LAPORAN AKHIR KKN NEROKTOG 2024

LAPORAN AKHIR KKN NEROKTOG 2024

: Jumat, 23 Agustus 2024 : Nerogtog

KEGIATAN 1. POJOK BACA

Latar belakang kegiatan

    Meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan anak-anak dan masyarakat mendorong terbentuknya Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02. Pada era modern ini, budaya membaca mulai tergeser oleh kemajuan teknologi dan media digital. Oleh karena itu, Pojok Baca diinisiasi oleh Karang Taruna RW 02 dengan dukungan dari KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) tahun 2024. Pojok Baca ini bertujuan menyediakan ruang baca yang nyaman bagi anak-anak dan masyarakat setempat, sehingga dapat mendorong peningkatan minat baca dan literasi sejak dini.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena:

  • Penurunan minat baca di kalangan anak-anak di era digital, di mana lebih banyak anak yang terpapar pada perangkat elektronik daripada buku.
  • Literasi adalah salah satu faktor penting dalam perkembangan anak-anak, yang membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memperluas wawasan.
  • Kurangnya akses masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan yang layak di lingkungan sekitar.
  • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan nonformal melalui aktivitas membaca yang lebih terjangkau dan mudah diakses.
  • Program ini berfungsi sebagai media interaksi sosial positif di antara anak-anak dan masyarakat, sehingga mengurangi waktu yang terbuang untuk kegiatan yang kurang produktif.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak di Kelurahan Neroktog RT 01/02.
  2. Menyediakan ruang baca yang nyaman dan aman sebagai pusat kegiatan literasi.
  3. Memfasilitasi pendidikan nonformal melalui koleksi buku bacaan yang beragam dan menarik.
  4. Membantu perkembangan intelektual anak-anak melalui pengenalan buku sejak usia dini.
  5. Membangun kebiasaan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat di kalangan masyarakat.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Karang Taruna RW 02.
  • Warga masyarakat Kelurahan Neroktog RT 01/02.
  • Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) 2024.
  • Anak-anak dan keluarga di sekitar RT 01/02.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

  •  Meningkatnya minat baca dan tingkat literasi anak-anak serta masyarakat setempat.
  •  Terbentuknya kebiasaan positif untuk membaca dan belajar di lingkungan keluarga.
  •  Pengurangan penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan di kalangan anak-anak.
  •  Menciptakan lingkungan sosial yang lebih kondusif dengan adanya ruang baca yang mempertemukan warga untuk berinteraksi secara positif.
  • Terciptanya kegiatan yang dapat merangsang perkembangan intelektual anak-anak melalui materi bacaan yang menarik dan edukatif.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

     Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02 berjalan dengan baik sejak diresmikan oleh Karang Taruna dan mahasiswa KKN UMT. Pojok Baca ini dirancang dengan desain yang ramah anak dan nyaman untuk membaca, seperti yang terlihat pada gambar terlampir. Anak-anak secara rutin datang untuk membaca buku, didampingi oleh pengurus Karang Taruna dan mahasiswa. Buku-buku yang tersedia mencakup berbagai jenis, dari buku cerita anak hingga ensiklopedia sederhana. kegiatan membaca bersama juga diadakan untuk lebih mendorong partisipasi anak-anak.

     Kegiatan ini juga didukung oleh warga setempat yang menyumbangkan buku-buku untuk menambah koleksi Pojok Baca.  Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, terutama orang tua yang merasa bahwa anak-anak mereka mendapatkan alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat.


Dokumentasi

 

Penutup

     Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02 merupakan langkah yang positif untuk meningkatkan literasi dan membangun kebiasaan membaca di kalangan anak-anak dan masyarakat. Program ini tidak hanya menyediakan akses terhadap buku dan materi bacaan, tetapi juga menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan bermain. Dengan dukungan yang terus berlanjut dari warga, Karang Taruna, dan pemerintah setempat, Pojok Baca ini diharapkan dapat berkembang menjadi pusat literasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

 

 

 

KEGIATAN 2. HIDROPONIK

Latar belakang kegiatan

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan anak-anak dan masyarakat mendorong terbentuknya Program Pojok Baca di Kelurahan Neroktog RT 01/02. Pada era modern ini, budaya membaca mulai tergeser oleh kemajuan teknologi dan media digital. Oleh karena itu, Pojok Baca diinisiasi oleh Karang Taruna RW 02 dengan dukungan dari KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) tahun 2024. Pojok Baca ini bertujuan menyediakan ruang baca yang nyaman bagi anak-anak dan masyarakat setempat, sehingga dapat mendorong peningkatan minat baca dan literasi sejak dini.

