Sosialisasi Bullying di SDN Karawaci 3 Kota Tangerang

Sosialisasi Bullying di SDN Karawaci 3 Kota Tangerang

: Kamis, 22 Agustus 2024 : Bojong Jaya

Latar belakang kegiatan

Bullying atau perundungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis, emosional, dan sosial anak-anak. Di sekolah dasar, anak-anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat rentan, di mana mereka mulai membentuk identitas diri dan belajar berinteraksi dengan teman sebaya. Namun, dalam lingkungan sekolah, sering kali ditemukan perilaku bullying yang dapat menyebabkan rasa tidak aman, stres, dan gangguan emosional pada korban.

Menurut data dari berbagai penelitian, bullying di sekolah dasar dapat berakibat jangka panjang, termasuk rendahnya kepercayaan diri, prestasi akademis yang menurun, hingga masalah kesehatan mental yang serius seperti depresi dan kecemasan. Sayangnya, banyak anak yang mengalami bullying tidak melaporkan kejadian tersebut karena takut, malu, atau merasa tidak ada yang bisa membantu mereka.

Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang bullying di kalangan siswa sekolah dasar. Melalui program sosialisasi bullying yang diadakan oleh rekan rekan mahasiswa/i KKN UMT Bojong Jaya, diharapkan siswa dapat mengenali tanda-tanda bullying, mengetahui cara mencegahnya, serta bagaimana bertindak jika mengalami atau menyaksikan bullying.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan sosialisasi bullying di sekolah dasar dilaksanakan karena bullying merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan anak-anak. Sekolah dasar adalah tahap awal di mana anak-anak mulai membentuk identitas diri dan belajar berinteraksi dengan orang lain. Sayangnya, pada tahap ini, mereka juga rentan terhadap perilaku bullying, yang dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti rendahnya kepercayaan diri, prestasi akademis yang menurun, serta gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi. 


Tujuan kegiatan

  1. Membekali siswa, guru, dan orang tua dengan pengetahuan tentang apa itu bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak negatif yang ditimbulkannya, sehingga mereka lebih peka dan tanggap terhadap tanda-tanda bullying.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa/i KKN UMT Bojong Jaya
  • Kepala Sekolah dan Guru – guru SDN Karawaci 3 Kota Tangerang
  • Siswa/I Kelas 5 dan 6 SDN Karawaci 3 Kota Tangerang 


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan Sosialisasi Bullying ini dimulai dengan pengenalan dan penjelasan oleh rekan - rekan KKN UMT Bojong Jaya mengenai tujuan diadakannya sosialisasi ini, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 5 dan 6 tentang pentingnya mencegah bullying di kalangan pelajar. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Tim KKN, Luqman, yang juga membawakan sesi ice breaking. Luqman mengajak siswa untuk mengingat pesan sederhana: "No Bully itu Jangan Mengejek, Jangan Menghina, Jangan ya dek ya." Setelah itu, Kepala Sekolah, Ibu Sri Astuti Natalia, Spd Mn, memberikan sambutan dan memperkenalkan Tim KKN kepada para murid, menjelaskan lebih lanjut maksud dan tujuan kegiatan ini.

Seminar kemudian dimulai dengan Salwa sebagai moderator yang mempersilakan pembukaan materi. Materi pertama dibawakan oleh Ira, yang mengawali dengan menanyakan kepada siswa apakah mereka tahu apa itu bullying, sebelum menjelaskan pengertian dan memberikan contoh-contoh nyata bullying. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Abdul, yang memaparkan dampak negatif bullying, strategi pencegahan, dan cara mengatasi bullying. Di akhir sesi, diadakan sesi tanya jawab (Q&A) antara murid dan Tim KKN, di mana siswa yang aktif bertanya dan menjawab diberikan hadiah sebagai apresiasi. Kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa.


Dokumentasi

 

Penutup

Berdasarkan laporan program kerja yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi bullying di sekolah dasar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh komunitas sekolah. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang bullying, para siswa kini lebih siap untuk mengenali, mencegah, dan mengatasi situasi bullying di lingkungan mereka. Kegiatan ini juga telah berhasil menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan keberanian dalam diri setiap siswa, yang akan menjadi modal penting bagi mereka dalam berinteraksi secara sehat dan positif di sekolah maupun di luar sekolah.

Penulis

Zuanita Hershifani Uthantry

Zuanita Hershifani Uthantry

S1-PGSD