Minyak jelantah atau minyak goreng bekas merupakan limbah rumah tangga yang sering kali dibuang begitu saja ke lingkungan. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari tanah dan air, serta menimbulkan masalah kesehatan jika digunakan kembali untuk menggoreng makanan. Di sisi lain, minyak jelantah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Sebagian besar masyarakat belum menyadari bahwa minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Kegiatan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi perlu dilaksanakan karena beberapa alasan penting. Pertama, kegiatan ini dapat membantu mengatasi masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Minyak jelantah yang dibuang ke saluran air atau tanah dapat mencemari ekosistem dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Dengan mengolah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat, kita dapat mengurangi volume limbah yang mencemari lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan alternatif penggunaan minyak jelantah yang lebih aman dibandingkan penggunaan ulang untuk menggoreng makanan, yang dapat membahayakan kesehatan. Lebih jauh lagi, program ini dapat memberdayakan masyarakat dengan memberikan keterampilan baru yang berpotensi menciptakan peluang ekonomi. Masyarakat dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk menghasilkan produk bernilai jual, seperti sabun dan lilin aromaterapi, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat. Terakhir, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan mendorong pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Alif Rachman Riady selaku ketua kelompok KKN Jelupang, bu Rita selaku ibu lurah Jelupang, dan disusul dengan acara inti yaitu pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi.
Kegiatan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi merupakan upaya kreatif untuk memanfaatkan limbah minyak goreng bekas. Proses ini dimulai dengan mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga atau restoran sekitar. Minyak tersebut kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa makanan. Untuk membuat sabun, minyak jelantah yang telah bersih dicampur dengan larutan soda kaustik (NaOH) melalui proses yang disebut saponifikasi. Campuran ini diaduk hingga mengental, lalu ditambahkan pewangi alami atau esensial oil sesuai selera. Adonan sabun kemudian dituang ke dalam cetakan dan dibiarkan mengeras selama beberapa hari sebelum dipotong dan dikemas. Sementara itu, pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah yang telah dimurnikan sebagai bahan dasar. Minyak ini dicampur dengan lilin parafin atau lilin lebah, lalu dipanaskan hingga meleleh. Setelah itu, pewangi aromaterapi ditambahkan ke dalam campuran. Cairan lilin panas kemudian dituang ke dalam wadah dengan sumbu yang telah disiapkan, dan dibiarkan mengeras.
Selama kegiatan berlangsung, ada kecelakaan kecil, yaitu tumpahnya larutan kimia ke salah satu pemateri (mahasiswa KKN), sehingga kulit kakinya agak melepuh (karena cairan kimia tersebut terasa panas ketika menyentuh kulit).
Dengan terlaksananya program kerja pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan limbah minyak goreng sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang wirausaha bagi masyarakat.
Alvita Farha Aini