    Pertanian hidroponik merupakan salah satu solusi untuk menghadapi masalah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Kelurahan Neroktog RT 01/02. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN UMT 2024, bekerja sama dengan warga dan pemerintah setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal dengan metode pertanian modern yang tidak membutuhkan lahan yang luas serta lebih ramah lingkungan. Hidroponik juga diharapkan menjadi alternatif bagi warga untuk menanam tanaman sayuran secara efisien dan produktif di lingkungan rumah.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena:

  • Keterbatasan lahan di perkotaan yang menyulitkan untuk melakukan pertanian konvensional.
  • Hidroponik dapat menjadi solusi pertanian urban yang lebih efisien, hemat air, dan tidak memerlukan lahan yang luas.
  • Kebutuhan akan tanaman pangan yang berkualitas tinggi dan sehat di kalangan masyarakat.
  • Mengedukasi masyarakat tentang teknik bertani yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
  • Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga ketersediaan pangan dengan metode yang lebih modern dan praktis.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pertanian hidroponik sebagai metode alternatif untuk bercocok tanam di area perkotaan.
  2. Memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam di lahan sempit.
  3. Mendorong ketahanan pangan lokal dengan menanam sayuran berkualitas yang dapat dipanen secara mandiri.
  4. Mengedukasi warga tentang pentingnya metode pertanian yang hemat air dan berkelanjutan.
  5. Mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan pertanian ramah lingkungan.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa KKN NEROKTOG 2024.
  • Warga masyarakat Kelurahan Neroktog RT 01/02.
  • Relawan lokal yang terlibat dalam instalasi sistem hidroponik


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

  • Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan warga dalam bercocok tanam menggunakan metode hidroponik.
  • Ketersediaan sayuran segar yang dapat dipanen langsung oleh warga di lingkungan tempat tinggal mereka.
  • Meningkatkan ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efisien.
  • Pengurangan penggunaan lahan dan air secara signifikan dalam bercocok tanam, mendukung lingkungan yang lebih hijau dan ramah air.
  • Peningkatan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di kalangan masyarakat perkotaan.Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

 

Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

     Kegiatan hidroponik di Kelurahan Neroktog RT 01/02 berjalan dengan lancar, dimulai dengan sosialisasi kepada warga mengenai manfaat dan cara kerja sistem hidroponik. Mahasiswa KKN UMT 2024   merakit instalasi hidroponik menggunakan pipa PVC seperti yang terlihat pada gambar terlampir. Sistem ini dipasang di rw 02 yang memungkinkan masyarakat untuk turut serta dalam menanam sayuran seperti selada, bayam, dan kangkung.

     Warga antusias terlibat dalam kegiatan ini, terutama karena teknik hidroponik memungkinkan mereka untuk bercocok tanam tanpa memerlukan lahan yang luas. Mahasiswa KKN juga secara berkala memonitor perkembangan tanaman dan memberikan tips serta solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam proses perawatan tanaman hidroponik.

     Selain menjadi media belajar yang efektif, kegiatan ini juga menghasilkan panen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan beberapa keluarga di lingkungan tersebut. 
 

Dokumentasi

 

Penutup

     Program hidroponik di Kelurahan Neroktog RT 01/02 berhasil meningkatkan ketahanan pangan lokal, memberikan solusi pertanian di lahan sempit, serta meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat. Dengan adanya program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil dari tanaman yang mereka tanam, tetapi juga pengetahuan yang berharga tentang metode pertanian modern yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan diperluas ke wilayah lain di sekitar Kelurahan Neroktog, sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari pertanian hidroponik.

