatan, para siswa didorong untuk aktif bertanya dan berdiskusi mengenai menstruasi tanpa merasa canggung. Tim KKN UMT 2024 membantu dalam memfasilitasi permainan edukatif yang bertujuan untuk membuat topik ini lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Para guru juga ikut serta memberikan dukungan moral dan memastikan bahwa anak-anak merasa nyaman selama sesi berlangsung.

Sosialisasi menstruasi di SD Kelurahan Neroktog RT 01/02 berjalan dengan sukses dan mendapat tanggapan positif dari para siswa, guru, serta orang tua murid. Program ini memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang menstruasi dan pentingnya menjaga kebersihan diri selama periode tersebut. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan generasi yang lebih sadar akan kesehatan reproduksi mereka.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Penyakit ini seringkali disebut sebagai “silent killer” karena sering tidak bergejalan pada tahap awal. Desa Neroktog menyadari pentingnya pencegahan dini dan penanganan yang tepat terhadap hipertensi.
Hipertensi dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Jika tidak ditangani dengan baik,hipertensi dapat menurunkan kualitas hidup dan bakan mengancam nyawa.
Melaluli sosialisasi ini, kami ingin memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat tentang cara menjaga tekanan dara tetap stabil, sehingga mereka dapat hidup lebih sehat dan produktif.
Kegiatan ini sangat penting karena:
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
b. Masyarakat menjadi lebih waspada terhadap risiko hipertensi dan komplikasi kesehatan lainnya.
c. Peningkatan pola hidup sehat melalui perubahan kebiasaan seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.
d. Peningkatan akses masyarakat terhadap informasi kesehatan dan layanan pemeriksaan tensi darah.
e. Mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti stroke dan serangan jantung, melalui deteksi dini dan pengendalian tekanan darah yang lebih baik.
Sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Pak RT 01, tim kesehatan bersama dengan anggota lainnya melakukan sosialisasi dan pengecekan tensi kepada para warga yang berwilayah di RT 01 RW 02 keluraan Neroktog kecamatan Pinang pada sore harinya sehabis Ashar. Bermula dari pengenalan yang dipimpin oleh Pak RT sendiri, dilakukan secara bergantian dengan mendatangi setiap rumah.
Anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakek, nenek, dan remaja diperiksa tensi darah mereka dengan diselingi informasi mengenai hipertensi. Kegiatan ini cukup disambut oleh warga sekitar dengan murah hati, sehingga memberikan kemudahan bagi kami dalam melakukan kegiatan ini.
Setelah beberapa rumah berhasil didatangi, keesokan harinya di waktu yang sama yaitu sehabis Ashar kami kembali melakukan sosialisasi dan penhecekan tensi kepada ruma-rumah yang belum sempat terjamah.

Kegiatan ini kami usungkan guna memberikan informasi mengenai ipertensi berupa sosialisasi yang ditujukan kepada masyarakat sekitar, alasannya karena mengingat cuup banya orang dewasa terutama lansia yang mengalami hipertensi, sampai ada yang suda terjadwal setiap minggunya untuk pengecekan darah di puskesmas.
Kelurahan Neroktog RT 01/02 merupakan salah satu daerah yang memiliki risiko bencana, baik berupa kebakaran, gempa bumi, maupun bencana lainnya. Kondisi geografis yang padat dengan permukiman membuat jalur evakuasi sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan cepat dan tertib saat terjadi bencana. Kesadaran akan pentingnya jalur evakuasi ini mendorong dilaksanakannya program pembuatan jalur evakuasi yang ditandai dengan petunjuk arah dan titik kumpul di sekitar RT 01/02.
Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena:
b. Peningkatan Kesadaran Kesiapsiagaan: Masyarakat menjadi lebih siap dan tanggap terhadap potensi bencana dengan mengetahui jalur evakuasi yang aman.
c. Peningkatan Ketertiban Saat Evakuasi: Jalur yang jelas akan mencegah kepanikan massal dan mempercepat proses penyelamatan.
d. Perlindungan Kelompok Rentan: Jalur evakuasi yang mudah diakses akan membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan difabel untuk segera mencapai titik aman.
e. Pengurangan Dampak Lingkungan: Dengan evakuasi yang tertib, kerusakan lingkungan akibat kepanikan dapat diminimalisir.
Kegiatan pembuatan jalur evakuasi di Kelurahan Neroktog RT 01/02 dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya jalur evakuasi. Mahasiswa KKN UMT 2024, bersama pengurus RT/RW, melakukan survei lokasi untuk menentukan rute evakuasi yang aman dan titik kumpul yang strategis. Pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi dan titik kumpul dilakukan secara bertahap. Selanjutnya, masyarakat dilatih untuk mengikuti jalur evakuasi dengan tertib dan mengenali rambu-rambu yang telah dipasang.


Pembuatan jalur evakuasi ini merupakan langkah yang sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Neroktog RT 01/02 dapat lebih siap dan terorganisir saat menghadapi situasi darurat
Tarno