 

 

 

KEGIATAN 3. Kampung Proklim KWT

Latar belakang kegiatan

      Kampung ProKlim merupakan salah satu inisiatif pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim melalui partisipasi aktif masyarakat di tingkat lokal. Program ini diimplementasikan di berbagai daerah termasuk Kelurahan Neroktog RT 01/02 melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Dengan adanya degradasi lingkungan dan meningkatnya risiko perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan suhu, kampung-kampung di perkotaan menghadapi tantangan yang signifikan. Oleh karena itu, program Kampung ProKlim bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh melalui adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

       KWT Kelurahan Neroktog RT 01/02 berperan sebagai penggerak utama dalam program ini, memanfaatkan lahan kosong dan area perkotaan untuk pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan KWT Kampung ProKlim di Kelurahan Neroktog dianggap penting untuk dilaksanakan karena:

  • Perubahan iklim global telah memberikan dampak nyata di lingkungan setempat, seperti banjir yang lebih sering terjadi akibat drainase yang buruk.
  • Lingkungan perkotaan membutuhkan upaya kolektif untuk memperbaiki kondisi ekosistem melalui penghijauan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.
  • Mengurangi emisi karbon dengan menanam lebih banyak pohon dan tanaman serta menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan.
  • Pemberdayaan perempuan melalui KWT dalam upaya adaptasi perubahan iklim serta peningkatan kapasitas mereka dalam bercocok tanam dan pengelolaan lingkungan.
  • Menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lebih hijau bagi masyarakat di RT 01/02.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota kelompok dalam bidang pertanian dan pengolahan hasil pertanian.
  2. Mendorong pemanfaatan lahan kosong yang tersedia di lingkungan menjadi area pertanian produktif.
  3. Mendukung ketahanan pangan keluarga dan lingkungan sekitar melalui produksi tanaman pangan dan hortikultura.
  4. Menghasilkan produk-produk pangan yang dapat menjadi sumber tambahan penghasilan bagi anggota kelompok.
  5. Meningkatkan solidaritas dan kerjasama antar warga melalui kegiatan gotong royong dalam bercocok tanam dan pengelolaan kelompok.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Anggota KWT Kelurahan Neroktog RT 01/02.
  • Pengurus RT dan masyarakat setempat.
  • Pemerintah Kelurahan Neroktog.
  • Anggota KKN UMT 2024 di Kelurahan Neroktog


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

  •   Meningkatnya kualitas udara melalui kegiatan penghijauan dan penanaman pohon di area pemukiman.
  •   Meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pertanian perkotaan yang dikelola oleh KWT.
  •   Mengurangi risiko banjir dan erosi tanah melalui penataan lahan dan peningkatan daya serap air.
  •   Menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi      sampah.
  •   Mengurangi emisi karbon melalui pengurangan polusi dan pemanfaatan limbah organik untuk kompos.Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

 

Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

       Program Kampung ProKlim dimulai dengan sosialisasi yang diberikan oleh penyuluh lingkungan kepada anggota KWT dan masyarakat setempat. Setelah masyarakat memahami pentingnya upaya adaptasi perubahan iklim, program dilanjutkan dengan kegiatan penghijauan di area yang telah dipetakan. Warga bersama-sama menanam pohon dan tanaman hias yang memiliki kemampuan menyerap polutan. KWT juga memulai kegiatan urban farming dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam sayuran organik.

     Program ini berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah,warga, dan para anggota kelompok KKN UMT serta didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan rutin khususnya seperti gotong royong membersihkan lingkungan, pemilahan sampah, dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos diadakan untuk mendukung keberlanjutan program. Berkat program ini, lingkungan Kelurahan Neroktog RT 01/02 menjadi lebih hijau dan sehat, serta masyarakat memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Dokumentasi

 

Penutup

     Program Kampung PROKLIM yang dijalankan oleh KWT Kelurahan Neroktog RT 01/02 menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Selain memberikan dampak langsung pada lingkungan, program ini juga memberdayakan masyarakat, terutama kaum perempuan, dalam peran mereka menjaga kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar. Diharapkan program ini dapat berlanjut dan berkembang lebih luas, dengan melibatkan lebih banyak komunitas di wilayah lain.

 

 

 

KEGIATAN 4. SOSIALISASI MENSTRUASI

Latar belakang kegiatan

    Secara umum, menstruasi merupakan proses alami yang tentu dialami oleh setiap perempuan sebagai bagian dari bentuk siklus reproduksi. Meski demikian, masih banyak stigma dan kurangnya informasi yang beredar di kalangan masyarakat mengenai menstruasi. Hal ini mengakibatkan banyaknya perempuan, terutama remaja yang merasa malu serta adanya ketidak nyamanan dan bahkan takut untuk membicarakan tentang menstruasi.

    Dari banyaknya sekolah, topik mengenai menstruasi masih dianggap tabu dan arang sekali dibahas secara terbuka. Hingga akibatnya banyak siswa perempuan yang merasa bingung dan tidak nyaman saat mengalami menstruasi.Di beberapa komunitas sendiri, akses infromasi yang membicarakan mengenai menstruasi masih terbatas. Masala ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi kalangan perempuan seperti infeksi saluran reproduksi.Menstruasi sendiri adalah tanda di mana anak perempuan tumbuh menjadi dewasa, menstruasi merupakan proses alami yang dialami oleh perempuan. Menstruasi pertama biasanya mulai terjadi ketika anak perempuan menginjak usia 10-15 tahun.

     Oleh sebab itu, dengan adanya masalah-masalah di atas, kami mencoba memberikan akses informasi berupa sosialisasi mengenai menstruasi yang kami tujukan kepada anak-anak atau siswa-siswi sekolah dasar yang menginjak bangku kelas 5 sampai dengan 6. Dengan hal ini, dapat memberikan pemahaman yang mendasar dan menyeuruh bagi mereka supaya tidak ada lagi rasa malu dan bingung apabila mengadapi masalah menstruasi.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena:

  • Minimnya pengetahuan tentang menstruasi di kalangan anak-anak perempuan di usia sekolah dasar.
  • Kurangnya pendidikan kesehatan reproduksi yang formal di sekolah dasar, terutama tentang perawatan tubuh selama menstruasi.
  • Meningkatkan kesiapan mental dan fisik anak-anak perempuan menghadapi menstruasi pertama mereka.
  • Menghilangkan stigma dan rasa malu tentang menstruasi, serta memperkuat rasa percaya diri.
  • Membekali anak-anak dengan informasi yang benar, sehingga mereka dapat menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi dengan baik.


Tujuan kegiatan

Dari latar belakang di atas, tentu kegiatan ini memiliki tujuan. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak mengenai menstruasi, baik kepada siswa perempuan maupun siswa laki-laki.
  2. Membekali siswa dengan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi secara umum dan menjaga kebersihan selama menstruasi.
  3. Memberikan ruang aman bagi siswa perempuan untuk bisa saling berbagi mengenai pengalaman mereka saat dan selama menstruasi, serta memberikan pemahaman bagi siswa laki-laki untuk tidak mengejek anak perempuan yang sedang mengalami menstruasi.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Guru dan staf SDN Pinang 8di Kelurahan Neroktog RT 01/02.
  • Mahasiswa KKN UMT 2024 yang berperan dalam menyusun dan melaksanaan kegiatan.
  • Siswi SDN Pinang 8 di Kelurahan Neroktog RT 01/02.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Tentu dalam segala kegiatan yang dijalankan membawa dampak tertentu bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, terutama dalam kegiatan ini membawa dampak bagi siswa-siswi sekolah dasar yang mengadiri sosialisasi menstruasi. Beberapa dampaknya adalah:

  1. Siswa siswi menjadi tahu mengenai edukasi dasar menstruasi.
  2. Terutama siswa perempuan mejadi lebih paham dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka serta menjaga kebersihan saat menstruasi.
  3. Siswa perempuan jadi merasa aman dan terbuka untuk berbicara mengenai menstruasi kepada orang-orang terdekatnya, dan siswa laki-laki jadi bisa saling menghormati siswa perempuan yang sedang mengalami menstruasi.

 

Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

     Kegiatan sosialisasi menstruasi di SD Kelurahan Neroktog RT 01/02 dimulai dengan penyampaian materi edukatif oleh tenaga medis yang menjelaskan secara detail tentang proses menstruasi, perubahan biologis yang terjadi selama masa pubertas, serta pentingnya menjaga kebersihan diri. Siswa-siswi diperkenalkan pada berbagai produk kebersihan menstruasi, seperti pembalut, dan cara penggunaannya.

       Selama kegiatan, para siswa didorong untuk aktif bertanya dan berdiskusi mengenai menstruasi tanpa merasa canggung. Tim KKN UMT 2024 membantu dalam memfasilitasi permainan edukatif yang bertujuan untuk membuat topik ini lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Para guru juga ikut serta memberikan dukungan moral dan memastikan bahwa anak-anak merasa nyaman selama sesi berlangsung.

       

Dokumentasi

 

Penutup

Sosialisasi menstruasi di SD Kelurahan Neroktog RT 01/02 berjalan dengan sukses dan mendapat tanggapan positif dari para siswa, guru, serta orang tua murid. Program ini memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang menstruasi dan pentingnya menjaga kebersihan diri selama periode tersebut. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan generasi yang lebih sadar akan kesehatan reproduksi mereka.

 

 

 

KEGIATAN 5. SOSIALISASI TENSI 

Latar belakang kegiatan

     Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Penyakit ini seringkali disebut sebagai “silent killer” karena sering tidak bergejalan pada tahap awal. Desa Neroktog menyadari pentingnya pencegahan dini dan penanganan yang tepat terhadap hipertensi.

     Hipertensi dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Jika tidak ditangani dengan baik,hipertensi dapat menurunkan kualitas hidup dan bakan mengancam nyawa.Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan tenaga kesehatan tidak dapat bekera sendiri dalam mengatasi masala kesehatan seperti hipertensi. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini.

     Melaluli sosialisasi ini, kami ingin memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat tentang cara menjaga tekanan dara tetap stabil, sehingga mereka dapat hidup lebih sehat dan produktif.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini sangat penting karena:

  • Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi karena kurangnya akses terhadap layanan pemeriksaan kesehatan yang rutin.
  • Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, namun dapat memicu masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung dan stroke jika tidak dikendalikan.
  • Meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat yang berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah.
  • Mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan dan penanganan dini hipertensi melalui pemeriksaan tensi darah yang rutin.
  • Memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk memeriksakan tekanan darah mereka secara gratis dan mendapatkan informasi kesehatan yang relevan.


Tujuan kegiatan

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan informasi mengenai kesehatan khususnya hipertensi secara umum.
  2. Melakukan pengecekan darah atau tensi.
  3. Memberdayakan masyarakat agar lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa KKN UMT 2024 yang membantu dalam pelaksanaan kegiatan dan sosialisasi.
  • Pengurus RT dan RW Kelurahan Neroktog RT 01/02.
  • Masyarakat umum yang ikut serta dalam pemeriksaan tensi darah.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

a. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memantau kesehatan tekanan darah secara rutin.
b. Masyarakat menjadi lebih waspada terhadap risiko hipertensi dan komplikasi kesehatan lainnya.
c. Peningkatan pola hidup sehat melalui perubahan kebiasaan seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.
d. Peningkatan akses masyarakat terhadap informasi kesehatan dan layanan pemeriksaan tensi darah.
e. Mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti stroke dan serangan jantung, melalui deteksi dini dan pengendalian tekanan darah yang lebih baik.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

     Sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Pak RT 01, tim kesehatan bersama dengan anggota lainnya melakukan sosialisasi dan pengecekan tensi kepada para warga yang berwilayah di RT 01 RW 02 keluraan Neroktog kecamatan Pinang pada sore harinya sehabis Ashar. Bermula dari pengenalan yang dipimpin oleh Pak RT sendiri, dilakukan secara bergantian dengan mendatangi setiap rumah.

     Anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakek, nenek, dan remaja diperiksa tensi darah mereka dengan diselingi informasi mengenai hipertensi. Kegiatan ini cukup disambut oleh warga sekitar dengan murah hati, sehingga memberikan kemudahan bagi kami dalam melakukan kegiatan ini.

     Setelah beberapa rumah berhasil didatangi, keesokan harinya di waktu yang sama yaitu sehabis Ashar kami kembali melakukan sosialisasi dan penhecekan tensi kepada ruma-rumah yang belum sempat terjamah.

Dokumentasi

Penutup

            Kegiatan ini kami usungkan guna memberikan informasi mengenai ipertensi berupa sosialisasi yang ditujukan kepada masyarakat sekitar, alasannya karena mengingat cuup banya orang dewasa terutama lansia yang mengalami hipertensi, sampai ada yang suda terjadwal setiap minggunya untuk pengecekan darah di puskesmas.

 

 

 

KEGIATAN 6. PEMBUATAN JALUR EVAKUASI

Latar belakang kegiatan

   Kelurahan Neroktog RT 01/02 merupakan salah satu daerah yang memiliki risiko bencana, baik berupa kebakaran, gempa bumi, maupun bencana lainnya. Kondisi geografis yang padat dengan permukiman membuat jalur evakuasi sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan cepat dan tertib saat terjadi bencana. Kesadaran akan pentingnya jalur evakuasi ini mendorong dilaksanakannya program pembuatan jalur evakuasi yang ditandai dengan petunjuk arah dan titik kumpul di sekitar RT 01/02.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena:

  • Kelurahan Neroktog merupakan wilayah yang cukup padat penduduk, dan akses keluar masuk yang terbatas dapat menjadi penghambat ketika terjadi situasi darurat.
  • Jalur evakuasi yang jelas dan terorganisir akan mempercepat proses penyelamatan dan mengurangi potensi korban jiwa serta kerugian material.
  • Petunjuk jalur evakuasi dapat membantu masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, untuk mengetahui arah yang harus mereka tempuh ketika terjadi bencana.
  • Kegiatan ini juga bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui penyediaan jalur evakuasi yang terarah dan tertata.
  2. Memastikan semua warga mengetahui rute evakuasi yang aman dan cepat menuju titik kumpul yang telah disediakan. 
  3. Menurunkan risiko terjadinya kekacauan saat evakuasi dengan memandu masyarakat melalui jalur evakuasi yang jelas.
  4. Mengurangi jumlah korban jiwa dan luka-luka selama proses evakuasi dengan memberikan arahan yang tepat.
  5. Membangun budaya kesiapsiagaan bencana dalam masyarakat, sehingga tindakan evakuasi menjadi lebih efisien dan efektif.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Pengurus RT dan RW di Kelurahan Neroktog RT 01/02.
  • Mahasiswa KKN UMT 2024 yang membantu dalam pemasangan tanda-tanda evakuasi dan edukasi kepada masyarakat.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

a. Keselamatan Masyarakat: Jalur evakuasi yang jelas akan meningkatkan keselamatan masyarakat dalam menghadapi bencana.
b. Peningkatan Kesadaran Kesiapsiagaan: Masyarakat menjadi lebih siap dan tanggap terhadap potensi bencana dengan mengetahui jalur evakuasi yang aman.
c. Peningkatan Ketertiban Saat Evakuasi: Jalur yang jelas akan mencegah kepanikan massal dan mempercepat proses penyelamatan.
d. Perlindungan Kelompok Rentan: Jalur evakuasi yang mudah diakses akan membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan difabel untuk segera mencapai titik aman.
e. Pengurangan Dampak Lingkungan: Dengan evakuasi yang tertib, kerusakan lingkungan akibat kepanikan dapat diminimalisir.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan pembuatan jalur evakuasi di Kelurahan Neroktog RT 01/02 dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya jalur evakuasi. Mahasiswa KKN UMT 2024, bersama pengurus RT/RW, melakukan survei lokasi untuk menentukan rute evakuasi yang aman dan titik kumpul yang strategis. Pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi dan titik kumpul dilakukan secara bertahap. Selanjutnya, masyarakat dilatih untuk mengikuti jalur evakuasi dengan tertib dan mengenali rambu-rambu yang telah dipasang.

Dokumentasi

 

Penutup

     Pembuatan jalur evakuasi ini merupakan langkah yang sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Neroktog RT 01/02 dapat lebih siap dan terorganisir saat menghadapi situasi darurat

 

 

 

Penulis

Tarno

Tarno

S1-Manajemen